
Selamat Membaca
🧚♂️🧚♂️🧚♂️
Sesampainya di parkiran, Fakhri membuka pintu mobil untuk Keinara. Kemudian menuju kursi kemudi dengan melewati bagian depan mobil.
"Pakai sabuk pengamannya Kei, biar aman kalau kamu ngantuk, atau mau aku pakein?."
"Enggak usah pak, saya bisa kok." Tolak Keinara sambil tersenyum.
Lagi-lagi hati Fakhri dibuat berdesir oleh senyum manis Keinara.
”Lama-lama aku bisa khilaf Kei..he...he....” Gumam Fakhri.
Fakhri mulai menancapkan gas mobilnya, menuju jalanan kota. Sementara hati pria itu terisi bunga setaman, yang bermekaran lengkap dengan kupu-kupu yang berterbangan, bahagia .
"Kei, kamu sudah makan??."
"Sudah."
"Oh....ini mau langsung pulang apa mau mampir dulu?."
"Langsung pulang aja pak."
"Oke...kamu dah ngantuk banget ya."
"Nggak begitu si, capek aja. Maaf ya pak jadi ngrepotin."
"Sama sekali gak ngrepotin, santai aja.Tapi aku boleh minta sesuatu gak?."
"Minta sesuatu??." Tanya Keinara.
"Bapak mau minta apa?"
"Aku gak minta yang aneh aneh kok?."
"Terusss..." Keinara makin penasaran.
"Aku minta, kamu jangan panggil aku pak lagi, panggil aku kakak, mas, abang atau ayang juga boleh he...he...."
"He...he.....nggak berani pak. Secara bapak kan seorang CEO, orang terhormat. Takut dibilang gak sopan."
"Nggak usah berlebihan gitu Kei...CEO kan kalau lagi di kantor. Tapi kalau diluar aku sama dengan pria-pria yang lain. Jadi please, jangan panggil pak lagi ya. Kalau lagi nggak dikantor.”
Keinara terdiam.
“Gimana kei, kok diam....”
“Eemmm.... aku harus panggil bapak apa?."
“Terserah kamu, yang penting jangan panggil pak.”
“Baik pak....”
“Kok pak lagi!?.”
“Baik mas Fakhri.”
Fakhri tersenyum saat Keinara memanggilnya dengan sebutan mas.
“Aduh Kei...suara kamu terdengar merdu sekali saat panggil aku mas....” Batin Fakhri.
“Nah gitu kan enak dengernya.”
Keinara kembali menebar pesona senyum manisnya pada Fakhri.
“Senyum kamu dicampuri apa si Kei...?.”
“Dicampuri?. Maksudnya mas Fakhri?.”
“Kok bisa manis banget gitu.” Jawab Fakhri dengan senyum menggoda.
“Ih apaan si, mas Fakhri bisa aja.” Ujar Keinara dengan rona merah dipipinya.
“Ya Alloh....mudahkanlah hambamu ini untuk mendapatkan hati Keinara.” Doa Fakhri dalam hati. Saat merasakan bahwa cintanya makin besar pada gadis itu.
Perjalanan kerumah Keinara masih lima belas menitan lagi. Keinara tampak menguap sesekali.
__ADS_1
"Kalau ngantuk tidur aja, nanti aku bangunin kalau dah sampai."
"Enggak mas, masih bisa ditahan kok he...he...."
Fahri menepikan mobilnya ketika melihat mini market.
"Tunggu sebentar, aku mau beli sesuatu. Kamu mau aku beliin apa?."
"Enggak mas,makasih."
"Oke tunggu sebentar ya sayang...." Jawab Fakhri sambil mengedipkan mata pada gadis didepannya dan berlalu pergi.
Wajah Keinara bersemu merah dipanggil sayang, untungnya fakhri tidak melihat.
"Nih orang, iseng banget panggil-panggil sayang. Pacar bukan, istri juga bukan. Bikin baper aja.“ Gumam Keinara dalam hati.
"Eits....enggak boleh baper Kei, lama-lama nanti kamu bisa jatuh cinta lho. Sadar kamu tuh siapa. Terus dia juga kan play boy, kamu mau sakit hati lagi." Nasehat itu muncul dalam otaknya
"Enggak...enggak, aku harus jaga hati agar tak jatuh cintai sama mas Fakhri." Gumamnya lagi.
