Cinta Keinara

Cinta Keinara
Kekasih yang Terlupakan


__ADS_3

Fahira merasa lega melihat sang adik yang akhirnya bisa tidur dengan nyenyak. Diusapnya tangan Fakhri dan menatap wajah pria itu dengan rasa iba. Masih tak menyangka dengan apa yang adiknya alami. Wanita itu terpaku, berkutat dengan pikirannya. Sebelum akhirnya memilih duduk di sofa sembari menonton drama korea dari ponselnya untuk mengusir rasa sepi. Anak,suami dan keluarganya yang lain memilih untuk istirahat di rumah Bagas.


“Hei bangun....suruh jagain Fakhri malah tidur.”


Fahira membuka mata setelah mendengar suara Bagas. Wanita itu tertidur tanpa ia sadari saat sedang menonton drakor.


“Emang aku tidur ya....?”


“Kalau enggak tidur, terus tadi ngapain. Fakhri panggil-panggil kamu enggak dengar!.”


Bagas baru saja masuk, ketika Fakhri memanggil-manggil Fahira yang ternyata sedang tidur.


“Hem......” Keinara langsung melihat ke arah Fakhri yang sedang duduk dengan wajah di tekuk. Fahira bergegas mendekati adiknya yang ternyata minta di ambilkan minum. Akibat tulang tangan kanannya retak dantulang kaki kanan patah, Fakhri tak bisa melakukan semua keperluannya tanpa bantuanorang lain. Beruntung dia memilki keluarga yang begitu memperhatikannya.


“Sepertinya kamu harus mandi Ri, sudah lama kamu tidak mandikan?.” Ucap Fahira karena melihat wajah tampan Fakhri terlihat kusam.


“Iya kak....tapi.....” Balas Fakhri yang merasa tidak bisa melakukan aktifitas itu.


“Ra...kamu siapin air hangat dan baju ganti Fakhri.  Nanti aku yang bantu dia mandi.”


“Hah......” Fakhri terperangah mendengar ucapan Bagas yang tanpa ragu melepas kemeja dan hanya menyisakan singlet yang membungkus badan kekarnya. Untuk pertama kalinya ia akan di mandikan oleh kakak laki-lakinya.


“Kak Bagas yakin.....” Fakhri merasa tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


“Kamu belum pernah aku mandikan kan?.  Nah sekarang saatnya. Sebentar aku ambil kursi roda dulu.”


Tak lama Bagas telah kembali dengan mendorong kursi roda.Dibantu kedua kakaknya, Fakhri turun dari ranjang dan duduk di kursi roda.


Hampir tiga puluh menit dua pria itu berada dikamar mandi.Dengan telaten Bagas memandikan adiknya. Menyiramkan air dan menyabuni tubuh Fakhri dengan sangat hati-hati, agar adiknya tak merasa sakit di bagian tubuh yang cedera.


Bagas kembali mendorong tubuh Fakhri begitu selesai memakaikan baju, untuk keluar dari kamar mandi. Wajah Fakhri terlihat lebih segar setelah terkena air dan berganti pakaian.


Fakhri tak kembali ke ranjang, melainkan meminta duduk disofa. Bagas dengan hati-hati membimbing Fakhri duduk di sofa dengan menjulurkan kaki adiknya yang cedera di atas meja. Melihat adiknya telah duduk dengan nyaman, pria itu lantas mengambil posisi duduk di sebelahnya.  Di susul Fahira yang membawa beberapa cemilan duduk tak jauh dari Bagas.  Pemandangan yang menyejukkan, melihat tiga bersaudara duduk bersama dalam satu sofa.  Yang mungkin jarang terjadi dalam satu tahun terakhir. Usia ketiganya yang tidak terpaut jauh, akan membuat orang yang melihat kesulitan  untuk menentukan mana yang sulung dan yang bungsu. Apalagi ukuran tubuh mereka yang hampir sama.


