Cinta Keinara

Cinta Keinara
Air Mata Fakhri


__ADS_3

“Masuk...enggak...masuk....enggak....” Kira-kira begitulah yang ada di pikiran Fakhri. Saat dia bingung harus bagaimana untuk bisa bertemu kekasihnya yang masih ada di dalam gedung pesta.


CEO ganteng itu akhirnya memutuskan untuk masuk kedalam gedung itu lagi.  Matanya menyapu seluruh ruang pesta, mencari keberadaan gadisnya. Belum sempat ia meihat wajah Keinara, wajah Devan telah lebih dulu menyapanya.


“Bukankah kamu tadi sudah pergi?.” Ujar Devan yang heran dengan kemunculan Fakhri.


“Kamu lihat Keinara di mana?.” Tanya Fakhri sembari mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang. Tapi tidak kewajah Devan yang dibuatnya heran, karena dirinya mencari Keinara.


“Hem....aku tidak tau. Terakhir aku melihatnya saat perempuan yang mengaku pacar kamu itu, hampir membuatnya terjatuh.”


“Perempuan itu bukan pacar aku...!” Jawab Fakhri enteng.


“Terus kanapa dia bersama kamu?.”


“Udah...jangan banyak tanya. Aku harus ketemu Keinara sekarang.”


“Ya udah sana cari....yang pasti aku tidak melihatnya sejak tadi.”


Fakhri meninggalkan Devan begitu saja. Langkah Fakhri sempat terhenti ketika melihat gadis yang beberapa hari yang lalu menamparnya.


“Jka aku tanya ke dia, pasti dia tidak akan jawab, yang ada aku malah kena tamparnya lagi bahkan mungkin lebih parah dari itu.” Pikir Fakhri yang mengurungkan niatnya. Menghindari keributan yang mungkin saja terjadi, mengingat bagaiamana gadis itu sangat marah padanya waktu itu.Akhirny di putuskan untuk mencari Keinara sendiri. Fakhri mencari Keinara di ruang lain yang ada di gedung itu.


“Kei....” Panggil Fakhri saat melihat Keinara baru saja keluar dari toilet.


Wajah Keinara seketika berubah. Inginnya dia segera pergi dari tempat itu, tapi pintu keluar tertutup oleh tubuh Fakhri yang berdiri tepat di depan pintu ruang yang berisi beberapa toilet itu.


Mata keduanya bertemu. Rasa hangat menjamah batin Keinara melihat tatapan Fakhri. Tatapan yang pernah ia lihat saat Fakhri menyatakan cintanya.


“Kei.....” Panggil Fakhri lagi. Perlahan ia mendekati Keinara yang berdiri mematung dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.Keinara terdiam dan tak menolak saat Fakhri mendekati dan memeluknya.


Beberapa kali Keinara tampak mengerjapkan matanya, kemudian mendorong tubuh pria itu sampai tubuh Fakhri terhuyung beberpa langkah kebelakang.


“Lepas....!!!” Ucap Keinara dengan nada agak tinggi. Tanpa bicara lagi gadis itu keluar dari ruangan itu melewati Fakhri yang masih menatapnya.


“Kei...tunggu....!”


Fakhri berusaha mengejar kekasihnya yang tak menggubris panggilannya. Hingga Akhirnya ia mampu memegang salah satu tangan gadis itu. Dan membawanya kebelakang gedung.


“Lepas.....!” Pinta gadis yang mulai meneteskan air mata . Ia berusaha melepas tangan Fakhri yang memegangi pergelangan tangannya.


“Kei......jangan seperti ini. Aku hanya ingin bicara sebentar sama kamu.”

__ADS_1


“Bicara apa....! apa kamu ingin memperjelas hubunganmu dengan wanita itu padaku!. Tidak perlu mas...karena aku sudah sangat tau dan aku juga sudah tau apa arti diriku bagimu saat ini. Mas tidak usah khawatir aku akan mengganggu hubunganmu dengan wanita itu. Aku tidak akan menjadi orang ketiga di antara kalian....dan....”


“Kei.....! Cukup.....Aku mengaku salah telah menghadirkan Bela di tengah hubungan kita. Aku minta maaf. Tapi tolong beri aku kesempatan menjelaskan yang sebenarnya terjadi!.”


“Jangan menjelaskan apapun mas, karena itu tidak kan merubah apapun. Hatiku sudah terlanjur sakit, hatiku sudah hancur...dengan semua yang kamu lakukan padaku. Kau tau mas....betapa aku terpuruk saat itu, melihat kamu terbaring tak berdaya. Berhari hari aku menunggumu pulih,dengan doa yang selalu aku panjatkan dalam setiap sujudku. Hari-hari yang kulalui tanpamu terasa begituberat. Aku menderita tanpa kamu disisiku mas....aku sangat menderita.....Tapi apa, setelah Tuhan mengabulkan doaku, kesembuhanmu ternyata bukan untukku. Kau tak kembali kesisiku. Kau malah mengabaikanku...kau tak peduli lagi denganku.....kau bahkan tak peduli saat aku mengucapakan rindu, kamu tak peduli saat aku bilang aku butuh kamu....Kamu meninggalkan aku mas.....kau hianati cintaku.....sakit...mas....sakit....hik..hik.....”


Semua rasa yang ada kini tertumpah bersamaan dengan airmata yang membanjiri pipinya. Fakhri berdiri terpaku melihat kekasihnya ternyata begitu menderita karena perbuatannya. Satu kesalahan yang ia lakukan nyatanya


membuat hati yang harusanya ia jaga, kini hancur.


