Cinta Keinara

Cinta Keinara
Ciuman Pertama


__ADS_3

Apa yang ia dengar dari mulut Fakhri, begitu mengejutkan.Keinara tak pernah menyangka perubahan sikap Fakhri selama ini karena pria ituamnesia.Tidak seperti dugaannya yang menganggap pria itu telah bosan dengan dirinya dan sengaja meninggalkannya demi wanita lain.


Meski menyayangkan sikap Fakhri, yang tak berterus terang sejak awal tentang kondisinya, Keinara tetap merasa bahagia karena pria yang dicintainya telah kembali seperti dulu. Sakit hati dan kecewa terhapus begitu saja.


“Yang.....” Fakhri menyentuh pipi Keinara untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


“Hem....” Sahut Keinara  seraya menoleh.


“Kamu mau kan, maafin aku?.” Tanya Fakhri dengan raut memohon.


Setelah menarik nafas panjang dan merasa tak punya alasan untuk tidak memaafkan Fakhri, Keinara menganggukkan kepalanya tanpa ragu. Memaafkan semua kesalahan Fakhri,yang sempat membuatnya sangat terluka hingga ia terpuruk.


“Apa itu artinya kamu mau kembali padaku?.”


Keinara tertunduk diam. Ia  ingin mengatakan sesuatu, tapi ia tampak ragu.Sementara Fakhri ingin segera mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Tak sabar menunggu, akhirnya ia  mendekati tubuh gadis yang duduk di sebelahnya, dan mendaratkan kelima jarinya di dagu Keinara.Sedikit mengangkatnya hingga wajah yang merona merah  terlihat jelas di netranya.


“Kok diam....Apa perlu aku sentuh bibirnya biar bisa terbuka?” Ucap Fakhri yang kemudian mendekatkan wajahnya kearah bibir yang sudah ditutup dengan tangan oleh pemiliknya. Tak menyerah, Fakhri berusaha menyingkirkan tangan itu namun sebelum usahanya berhasil, sebuah suara mengagetkan keduanya.


“Tok...tok....” Pria berseragam tengah berdiri di luar pintu mobil. Mengetuk pintu beberapa kali. Fakhri membuka kaca pintu hingga terbuka penuh.


“Selamat malam mas dan mbak..” Sapa pria berseragam yang merupakan salah satu anggota satpol PP yang sedang bertugas.


“Selamat malam pak...ada apa ya?.” Jawab Fakhri yang masih kaget dengan keberadaan petugas itu.


“Bisa lihat KTP anda berdua?.”


Deg....keduanya akhirnya sadar, kenapa petugas itu sekarang  ada di depan mereka.


“Bisa pak sebentar..”


Keduanya lalu menyerahkan KTP mereka. dan langsung diperiksa oleh petugas.


“Mas Fakhri dan Mbak Keinara bukan suami istri?.”


“Bukan pak..Masih calon suami istri.”Ucapan Fakhri membuat mata Keinara membulat.


“Mas Fakhri pendatang?”


“Ia pak betul!.”


“Kalau boleh tau sedang apa anda berdua disini?.”


“Kami hanya sedang berbincang......”Jawab Fakhri dengan santainya .


“Kalau hanya untuk berbincang, sebaiknya kalian turun dan duduk di sana...” Ucap petugas yang kemudian menunjukan sebuah gasebo dengan beberapa kursi yang terletak di pinggir alun-alun.


“Oh .....iya pak...”


“Kalau masih mau berbincang silahkan anda turun sekarang,tapi kalau tidak silahkan mas Fakhri antar mbak Keinara pulang ke rumahnya.”

__ADS_1


“Oh baik pak...sepertinya kami akan pulang saja.”


“Oh....baiklah. Ini KTPnya saya kembalikan. Lain kali jangan berduaan di dalam mobil dan di tempat remang-remang seperti ini lagi.” Ucap petugas itu lagi, mengingatkan. Karena ia sempat mengintip dan melihat apa yang


sedang dua muda mudi itu lakukan di dalam mobil, ketika sedang melaksanakan tugasnya.