Beberapa menit kemudian Fakhripun kembali, dengan membawa minuman hangat dan sebuah kantong plastik berisi makanan.
"Kei, nih minum teh anget dulu." Fakhri meyodorkan gelas yang berisi teh hangat.
Sementara tangan satunya lagi memegang segelas kopi panas untuk dirinya. Dia juga membawa dua kaleng susu beruang dan roti coklat dalam kantong plastik yang ia letakan didasbor mobil.
"Abisin dulu minumannya baru kita jalan lagi."
"Ya mas, aku jadi nggak enak sama mas Fakhri."
"Enggak usah ngrasa nggak enak gitu Kei. Nih makan rotinya."
Fakhri mengambil roti dari dalam kantong plastik, dan membuka bungkusnya sebelum menyerahkannya ke Keinara.
"Nggak boleh baper...nggak boleh baper." gumam Kei dalam hatinya sambil menerima roti dari Fakhri
"Makasih mas."
Fakhri mengangguk sambil tersenyum.
Keduanya menikmati roti dan minuman mereka. Netra Fakhri tak berhenti memandangi wajah Keinara dalam cahaya remang yang berasal dari lampu jalan. Sementara Keinara tak menyadarinya. Karena dirinya sibuk dengan pikirannya sendiri tentang cowok disampingnya. Dalam diam Gadis itu ternyata sedang menata hati dan mengatur detak jantungnya yang dibuat tak beraturan oleh Fakhri. Perlakuan pria itu terasa begitu manis, membuat ia takut tak bisa menjaga hatinya untuk tidak jatuh cinta pada Fakhri. Dia cukup tau diri, siapa Fakhri dan siapa dirinya. Menjadi teman untuk Fakhri merupakan hal yang lebih dari cukup.
Ucap Fakhri dalam batinnya. Ingin sekali ia menyatakan perasaannya, tapi sepertinya terlalu cepat jika ia mengatakannya sekarang.
"Mas Fakhri, kenapa liatin aku gitu." Tiba-tiba suara Kei membuyarkan lamunannya.
"Ehmm...aku lagi kaget aja, ternyata sedari tadi aku sedang bersama bidadari cantik, yang sepertinya baru turun dari kayangan."
"Ihhh....nggak usah ngegombal mas." Keinara lagi-lagi dibuat salah tingkah.
”Duh nih orang, pinter banget bikin aku salting. Tahan Kei...jangan baper." Gumam Keinara dalam hatinya. Hati yang sudah ditatanya tadi, sekarang dibuat tak karuan lagi oleh Fakhri.
Fakhri tersenyum.
"Aduh Kei, kamu nggemesin banget si." Gumam Fakhri.
Sementara Keinara makin tersipu.
Tiba-tiba tangan Fakhri mengusap bibir Keinara.
"Kamu kaya cinta aja, makan belepotan gini.
Jantung Keinara seperti mau meloncat keluar, saat merasakan sentuhan jari Fakhri di bibirnya. Akhirnya mereka saling tatap. Tanpa disadari Fakhri mendekatkan wajahnya ke wajah Kei. Jarak keduanya semakin terkikis, namun saat hampir bersentuhan keduanya sadar. Fakhri menarik tubuhnya ke posisi awal.
Sementara Kei tampak salah tingkah.
"Ehm...maaf Kei, saya tidak bermaksud..."
"Iya mas nggak papa. Ya udah mas kita jalan lagi." Tutur Kei dengan wajah merona.
Fakhri kembali melajukan mobilnya, sementara jantung keduanya masih belum stabil debarannya karena kejadian tadi. Keduanya terdiam dan berbicara dengan hati masing-masing.
Meski saling diam tapi mata mereka saling mencuri pandang, dan entah apa yang ada dipikiran mereka.
Akhirnya mereka sampai tujuan. Keduanya turun dari mobil.
" Kei, aku numpang ke kamar mandi sebentar ya."
__ADS_1
"Oh ya pak, mari masuk. Kamar mandinya ada didalam kamar."
"Mas Fakhri Kei...."
"Eh iya. Maksudnya mas Fakhri...he...he...lupa, belum terbiasa."