“Kalau mas tak mencintai aku lagi, seharusnya mas katakan sejak awal. Jangan membiarkan aku menantimu, jangan biarkan aku mengharapkanmu, jangan terus membiarkanku merindukanmu....Sehingga aku tak harus merasakan sakit yang sesakit ini....hik....hik....kamu jahat mas...jahat....hik..hik....!!!”


Fakhri menggerakan kakinya mendekati Keinara. Meraih tangan gadis itu tapi languung di tolak oleh Keinara.


Fakhri tak mampu berucap apapun. Ia hanya mampu memandangi gadis didepannya dengan tatapan bersalah. Menyesal seolah tidak ada gunanya,tak akan memulihkan hati Keinara yang telah hancur.


“Kei maaf aku....aku mengaku salah telah mengabaikanmu, aku salah telah menghianatimu. Tapi aku punya alasannya..”


“Alasannya karena kamu tidak mencintaiku lagi....karena ada wanita lain di hatimu...itu kan alasannya!.”


“Bukan...bukan itu Kei....”


“Kei, tolong dengarkan aku sekali ini saj. Aku mohon.”


“Maaf mas....aku tidak bisa.”


“Kei...tunggu....!!” teriak Fakhri ketika Keinara beranjak pergi sebelum ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, sampai ia bisa menyakiti Keinara.


Keinara terus berlalu.


“Kei...aku mencintaimu...aku menyayangimu....Kei.....!!!” Teriak Fakhri dan sempat membuat Keinara terhenti dan menoleh. Tapi detik berikutnya ia kembali mengayun langkahnya.


Ungkapan cinta akhirnya keluar dari mulut Fakhri. Rasa yang selama ini seolah tertutup oleh tabir yang begitu gelap. Rasa sangat mencintai kepada Keinara telah kembali pria itu rasakan , Rasa yang sama yang ia rasakan sebelum amnesia mengambil ingatannya. Namun begitu, cerita indah yang ia cipta dengan Keinara, masih belum kembali ke dalam ingatannya.


Sang CEO kini hanya mampu berdiri termangu. Menatap kepergian kekasih hatinya yang mungkin tak peduli lagi dengan perasaannya, yang mungkin juga telah membencinya. Dirinya sadar, begitu besar luka yang ada dalam


hati gadis itu karena perbuatannya.


“Kei....maafkan aku, aku salah...aku yang salah....tolong maafkan aku. Sungguh....aku tak bermaksud untuk menyakitimu.” Gumam Fakhri dengan mata berkaca-kaca. Beberapa kali ia mengusap matanya, mata yang makin di genangi oleh air mata.


Tangis tanpa suara Fakhri mengundang iba seorang Devan. Yang tengah berdiri tidak jauh dari pria itu. Pertama kali selama ia mengenal Fakhri, ia baru melihat Fakhri meneteskan air mata untuk seorang wanita.

__ADS_1


“Apa yang terjadi antara Fakhri dan Keinara. Sampai keduanya sama-sama tampak  terpuruk seperti ini.”


Pikir Devan. Membuatnya semakin penasaran.


Devan berlalu dari tempatnya, membiarkan Fakhri dengan perasaannya.


Sementara Keinara masih terisak di dalam salah satu toilet. Ia gagal menepati janjinya untuk tidak menangis karena kekasihnya. Bahkan sekarang ia sulit menghentikan air matanya dan dadanya makin terasa sesak. Bayangan wajah kekasihnya tak mau lepas dari ingatannya.


Ungkapan cinta Fakhri yang tulus dan benar adanya,  yang keinara dengar beberapa waktu lalu memang


mengusik hati kecilnya.Tapi karena sakit dan kecewa yang terlanjur menguasai hati gadis itu , membuatnya tak mampu merasakan ketulusan itu.  Gadis itu menganggap ungkapan itu hanya pemanis bibir untuk menutupi kesalahan yang telah  Fakhri perbuat padanya.


Keinara akhirya bisa menghentikan tangisnya. Keluar dari tempat yang menjadi saksi kepedihannya saat itu.  Namun matanya yang sembab lagi-lagi harus bertatapan dengan mata pria yang baru saja membuatnya menangis. Mata yang juga sembab menatap penuh cinta kearahnya. Sempat menggetarkan hati Keinara  tapi ia mengabaikannya.


Tanpa sepatah kata Keinara beranjak meninggalkan kekasihnya, yang baru saja hendak melangkah mendekatinya.


“Kei......!” Panggil Fakhri yang masih berusaha untuk memberitahu tentang kondisinya. Kondisinya  yang menjadi sebab atas semua yang terjadi diantara mereka. Namun Keinara tak memberinya kesempatan.


Rupanya Fakhri harus bersabar diri menghadapi sikap Keinara. Sikap yang berasal dari sebuah kekecewaan atas perbuatan yang telah Fakhri lakukan pada gadis itu.


Pria itu akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Membawa segala rasa yang ada.


“Kamu dari mana Kei?” Tanya Dewi yang memang sedang mencari keberadaan sahabatnya itu.


“Dari toilet...” Jawab Keinara singkat.


“Apa yang terjadi?.” Dewi di buat penasaran dengan mata sembab milik gadis di depannya.


“Aku ketemu mas Fakhri.”


“Sudah ku duga. Apa dia bersama wanita selingkuhannya?.”


“Tidak...dia sendirian.”


“Apa yang dia lakukan sama kamu.?”


“Nanti aku ceritakan di rumah. “


“Oke....kita pulang sekarang. Aku sudah bilang ke mama untuk pulang duluan. Karena tamunya juga sudah tidak sebanyak tadi.”


Keduanya melangkah keluar gedung setelah berganti pakaian dan segera meninggalkan tempat itu. Tempat yang menjadi saksi bertemunya sepasang kekasih  yang tengah di uji kekuatan cintanya.

__ADS_1


__ADS_2