“Iya pak...maaf...Kalau begitu kami permisi pak.”


“Silahkan....!”.


Fakhri langsung menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari tempat itu. Keduanya tertawa setelah menyadari mereka telah menjadi objek razia.


“Untung ada petugas..” Ucap Keinara merasa senang. Jika tidak mungkin ciuman pertamanya sudah hilang di ambil Fakhri.


“Seneng banget kena razia...?!.” Ujar Fakhri melihat Keinara  yang ternyum senang.


“Ya dong... karena Petugas itu menyelamatkan aku dari pria mesum seperti kamu.....!!.” Ucap Keinara  yang kemudian tertawa merasa menang.


“Memang sudah merasa selamat?.”


Keinara seketika merapatkan tubuhnya ke pintu mobil. Ia paham apa yang ada dipikiran Fakhri.


“Jangan macem-macem ya mas....!!.” Ucap Keinara karena Fakhri mencoba meraih tubuhnya dengan satu tangannya.


Sikap Keinara mengundang tawa Fakhri dan membuatnya gemas.


“Oh ya...kamu tadi belum jawab pertanyaanku.!” Tanya Fakhri.


“Pertanyaan yang mana..?!.” Jawab Keinara pura-pura lupa.


“Mau aku cium biar ingat ?!.”


“Ishh...senengnya ngancem...”


Fakhri menepikan mobilnya dan mematikan semua lampu yang semula menyala sehingga suasana menjadi gelap gulita. Dan Keinara sangatlah takut dengan gelap.


“Mas.....!!!” Teriak Keinara seketika terdengar panik.“Nyalain lampunya!!.”


Dalam gelap Fakhri tersenyum dan membiarkan gadis di sebelahnya ketakutan. Namun Fakhri akhirnya menyambut tangan Keinara yang tengah meraba-raba, dan langsung menarik tubuh gadis itu kedalam pelukan.


“Mas seneng banget sih bikin aku takut.” Keinara tampak kesal pada pria yang sedang memeluknya.”Nyalain lampunya mas.....sekarang....!!” Pinta gadis itu yang  hampir menangis saking takutnya.


Bukannya menuruti keinginan Keinara, pria yang sudah lama penasaran dengan rasa bibir gadis itu, tanpa minta ijin langsung mengarahkan bibirnya ke wajah Keinara  dan mendarat sempurna di bagian bibir meski kondisi gelap.


Seketika tubuh gadis dalam pelukan Fakhri menegang. Saat ia merasakan ada sensasi aneh yang muncul dalam tubuhnya di sertai detak jantung yang tiba-tiba berubah menjadi begitu cepat. Gerakan yang tiba-tiba dari Fakhri


membuat Keinara terkejut dan tak sempat menghindar. Apa lagi tangan Fakhri mendorong tengkuknya dengan kuat.


Tak ada gerakan apapun dari keduanya. Hanya bibir Fakhri yang mulai bergerak pelan ******* bibir Keinara yang ia rasakan begitu manis.

__ADS_1


Sempat terlena , sebelum akhirnya Keinara tersadar dan segera menarik tubuhnya. Namun tangan Fakhri lebih kuat dari gerakannya, sehingga tubuhnya tetap berada didada pria itu. Hanya bibirnya yang kini telah bebas .


Dua dahi bertemu dengan nafas yang memburu.“Maaf sayang....Aku tak bisa mengendalikan diriku.” Bisik Fakhri dengan detak jantung yang berdetak melebihi biasanya . Ada  sedikit rasa khawatir kekasihnya akan marah.


Ia menyalakan lampu depan kendaraannya, dan susana dalam mobil menjadi remang-remang. Meski remang-remang kedua orang itu masih bisa melihat jelas bagaimana raut wajah yang ada didepannya.


