
Selamat Membaca 🥰
🧚‍♂️🧚‍♂️🧚‍♂️
Tiba dikantor, sebagian karyawan Fakhri sedang bersiap untuk pulang. Karena waktu sudah menunjukan jam setengah lima sore. Fakhri berpapasan dengan Diana ketika keluar dari lift. Fakhri merasa heran melihat mantan pacarnya yang baru dia putuskan kemarin ada dikantornya.Wajah Diana berbinar saat melihat Fakhri.
“Fakhri, kamu dari mana?.” Tanya Diana sambil memeluk Fakhri.
Namun Fakhri segera melepaskan pelukan Diana. Diana terlihat kecewa.
“Kamu kenapa si Ri, sikap kamu berubah. Dulu kau selalu menyambut pelukannku, sekarang kau menolaknya.” Ucap Diana kecewa.
“Karena kita bukan siapa-siapa lagi Diana.” Tanya Fakhri sambil melangkah menuju ruangannya.
”Ada apa kamu kesini” Tanya Fakhri saat sampai di kursi kerjanya.
“Jawab dulu pertanyaan ku tadi. Kamu dari mana?.”
“Ada urusan penting.”
“Kok sendirian, enggak sama sekretaris kamu atau asisten kamu?.”
“Urusan pribadi.”
“Oh....urusan pribadi apa?.”
“Di...kamu bukan siapa-siapaku lagi, jadi kamu tak perlu tau urusanku.”
Diana kecewa mendengar jawaban Fakhri, tapi dia berusaha menenangkan hatinya.
“Sepertinya aku harus lembur malam ini“ Ucap Fakhri dalam hati.
Sementara Diana yang mengikuti Fakhri sejak dari depan lift, kembali ingin mendekati pria itu. Fakhri yang menyadarinya langsung menyuruh Diana untuk duduk di sofa yang ada diruangan itu.
“Diana..duduklah disana dan katakan apa tujuan kamu kesini. Saya tidak punya banyak waktu. Kau lihat sendiri, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Ucap Fakhri dengan wajah datar.
Diana terdiam dengan mata memerah.
__ADS_1
“Aku kesini ingin megajakmu kembali padaku, kita mulai lagi dari awal. Aku yakin suatu saat kau akan bisa mencintaiku Ri.” Tutur Diana lembut.
“Tapi sayang Di, aku tidak bisa. Maaf. Cinta tak bisa dipaksa.” Ucap Fakhri.
“Kau bisa mencobanya lagi.”
“Tidak Di. Aku tidak mau dan tidak bisa, tolong jangan paksa aku.”
Diana tampak kesal, kemudian dengan emosi dia bangkit dari duduknya dan berkata.
”Kamu akan menyesal telah menolakku Ri” Ucap Diana penuh emosi sembari pergi.
Badan Diana hampir bertabrakan dengan Rangga yang hendak masuk keruangan. Rangga terkejut, dan reflek meminggirkan tubuhnya sembari memandangi Diana heran.
“Siapa itu Ri?.” Tanya Rangga penasaran.
“Bukan siapa-siapa.”
“Kok kaya lagi marah?.”
“Abis kamu apakan?.”
“Nggak aku apa-apain, sudah deh gak usah kepo, kaya emak-emak aja.”
“ Huh kamu itu ya...gimana aku gak penasaran, dalam satu hari ada dua gadis yang sepertinya bermasalah sama kamu. Tadi siang Keinara, dan sekarang cewek itu. Kamu berhutang penjelasan sama aku Ri."
“Hutang...enak saja, mana ada atasan hutang sama bawahannya?.”
“ Haiss...kamu bikin aku emosi aja.” Ucap Rangga sambil mengepalkan tangan kanannya, dan memukulkannya pada telapak tangan kirinya.
Rangga melangkah mendekati meja Fakhri dan duduk dikursi berhadapan dengan Fakhri.
“Tapi jujur aku penasaran soal Keinara tadi siang,ada apa?.” Tanya Rangga sambil duduk disofa menuntut jawaban.
Fakhri tak tega melihat asisten sekaligus sahabatnya sejak SMA, diliputi rasa penasaran. Akhirnya dia menceritakan kejadian,dimana dia mencium Keinara. Yang akhirnya membuat gadis itu menangis dan marah.
“Kamu gila Ri, bener bener gila. Anak orang kamu cium-cium gitu.Pantas saja dia marah.”
__ADS_1
“He..he...aku juga gak tau, semua terjadi begitu saja. Entah kenapa aku jadi emosi saat melihat dia ngobrol berdua dengan Rendi.”
“Sebegitunya kamu sama Kei, Bucin banget.”
“Iya aku aja sampai bingung, kenapa aku bisa cinta banget sama dia."
“Sekarang kamu dibikin pusing oleh ulah kamu sendiri. Cinta kamu akan layu sebelum berkembang sepertinya he..he....”
“Sialan kamu. Sebentar aku cek dulu, nomorku masih diblokir enggak”
“Pastinya masih di blokir lah....”
“Siapa tau, tadi aku minta sama dia buat buka blokirannya. Dengan sedikit ancaman tentunya”
“ Ya Alloh...kasihan sekali dia, dosa apa yang sudah ia perbuat, sehingga di ketemu orang macam kamu.”
“Tentunya dia wanita yang beruntung, karena dia dicintai oleh seorang Fakhri.”
“Pedenya kebangetan...” Ucap Rangga sambil memanyunkan bibirnya.
Fakhri tak menimpali ucapan Rangga, Dia lebih fokus dengan ponselnya. Wajahnya menegang saat mencoba menghubungi ponsel Keinara. Tapi sayang nomornya masih di blokir.
“Gimana? masih di blokir?.” Tanya Rangga penasaran.
“Huhhh.....” Fakhri melenguh. Frustasi.
Pria itu dibuat keder oleh perbuatannya sendiri.
“Dah jangan pikirin cewek itu dulu, banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Mengingat ini akhir bulan. Dan sepertinya kita harus lembur malam ini . Banyak laporan yang belum kamu periksa, gara-gara kamu fokus sama Keinara.”
“Kan ada kamu. Kamu kan bisa menghandlenya.” ucap Fakhriseolah menyalahkan Rangga.
“Tak semua bisa aku handle bos. Kamu lupa, kalau aku tuh cuma bawahan?.”
"He..he...iya...iya....malam ini aku usahain selesai. Tapi aku pinjem ponselmu dulu."
Rangga menyerahkan ponselnya, dengan raut heran. Tapi ia langsung bisa menebak. Apa yang akan bos lakukan dengan ponselnya.
__ADS_1