Cinta Keinara

Cinta Keinara
Siapa Dia?


__ADS_3

Selamat membaca......


⚘⚘⚘


Jam enam pagi, Fakhri sudah duduk didepan tv bersama kakak iparnya, Dimas. Tak lama kakak kandungnya datang dengan membawa teh dan sepiring kue.


“Semalam cinta diajak main kemana Ri?." Tanya Fahira sambil menyerahkan secangkir teh kepada suaminya.


“Oh itu...semalam cinta minta somay, terus main di rumah kost yang di depan itu lho kak.” Jawab Fakhri.


“Oh...ke tempat Keinara. Cinta memang sering main kesana, malah kadang nggak mau pulang kalau sudah bersama gadis itu.” Ucap Fahira sepertinya sudah kenal baik dengan Keinara.


”Cantik lho Ri orangnya. Nggak niat deketin dia?.” Tambah Fahira menyindir.


Fakhri hanya tersenyum menanggapi ucapan kakaknya.


Secangkir teh dan sepotong kue sudah masuk kedalam perutnya saat asyik berbincang dengan kedua kakaknya . Perbincangan tambah seru saat Cinta ikut bergabung.


Namun tak lama Cinta mengajak Fakhri untuk menemaninya memberi makan ikan yang ada di kolam depan rumah. Fakhri menuruti kemauan keponakannya. Fakhri menunggui Cinta sambil duduk di ayunan kayu yang ada dipinggir kolam.

__ADS_1


Saat sedang asyik dengan gawainya, indra pendengarnya terusik oleh suara Keinara yang sedang tertawa sambil berlari kecil bersama seorang pria. Entah apa yang mereka bincangkan, tapi keberadaan pria itu membuat hati Fakhri memanas.


Keinara tak menyadari keberadaan Fakhri. Jarak keduanya memang tak begitu jauh. Hanya dibatasi tembok pagar stinggi kurang dari satu setengah meter. Letak halaman yang lebih tinggi dari jalan, membuat Fakhri melihat dengan jelas keberadaan Keinara.


“Tante Keinala....” Tiba-tiba Cinta berteriak memanggil Keinara yang Ternyata Cinta juga melihat gadis itu.


Merasa ada yang memanggil, Keinara langsung menoleh.


“Hei cantik.....selamat pagi,lagi ngapain?. Eh ada pak Fakhri juga...selamat pagi pak Fakhri.” Ucap Keinara tanpa lupa memberikan senyuman.


Fakhri menyambut dengan senyuman dan anggukan.


“Lagi kasih makan ikan...ikannya pada lapel tante.” Jawab Cinta polos.


"Ya udah terusin, sampai ikannya kenyang ya. Tante pulang dulu.Mari pak Fakhri....” Ucapnya lagi berpamitan pada Fakhri.


Pria yang bersamanya telah lebih dulu melangkah, dan sedang menunggu Keinara sambil melakukan gerakan peregangan. Mata Fakhri tak lepas dari Keinara. Hatinya terasa makin panas saat melihat pria itu masuk kedalam rumah kost. Cemburu? Itu yang sebenarnya sedang Fakhri alami, namun Fakhri tidak menyadari.


“Sepertinya mereka sangat dekat. Siapa sebenarnya pria itu, kenapa sepagi ini ia sudah bersma Keinara, kapan dia datang. Apa mereka berdua sepasang kekasih?.”

__ADS_1


Banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Fakhri tentang pria yang dilihatnya masuk kedalam rumah bersama Keinara. Membuat dia gusar.


Tak lama lamunan Fakhri buyar, saat kakaknya memanggil untuk sarapan. Bergegas dia meninggalkan halaman dan menyimpan semua pertanyaan dihatinya.


Sementara gadis dan pria yang menganggu pikiran Fakhri, sedang menikmati sarapan dengan semangkok bubur ayam. Pria yang ternyata adalah kakak kandung Keinara, sesekali menyuapi adiknya yang memang kadang manja bila bersamanya.


Rizki nama pria itu. Datang menemui adiknya dua jam sebelum subuh. Karena sebuah perintah yang tiba-tiba, membuatnya harus pergi ke Jakarta dan sampai di Jakarta saat adiknya sedang terlelap pulas. Sebelum melaksanakan perintah atasannya, Rizki menyempatkan mampir menemui adiknya.


“Kak, nanti balik kesini lagi kan?." Tanya Keinara sembari menyerahkan handuk pada kakaknya.


“Tidak, kayaknya Kakak langsung pulang. Besok ada kegiatan di kantor jam delapan.”


“ Oh.....”


“ Kenapa?.”


“Nggak papa.” Jawab Keinara nampak kecewa."


Tiga puluh menit kemudian Rizki berpamitan. Sebelum pergi pria itu memeluk dan mencium kepala adiknya. Tak mengetahui kalau tidak jauh dari mereka ada seorang pria yang wajahnya memerah menahan cemburu.

__ADS_1


Pria itu adalah Fakhri yang baru saja keluar dengan mobilnya dari halaman Rumah Fahira. Adegan yang dilakukan Keinara dan kakaknya jelas terlihat, karena mereka berdua berdiri tepat di pinggir jalan depan rumah kos.


Didetik berikutnya, Fakhri memilih melajukan mobilnya karena merasa hatinya makin panas.


__ADS_2