Memandikan adiknya cukup membuat pria yang berusia tiga puluh empat tahun itu berkeringat. Disambarnya beberapa lembar tisu, untuk mengeringkan keringat di wajah dan lehernya. Segelas air putih dan sebungkus keripik kentang di depan Fahira dengan cepat berpindah ketangannya.


Mulutnya kemudian larut dengan gurihnya kripik sembari membaca email yang masuk ke ponsel pintarnya. Aktifitasnya terhenti saat menyadari sesuatu. Kepalanya menoleh ke sisi kanan dan kiri dimana kedua adiknya berada.


“Kenapa kalian melihatku seperti itu?.” Tanya Bagas yang heran ketika mendapati kedua adiknya tengah menatapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Kakak kaya abis kerja rodi.”  Sahut Fahira sembari mengambil kripik di tangan kakaknya. Tapi langsung di ambil lagi oleh bagas. Membuat Fahira merengut.


“Hem...memangnya kenapa?.”


“Makannya nggak sabaran gitu....Makan punya orang lagi.....”


“Capek tau, mandiin bayi segede gini.” Mata Bagas mengarah ke Fakhri yang duduk di sisi kirinya.


“Siapa yang suruh tadi....?!.”  Sambut Fakhri dengan memanyunkan bibirnya.Bukan hanya itu, Fakhri juga menyambar kripik di tangan Bagas dan langsung memakannya sampai habis dalam hitungan detik. Dan segera mengembalikan bungkus kripik, begitu semua isinya berpindah kedalam perut.


Kali ini Bagas yang di buat kesal dan memilih bangkit dari duduknya menuju lemari pendingin. Mengambil  potongan buah melon yang masih terbungkus dalam sebuah bok kecil.Membawanya duduk ditempat semula.  Menyuapi kedua adiknya masing-masing satu potong, sementara sisanya ia makan sendiri sampai habis tanpa tengok kanan kiri.


Kelakuan si sulung membuat kedua adiknya menarik nafas panjang. Dan membiarkan Bagas menikmati dunianya.


“Kak....pinjam ponselnya!.”  Pinta Fakhri pada Bagas. Dan pria itu langsung memberikan ponselnya yang sebenarnya sedang  ia gunakan.


Setelah lebih dari lima belas hari Fakhri terkurung di ruang rawat, Fakhri tertarik untuk mengetahui apa yang sedang berkembang di luar sana melalui akun media sosialnya.  Beberapa kali ia tampak mengingat-ingat  beberapa postingan di akun medsosnya. Postingan yang ia unggah sendiri sebelum ia kecelakaan.


Beberpa postingan menarik perhatiannya. Postingan yang berisi foto-foto dirinya dengan seorang gadis cantik berhijab. Dan gadis itu adalah gadis yang beberapa jam lalu, bertemu dengannya melalui video call.


Beberapa foto menampilkan pose dirinya sedang memeluk gadis cantik itu. Di lihat dari tanggal yang tertera, foto-foto itu  di unggah satu hari sebelum dirinya kecelakaan.


Kecelakaan yang menimpa Fakhri, bukan hanya membuat tubuhnya cedera tapi juga telah menghapus beberapa memori ingatannya. Termasuk memori  tentang kekasih hatinya, Keinara.


Sejak kakak perempuannya membicarakan tentang Keinara,  Fakhri selalu di liputi rasa penasaran dengan


banyak pertanyaan di otaknya. Rasa penasaran itu menuntutnya untuk terus mengingat-ingat tentang gadis itu. Seperti apa yang ia lakukan beberapa jam sebelumnya, rasa penasaran menuntunya untuk berbicara dengan Keinara melalui video call.


Dan benar apa kata kakaknya, Keinara adalah kekasihnya, yang begitu mencintainya dan saat ini tengah berat melawati hari-harinya karena jauh dari dirinya. Melihat ketulusan cinta Keinara, Fakhri memaksa otaknya untuk


mengingat gadis yang kini tampak asing di matanya, tapi sebelum ia mampu mengingatnya rasa sakit  muncul di


kepalanya.  Sakit yang teramat sakit, hingga bisa membuatnya hilang kesadaran.


