
Gadis manis berhijab warna maroon, sibuk melayani pengunjung restoran. Saat Week end restoran selalu ramai pengunjung. Keinara yang biasanya bertugas mengantar makanan, maka hari itu ia diminta untuk melayani tamu yang datang.
“Kei antarkan makanan ini kemeja nomor lima belas!.”
“Siap kak...” Jawab Keinara.
Dengan trampil Keinara membawa nampan berisi makanan ke meja yang ditunjukkan Beno.
“Ini restoran langgananku yang, aku suka sekali menu disini. Dan ini menu Favorit disini. Iua kan mbak?.”
Tanya perempuan yang sedang dilayaninya.
“Betul kak, ini menu andalan di restoran kami. Selamat menikmati...semoga suka.” Ucap Keinara sambil tersenyum manis. Namun senyum itu tiba tiba raib.Tatkala melihat siapa lelaki yang sedang bersama wanita tadi. Ternyata lelaki yang dipanggil “ yang” oleh wanita itu, adalah pak Fakhri. Dan wanita ini bukan wanita yang bersama Fakhri waktu di mall. Tampak Fakhri menujukkan ekspresi kaget saat tau yang melayaninya adalah Keinara. Keinara bergegas pergi setelah tugasnya selesai.
“Yang...kok bengong, ayok di coba makanannya. Mumpung masih hangat. Kamu pasti suka ” Ucap Selvi gadis cantik yang duduk didepan Fakhri.
__ADS_1
“Iya...aku coba ya.” Jawab Fakhri.
“Enak kan?.” Tanya Selfi yang dibalas anggukan oleh Fakhri.
Keduanya makan dengan lahap tanpa bersuara.
“Sel, aku ketoilet dulu yah....” Pamit Fakhri sembari bangkit dari duduknya.
“Iya... tapi jangan lama-lama.”
Fakhri bergegas menuju ke toilet, yang letaknya bersebelahan dengan sebuah mushola kecil. Toilet yang tampak sederhana tapi bersih, terletak tidak jauh dari dapur restoran.
Setelah menyelesaikan hajatnya, Fakhri bermaksud kembali ke pacarnya yang mungkin sedang menunggunya. Namun langkahnya terhenti, saat melihat sosok Keinara yang sedang melakukan gerakan wudlu. Netranya dibiarkan menatap satu arah untuk beberapa detik. Keinara yang membuka kancing hijabnya, membuat dagu dan leher putihnya terlihat oleh cowok play boy yang berdiri tidak jauh darinya.
“Ternyata selain cantik dia juga alim, calon istri idamanku nih he..he..he..” Gumam Fakhri.
__ADS_1
Tadinya ia ingin solat setelah mengantar Selvi pulang, tapi ia membatalkan niatnya. Ternyata Keinara telah menjadi motivasinya untuk menyegerakan solat. Pria yang sepertinya sudah jadi pengagum kurir cantik itu, bergegas mengambil wudlu. Mengambil kesempatan untuk bisa menjadi imam untuk Keinara. Dia yakin gadis itu tidak akan menolaknya, mengingat pahala solat berjamaah.
Fakhri melangkah mendekati mushola dan masuk kedalamnya. Tepat di samping pintu masuk, keinara sedang menggunakan mukena. Dan gadis itu tampak kaget melihat kehadiran pria yang malas ia lihat. Mata keduanya sempat bertemu beberapa detik. Tanpa ragu Fakhri mendekati Keinara.
“Aku mau menjadi imammu, boleh?.” Tutur Fakhri lembut dan dengan senyuman termanis yang dimilikinya.
Keinara terdiam bingung dan tak berniat membalas senyum Fakhri. Tak mungkin ia menolak orang yang berniat menambah pahala solat untuknya. Tanpa menatap Fakhri Kei mengangguk tanda membolehkan.
Tanpa basa-basi, Fakhri mengambil posisi di depan Keinara. Suasana hening ketika keduanya mulai khusuk dengan solatnya sampai beberapa menit. Selesai solat, keduanya kembali terdiam. Fokus dengan doa mereka masing-masing.
Keinginannya menjadi imam solat Keinara sudah terwujud. Tapi ternyata itu belum membuatnya beranjak dari tempatnya. Fakhri memutar badannya yang sebelumnya membelakangi Keinara. Bermaksud mengajak Keinara bicara. Tapi baru saja ia berputar, Keinara telah bersiap untuk keluar dari mushola.
Tanpa sepatah kata, Keinara melangkah meninggalkan Fakhri yang seketika merasa kecewa. Karena niatnya untuk minta maaf pada gadis itu gagal lagi.
“Aku hanya ingin minta maaf, tapi dia tak pernah memberiku kesempatan. Tapi aku tidak akan menyerah, pasti suatu saat aku bisa mendapatkan maafnya. Sukur sekaligus bisa mendapatkan hatinya....he...he...." Gumam Fakhri yang akhirnya memilih kembali kerestoran.
__ADS_1