"Dari sekarang di biasakan."
"He..he..iya mas“ Ucap Keinara dengan wajah menggemaskan.
Keinara memasukkan kunci kelubang kunci. Setelahnya nampak suasana kamar yang bersih dan rapi. Fakhri nampak kagum . Meski ruangannya tidak begitu besar, tapi nampak luas. Karena barang barangnya tertata rapi.
"Calon istri idaman banget niih." Gumam Fakhri.
"Itu kamar mandinya." Keinara menunjuk sudut ruang dimana terdapat sebuah kamar mandi.
Fakhri segera menuju kesana untuk buang hajat dan mencuci wajah.
Ketika keluar kamar mandi Fakhri tak mendapati Keinara ada dikamar. Ternyata orang yang dicarinya ada diteras sedang asik bermain ponsel.
“Aku langsung pulang ya Kei....”
“Ya mas, terima kasih dah nganterin.”
“Enggak ada basa basinya, nyuruh duduk dulu kek, atau minum dulu, dipamitin langsung iya iya aja."
“Ha..ha...maaf mas. Yah abis dah malam si, tapi kalau mas mau duduk dulu atau mau minum dulu ya gak papa. Silahkan. Aku bikinin minum.”
“Enggak usah, aku langsung pulang aja. Kamu istirahat ya, jaga kesehatan. Besok kuliah atau kerja?."
“Kerja mas, masih libur. Minggu depan sudah mulai kuliah.”
"Oke..aku pulang ya Kei."
“Ya mas, makasih dah dianterin. Eh mas Fakhri enggak jadi ke rumah Cinta?."
“Enggak jadi Kei, ada temen yang ngajak nongkrong."
“Oh....ya mas, sekali lagi terima kasih."
“Sama-sama Kei.”
“Hati-hati dijalan.”
Fakhri menjawab dengan anggukan dibarengi senyuman manis. Fakhri kemudian masuk kedalam mobil, dan duduk dibelakang kemudi. Keinara berdiri di pintu gerbang yang jaraknya tak jauh dari mobil Fakhri.
“Kei....”
Fakhri memanggil Kei dari dalam mobil. Kei lalu mendekat
“Ada pa mas?."
“Ini susu beruang buat kamu, biar badan kamu fit.” Ucap Fakhri sembari memberikan kantong plastik yang berisi susu.
Kei mengambil kantong plastik dari tangan Fakhri. Tanpa diduga saat tangan mereka bersentuhan, tangan Fakhri malah menggenggam tangan Kei dan mencium bagian punggungnyaa. Kei terhenyak dengan wajah memerah. Sang pelaku hanya tersenyum , dan melajukan mobilnya sebelum dapat respon dari Kei .
“Ya alloh, mas Fakhri iseng banget sih....bikin aku baper aja. Kalau sering dibaperin begini, bisa bisa aku jadi jatuh cinta sama dia. Uh dasar laki-laki tengil....pantas pacarnya banyak, pinter banget bikin hati cewek meleleh” Ucap Kei kesal, tapi dengan wajah tersenyum dan merona merah. Kei masuk kedalam kamarnya, merebahkan badannya di kasur.
“Ting....”
Ponselnya berbunyi. Ada pesan masuk dari Fakhri.
“Tangan kamu wangi Kei...bikin ketagihan 😁🥰”
Kei membalas dengan emot tangan terkepal mengancam.
“Ha..ha.... Met bobo, mimpi yang indah....”
Wajahnya kembali bersemu merah dengan senyum yang tak kunjung memudar.
“Makasih susunya mas.“
“(Stiker gambar jempol )“
Keinara menutup ponselnya. Waktu sudah menujukan hampir jam sepuluh malam. Kei mencoba memejamkan matanya, tapi kebersamaannya dengan Fakhri membuat matanya tak bisa terpejam. Bibirnyapun tak bisa lepas dari senyuman.
“Pokoknya aku nggak boleh jatuh cinta sama mas Fakhri”
__ADS_1
Gadis itu kembali mengingatkan dirinya, bahwa dirinya dan Fakhri berbeda. Seandainya ia jatuh cinta pada Fakhri, maka ia akan memilih mengubur dalam-dalam perasan cintanya, karena ia tidak siap sakit hati untuk yang kedua kali.