
Fakhri bangun dari tidurnya. Meregangkan tubuhnya yang terasa pegal. Dengan kantuk yang masih menguasai. Pria itu melangkah untuk pergi sholat subuh. Selesai sholat ia ingin merebahkan tubuhnya kembali, tapi keponakannya malah datang mengajaknya untuk jalan-jalan pagi.
“Om ayo om, temenin Cinta jalan-jalan.”
“Aduh Cint...om masih ngantuk. Mnta ditemenin bunda apa ayah sana!.”
“Enggak mau, maunya sama om....”
“Aduh Cinta....om mau bobo lagi, ngantuk.” Tiba-tiba Cinta menangis keras, membuat Fakhri bangun dari rebahannya.
“Ada apa Cinta.” Tanya Fahira yang berlari dari arah dapur.
“Om Fakhli enggak mau nemenin Cinta jalan-jalan bunda.”
Fahira kemudian menatap Fakhri yang masih mengantuk.
“Cinta sayang, lihat tuh om masih ngantuk. Semalam om gak bisa tidur. Jadi sekarang om mau tidur lagi. Jalan-jalannya lain kali aja yah?.” Ucap Fahira sambil melirik adiknya.
“Enggak mau, Cinta maunya sekalang...hik..hik....”
Tak tega melihat Cinta yang terus menangis, akhirnya Fakhri menuruti keinginan gadis cilik itu.
“Hadeh Cinta....ya udah ayuk cepetan. Tapi gak boleh minta gendong. Dah sana ganti baju dulu.”
“Ok om..tunggu ya.”
Wajah Cinta langsung berubah ceria.
“Ya...buruan.”
Setelah keduanya siap, Fakhri menggandeng keponaknnya pergi untuk jalan-jalan. Pemandangan semalam kembali Fakhri lihat pagi itu. Keinara sedang berdiri dipinggir jalan disamping mobil hitam yang semalam membawanya pergi. Dan laki-laki semalam juga sedang bersamanya. Tampak sedang mengelap kaca mobil.
“Jadi benar pria itu semalam menginap?.”
Pikiran buruk kembali mengotori otak Fakhri.
Tak mau matanya semakin sakit, Fakhri ingin mengajak Cinta jalan kearah berlawanan dengan tempat Keinara berdiri. Tapi cinta malah berlari menuju ke arah Keinara, tanpa bisa Fakhri cegah.
“Tante Keinala....” Sapa Cinta.
“Hei Cinta....selamat pagi, mau jalan-jalan ya?.” Tanya Keinara, sambil melirik Fakhri yang berada disebrang jalan tengah berdiri dengan wajah yang dingin.
“Iya tante. Tante ikut Cinta jalan-jalan yuk.”
“Maaf Cinta, tante enggak bisa. Lagi ada tamu, tuh....” Sambil menunjuk kakaknya yang baru selesai mengelap kaca mobil yang terkena embun.
“Itu siapa tante...?.”
__ADS_1
“Cinta mau kenalan?.”
“Boleh...?.” Tanya Cinta.
Keinara menganngguk pelan sambil tersenyum.
“Yuk tante kenalin.” Ucap Keinara sambil menggandeng Cinta menuju kearah kakaknya.
“Om...ini ada yang mau kenalan katanya.” Tutur Keinara kepada Riski.
“Eh....siapa ini, subkhnalloh cantiknya.” Ucap Riski yang baru selesai menyimpan lap mobilnya. Kemudin berjongkok dan menyalami Cinta.
“Cinta om”
“Namamu Cinta...wah nama yang canti, secantik orangnya.” Puji Riski.
”Panggil saja aku om Rizki, om kakaknya tante Keinara. Cinta temennya tante Keinara ya?.”
“Iya om.“
Di sebrang jalan, tubuh Fakhri terasa ringan. Beban berat seolah terlepas begitu saja. Wajah dingin Fakhri berubah menghangat, mendengar pengakuan dari laki-laki yang berbicara dengan keponakannya. Rasa bersalah menghimpit dadanya. Ia telah berpikir yang tidak-tidak pada dua orang yang tenyata kakak beradik.
“Cinta mau kemana?” Tanya Riski kembali.
“Mau jalan jalan om.”
“Sama siapa?.”
“Om Fahli sini!.” Teriak Cinta sambil melambikan tangannya ke Fakhri.
