Cinta Keinara

Cinta Keinara
Rindu Berat


__ADS_3

Selamat Membaca


🧚‍♂️🧚‍♂️🧚‍♂️


Jenuh, itu yang dirasakan Fakhri setelah sekian jam duduk di kursi kebesarannya. Tumpukan berkas yang harus ia periksa seolah tiada habisnya. Di lima belas detik kemudian, dia tak kuasa lagi menahan rasa jenuhnya. Dan akhirnya Pria itu memilih merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk yang ada diruang pribadinya. Bukan untuk tidur, tapi untuk bermain game melalui ponsel pintar. Namun itu hanya sejenak. Ia teringat beberapa proyeknya yang sedang ia kerjakan. Dibukanya galeri foto yang berisi foto-foto terakhir yang ia ambil saat mengunjungi proyek. Dideretan foto itu, ada sebuah foto yang menarik perhatiannya. Setelah di klik, ternyata itu adalah foto kartu SIM milik Keinara. Foto itu berfokus pada pas foto yang tertempel disana. Tiba-tiba Fakhri merasa hatinya menghangat ketika melihat foto itu. seulas senyum tercipta di sudut bibir tipisnya. Fakhri membelai foto itu dengan ibu jari, dan otaknya bekerja mengingat bagaimana cantiknya paras gadis yang ada dalam foto itu.


”Kei, aku kangen....... dan aku masih penasaran dengan pria yang bersamamu itu” Ucap fakhri sambil terus membelai foto gadis yang mulai merajai hatinya.


Sudah seminggu lebih Fakhri tak bertemu dengan Keinara, baik direstoran tempat Kei bekerja ataupun di rumah kosnya. Membuat Fakhri nampak frustasi.


Kembali Fakhri melalui hari-harinya dengan kehampaan,memendam rasa rindu dan merasakan penantian yang terasa tak berujung.

__ADS_1


Pelariannya hanyalah dengan bekerja, dia sudah tidak tertarik lagi untuk mengencani gadis-gadis cantik yang mengejarnya. Dihati dan pikirannya cuma ada satu nama, yaitu Keinara Rakhma Damayanti.


Langkah derap sepatu memecah suasana di lobi kantor milik Fakhri. Fakhri bersama beberapa orang berjas mahal, yang merupakan kliennya baru saja selesai meeting di kantor itu setelah jam makan siang. Fakhri bermaksud mengantar tamunya sampai ke lobi kantor.


Ketika hampir mendekati pintu keluar, dia melihat sesosok gadis yang begitu dirindunya. Yah Keinara telah kembali, dan dia datang kembali sebagai kurir makanan. Fakhri seperti ingin bersorak dan berlari memeluk Keinara, tapi apalah daya dia tak mungkin melakukannya. Dia hanya mampu menatap wajah ayu Keinara yang sedang melangkah. Saat dia sedang menatap Keinara, ternyata Keinara pun menatapnya. Sesungging senyum nampak ada diwajah cantiknya. Lutut Fakhri terasa lemas, dan hatinya bergetar. Bahagia itu yang dia rasakan. Satu senyuman diberikan untuk membalas senyuman Keinara. Dia tak ingin melepaskan tatapan itu tapi tugasnya belum selesai. Kliennya masih bersamanya, dan masih harus dia layani dengan baik.


“Sabar Fakhri sabar...” Dia mencoba menenangkan hatinya sendiri.


“Bos...kok bengong, sedang memikirkan apa?. Hemmmmm......saya tahu, pasti sedang memikirkan kurir itu kan?.”


Tutur Rangga sang asisten membuyarkan lamunananya.

__ADS_1


“Hemm...tidak, saya sedang tidak memikirkan apapun. Sudah yuk kita keruanganku. Mengevaluasi hasil meeteng tadi” Jawab Fakhri mencoba menutupi kegundahannya.


“Wajahmu tidak bisa berbohong bos." ledek Rangga


“Kamu itu, sudah tau pakai nanya lagi.” Ujar Fakhri sambil berlalu.


Sementara Keinara masih asyik ngobrol dengan para karyawan yang dikenalnya, kebetulan saat itu sedang jam istirahat.


Setelah meeting dengan kliennya. Fakhri hanya duduk diruang kerjanya bersama Rangga, untuk membicarakan hasil meeting . Namun pikiran Fakhri tak bisa lepas dari Keinara. Fakhri tak fokus dengan apa yang mereka perbincangkan. Menyadari hal itu, Rangga akhirnya memilih menyudahi, dan kembali ketempat dimana ia biasa menyelesaikan tugas dari atasannya.


Sementara Fakhri benar-benar tak bisa fokus dengan pekerjaannya. Senyum Keinara yang ia lihat tadi, mengusik pikirannya. Rasa rindu pada Keinara kembali menyeruak, membuatnya gelisah. Munculah ide untuk menemui gadis itu. Tapi dia butuh alasan lain untuk bisa menemui gadis itu, selain alasan rindu. Tak mungkin dia datang kehadapan Keinara, hanya untuk mengucapkan kata rindu.

__ADS_1


Fakhri terus berpikir mencari alasan yang tepat, namun tak kunjung mendapatkan ide. Sementara jam di dinding ruangannya terus berdetak, menggeser letak jarum berpindah satu angka.


__ADS_2