Fakhri masih meminjam ponsel Bagas, namun di detik berikutnya ia memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit. Dan melepas ponsel kakaknya begitu saja.


“Aduh sakit.....aduh....sakiiitt.......banget......”


“Fakhri...” Teriak kedua kakaknya. yang langsung menghampiri dirinya.

__ADS_1


“Kepalaku sakit banget kak....aduh, nggak kuat kak.....”


“Fakhriii......” Teriak Bagas dan Fahira lagi, saat adiknya terkulai tak sadarkan diri.


Bagas di bantu Fahira, membetulkan posisi Fakhri dengan merebahkannya di atas sofa.  Setelah memastikan posisi adiknya dalam posisi yang benar, Bagas keluar untuk memanggil dokter. Selang beberapa menit ia telah kembali bersama seorang dokter yang langsung memeriksa Fakhri.


Dokter itu memeriksa tubuh Fakhri dengan teliti. Sebelum akhirnya menjelaskan bahwa apa yang di alami Fakhri karena Fakhri terlalu memaksa dirinya untuk mengingat sesuatu. Seharusnya itu tidak Fakhri lakukan di masa pemulihan.


Amnesia yang di alamai Fakhri, kata dokter tergolong amnesia ringan dan itu bisa sembuh. Namun tidak bisa di pastikan kapan amnesia itu bisa sembuh.


Selepas dokter pergi, Bagas mencari tau penyebab adiknya pingsan. Pria itu mengambil ponsel miliknya dan melihat apa yang tadi di lihat oleh Fakhri. Karena sakit kepala yang tiba-tiba menyerang, Fakhri tidak sempat menutup akun media sosialnya. Dan kini membuat bagas leluasa melihat isinya.


Fahira yang duduk tidak jauhnya darinya, nampak termenung. Ia sepertinya menyesal telah menceritakan tentang Keinara dan meminta Fakhri menghubunginya.


“Ini siapa Ra?.”  Tanya Bagas sambil menunujukan sebuah foto dari ponselnya.


“Ehmmmm ...itu pacarnya Fakhri, namanya Keinara. Tapi sekarang Fakhri lupa jika gadis ini pacarnya”  Balas Fahira.


“Terus kenapa dia bisa tau kalau gadis ini pacarnya?.”


“Aku yang memberitahunya kak...”


“Hemmm.......pasti gara-gara melihat foto gadis ini Fakhri jadi pingsan.Aneh juga si sama pacar sendiri bisa lupa. Padahal kalau dilihat dari postingan Fakhri, kelihatan sekali kalau Fakhri sangat mencintai gadis itu" Gumam Bagas dalam hatinya.


"Mulai sekarang kamu tidak usah lagi menyinggung soal Keinara di depan Fakhri. Dia sedang proses pemulihan. Jangan biarkan Fakhri memikirkan dan mengingat sesuatu yang ia tidak bisa mengingatnya. Biarkan tubuhnya istirahat tanpa memikirkan sesuatu.”


“Iya kak ....”


“Cantik.....” Ujar Bagas saat menatap foto Keinara. Senyum tipis muncul dari bibr pria itu. Membuat Fahira yang sedang diliputi rasa bersalah memandang heran. Fahira yang penasaran, mencari tau apa yang sedang dilihat kakaknya.


“Heh.....dasar, kakak sama Fakhri sama saja. Matanya suka ijo kalau lihat cewek cantik.”


Fahira kembali ketempat duduknya semula, setelah tau apa yang dilihat kakaknya.


“He..he...soalnya cantik banget nih cewek.......”


“Ingat bini kak.....”


“Eh iya.....Astaghfirulloh hal'azim.....!!!”

__ADS_1


Bagas menutup ponselnya, ia hampir saja terbius oleh kecantikan pacar Fakhri. Sehingga dirinya lupa kalau dia punya istri yang tak kalah cantik dari Keinara.


__ADS_2