Fakhri berjalan mendekat. Tangannya terulur menyambut tangan Rizki yang mengajaknya berkenalan. Keduanya saling menyebut nama masing-masing. Dan sejenak berbasa basi. Senyum terus mengmbang di bibir Fakhri, mewakili isi hatinya. Setelah terlibat percakapan sebentar, Rizki pamit untuk pulang.
“Nara, kakak pamit dulu ya. Jaga diri baik-baik, dan ingat pesan kakak fokus sama kuliah” Ucap Fakhri.
“Iya kak.” jawab Keinara sambil menyalami tangan riski dan mencium punggung tangannya. Disusul ciuman di kening Keinara dari Riski. Sejenak mereka berpelukan, dan kemudin melepasnya.
“Salam buat ayah,ibu ,kak Vina dan Melodi ya kak.”
“Ya, nanti kakak sampaikan.” Jawab Rizki sambil mengusap puncak kepala adiknya yang tertutup hijab.
“Cinta, dan mas Fakhri saya pamit dulu.” Ucap Riski sambil menjabat tangan cinta dan Fakhri.
“Oh ya mas, hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan.” Jawab Fakhri.
“Terima kasih...dada Cinta...om pamit ya.”
"iya om...ati-ati ya om.”
__ADS_1
Riski membalas dengan mengacungkan jempolnya. Kemudian masuk kedalam mobil, dan berlalu pergi. Tinggalah mereka bertiga. Terasa sekali ada kecanggungan antara Keinara dan Fakhri.
“Tante Keinala...om Riski mirip tante ya.”
“Ya pasti dong, kan om Riski kakaknya tante.”
Nyessss....hati Fakhri kembali terasa adem mendengar ucapan Keinara barusan.pertanyaan yang selama ini mengusik pikirannya, terjawab sudah.
“Kalau tau dia kakakmu pastinya aku tidak akan begadang tadi malam, dan nggak bakal berpikir yang tidak-tidak pada kalian...aku terhasut oleh pikiranku sendiri.” Ujar Fakhri penuh penyesalan.
Fakhri memberanikan diri menyapa Keinara yang tampak dingin.
“Hem....kakakmu semalam menginap ya?. Kok pagi-pagi sekali sudah disini."
Keinara tak langsung menjawab, dan itu membuat Fakhri ketar-ketir. Takut kalau Keinara masih tak mau bicara dengannya.
Tapi sesaat kemudian dia membuka mulutnya “iya....”
Hati Fakhri seketika tearasa berjingkrak, mendengar suara Keinara meski hanya sekecap.
“Sengaja kesini jenguk kamu atau ada acara lain?.”
Lagi-lagi Keinara tak langsung menjawab. Sepertinya ia malas untuk berbicara dengan Fakhri.
“Dia ada kerjaan disini, jadi sekalian jenguk aku.” Jawab Keinara datar.
“Oh....semalam jalan kemana sama sama mas Rizki” Fakhri terus bertanya.
Deg....Keinara terhenyak dan mengingat apa yang dilihat semalam. Saat dia hendak pergi dengan Riski, dia melihat laki-laki yang mirip Fakhri tengah berdiri dipinggir jalan tak jauh dari rumah kosnya. Tadinya dia tidak yakin, tapi sekarang dia tau kalau yang semalm itu benar Fakhri.
Belum sampai menjawab pertanyaan Fakhri, Cinta mengajak Keinara untuk jalan-jalan.
“Tante Kei...yuk temenin Cinta jalan-jalan, kan tamunya udah pelgi.”
“Emmm jalan-jalanya sama om Fakhri aja ya.”
“Yah tante...Cinta penginnya sama tante juga, bial selu” Rengek Cinta.
Rengekan Cinta meluluhkan hati Keinara, sehingga ia mengiyakan permintaan teman kecilnya itu.
“Oke deh...tante ganti baju dulu ya. Tapi jalan jalannya sebentar aja ya.”
“Yes...yes..” Hati Fakhri bersorak.
“Ya tante, Cinta tunggu disini ya.”
Keinara mengangguk dan bergegas berganti pakaian. Sesaat kemudian dia kembali memakai pakain joging yang senada dengan jilbabnya.
__ADS_1
“Kamu pakai apapun terlihat cantik Kei.” Gumam Fakhri dengan tatapan kagum.
“Ayo Cint....” Ajak Keinara sembari menggandeng Cinta dan meninggalkan Fakhri.