Kedua pasang bola mata saling menatap dengan perasaan yang sulit tergambarkan.Tatapan yang begitu dalam penuh cinta.


Tangan Fakhri membelai lembut pipi gadis yang ia tahan dalam pelukannya.


“Sekali lagi aku tanya, kamu mau kan kembali padaku?.menjadi kekasihku dan esok menjadi istriku?.”


“Kamu masih menanyakan itu setelah kamu ambil ciuman pertamaku waktu itu dan tadi....!Issh....!!”Ucap Keinara kesal karena Fakhri masih menanyakan hal yang sama, yang seharusnya ia sudah tau jawabannya.


“Heh...ciuman pertama?.” Merasa kaget dan bangga karena menjadi yang pertama.


Keinara mengangguk.”Dan sekarang bibirku sudah ternoda dua kali...heh....”Dengan raut kesal dan berusaha melepas pelukan Fakhri.


Bukannya melepas, pria itu malah makin mengencangkan pelukannya .


“Ha...ha...ha.....maaf......”merasa geli dengan ucapan kekasihnya.”Begini aja dulu ya...aku kangen dengan suasana seperti ini.” Ucap Fakhri yang dalam hatinya tengah bersyukur dengan bersatunya mereka kembali.


“Karena aku yang sudah mengambil ciuman pertamamu, maka aku pastikan aku yang akan menjadi suamimu.” Ucap Fakhri menegaskan.”Dan makasih telah mencintaiku..... Saat ini aku merasa menjadi lelaki yang paling bahagia karena  bisa memiliki kamu. Kamu sempurna.Tak salah aku memilih kamu menjadi pelabuhan cinta terakhirku. Aku janji tidak akan pernah menyakiti kamu lagi. Terima kasih sayang....aku sangat mencintaimu” Ucap Fakhri yang kini diliputi rasa bahagia.


“Mas yakin tidak akan menyakiti aku lagi, nggak akan selingkuh lagi....?!.”


“Yakin....! Kenapa? kamu meragukan ucapanku?.”


Keinara hanya tersenyum,dia ingat kekasihnya pernah bergelar pria play boy.


Ia melepas pelukannya dan mengambil sebuah cincin dari dalam laci mobilnya. Cincin berhias berlian yang dua minggu lalu Keinara  kembalikan padanya.


“Keinara Rakhma Damayanti, maukah kau menikah denganku...menjadi istriku dan menemaniku menjadi orang tua untuk anak-anak kita nanti?.” Ucap Fakhri dengan wajah yang serius melamar.  Agar kaekasihnya itu yakin bahwa ia benar-benar ingin menjadikannya satu-satunya ratu dalam hidupnya.


Tanpa ragu Keinara menganggukkan kepalanya, diiringi senyuman dan rona merah di pipinya.


Cincin yang sempat terlepas dari jari keinara kini telah kembali bertahta disana, menjadi pengikat dua hati yang telah siap dan sepakat untuk melangkah bersama merajut asa.


Senyum merekah di wajah keduanya. Sebuah kecupan mendarat sempurna di kening Keinara. Kecupan kasih sayang dari seotrang yang telah meminangnya.


“Mas.....sebaiknya kita pulang. Takut mama dan bapak menunggu kita.” Menyadari malam yang mulai larut.


“Sebentar lagi yah.....” Tangan Fakhri berusaha meraih tengkuk Keinara.


“Mass......!!!.” Teriak Keinara dengan mata melotot kesal.


“Aww.......” Kini Fakhri yang berteriak menahan sakit di pergelangan tangannya karena ulah sang kekasih yang kesal, sehingga sampai menancapkan giginya disana.


“Huh.....bisa nggak sih nggak mesum........” Keinara tampak begitu kesal dan memilih jaga jarak dengan Fakhri.

__ADS_1


Pria itu hanya tertawa dan kemudian melajukan kembali kendaraannya.


__ADS_2