
Mampir ke novel ke dua ku ya reader, berkisah tentang seorang pria yang berjuang menaklukan hati wanita yang telah ia renggut kehormatannya.
Pokoknya seru dech......masih on going
✏✏
Menaklukan Mentari
Bab.8 Tanggung Jawab
Disaat Mentari tengah berusaha menerima kenyataan yang terjadi dengan dirinya, dua sahabatnya Sandra dan Dinda ternyata tidak mudah menerima perbuatan Rayyan Arga. Mereka menyimpan amarah untuk pria itu. Dan mereka tidak akan membiarkan pria itu hidup tenang setelah apa yang pria itu lakukan pada sahabatnya.
Bukan hal yang sulit bagi Sandra dan Dinda untuk bisa menemukan tempat dimana Rayyan Arga bisa ditemui. Saat hari beranjak sore, Sandra dan Dinda sudah berada di gedung megah berlantai lima,yang merupakan kantor perusahaan milik Rayyan Arga.Tanpa keraguan dua sahabat beda profesi itu masuk kelobi kantor dan menemui seorang wanita di meja resepsionis.
“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu mbak.” Sapa si resepsionis.
“Saya ingin bertemu dengan Tuan Rayyan Arga, kami sahabat dari pacarnya, Nania.” Jawab Dinda terpaksa berbohong
“Oh....apa anda sudah buat janji sebelumnya?.”
“Belum...kami belum sempat membuat janji karena ini mendadak. Dan ini ada hubungannya dengan Nania. Jadi kami butuh segera bertemu dengan bos anda.”Jawab Sandra berbohong juga.
“Oh.....baiklah. Sebentar ya mbak,saya konfirmasi dulu ke sekertaisnya.”
Setelah menunggu,akhirnya pegawai resepsionis mempersilahkan Dinda dan Sandra untuk bertemu dengan Rayyan Arga.
“Silahkan anda menuju kelantai lima.Ruang Direktur berada di sebelah kanan paling ujung.”
Dinda dan Sandra bergegas menuju lantai lima menggunakan lift. Sampai di tujuan Sandra dan Dinda disambut oleh seorang wanita cantik yeng merupakan sekertaris Rayyan.
“Anda berdua temannya Nona Nania?.”Tanya sang Sekertaris.
“Iya betul.” Jawab kedua gadis itu kompak.
“Baik...mari saya antar menemui Pak Rayyan.”
Dinda dan Sandra mengikuti langkah wanita, yang memliki nama Cika. Setelah Cika memberitahu Bosnya tentang
kehadiran dua sahabat Nania, akhirnya mereka berdua di persilahkan masuk.
“Selamat siang tuan Rayan Arga.”Sapa Sandra yang sempat terkesima melihat ketampanan pria yang selama ini hanya bisa ia lihat di layar kaca.
“Selamat siang, silahkan duduk.”Jawab Rayyan yang merasa baru kenal dengan dua gadis yang ada didepannya.
Dinda dan Sandra duduk di kursi yang disediakan untuk tamu. Beberapa saat kemudian, Rayyan bangkit dari kursi
__ADS_1
kebesarannya, untuk menemani tamunya.
“Sekertaris saya tadi bilang kalau kalian itu sahabatnya Nania?”
Dinda dan Sandra saling berpandangan, tapi didetik berikutnya Sandra menunjukan foto yang terdapat di
ponselnya.
“Anda kenal dengan gadis ini tuan Arga?.”
Rayan memperhatiakn foto itu dengan seksama, pria yang merupakan anak sulung dari dua bersaudara itu tampak
terkejut.Namun ia berusaha menutupi keterkejutannya.
“Saya tidak mengenal gadis ini,wajahnya memang mirip dengan pacar saya Nania, tapi aku sama sekali tak
mengenalnya”
“Saya percaya anda tek mengenalnya dan saya juga percaya kalau andalah yang semalam telah merenggut kesucian gadis ini.”Ucap Dinda sinis. Wajah Rayyan kembali menunjukan keterkejutannya, tapi ia berusaha tenang.
“Apa yang anda ucapkan nona, saya tidak tau maksud anda.”
Sandra tampak mulai emosi, tapi Dinda memberi kode agar sahabatnya itu tetap tenang.
“Kalau boleh saya tau, apakah anda punya penyakit pikun? Sehingga anda lupa apa yang telah anda lakukan pada
seorang wanita di aparteman anda semalam?.” Ucap sandra yang berusaha mengontrol emosinya.
“Kami tidak seperti anda tuan Arga,yang numpang tenar dengan popularitas pacar anda.” Sahut Dinda dengan nada
mengejek.
Wajah Rayyan seketika memerah.
“Jangan asal bicara nona...!” Rayyan mulai dikuasai amarah setelah diejek gadis yang tak ia kenal sama sekali.
“Jaga emosi anda Tuan Arga. Jika apa yang teman saya katakan tidak benar, sebaiknya anda tidak marah. Dan kedatangankami bukan untuk mengulik popularitas anda. Tapi kami ingin meminta tanggung jawab anda.”
“Tanggung jawab apa..!.”
“ Anda benar-benar tidak mau mengaku?”
“Tidak, karena aku tidak melakukan apapun pada gadis itu, karena saya juga tak mengenalnya.”
“Baik , kalau begitu bersiaplah untuk menjadi sumber berita setelah kemarin pacar anda yang meninggal karena
over dosis. Besok saya pastikan wajah anda kan muncul di berbagai media,sebagai pelaku pemerkosaan.”
__ADS_1
“Hai..!!!anda menggertak saya!!!.”
“Tidak apa yang saya ucapkan bukan gertakan, tapi kami memang akan melakukan itu. Biar semua orang tau, kalau seorang direktur perusahan ternama telah menjadi pemerkosa. Tunggu saja...dalam hitungan jam, nama anda akan menjadi perbincangan.”
“Anda tak punya bukti untuk untuk menguatkan tuduhan anda.”
“Ha..ha....bukti. Baik, perhatikan ini.Sandra ayo tunjukan pada Pak Direktur buktinya.”
Sandra kemudian menujukan sebuah vidio dimana Rayan tengah berjalan sempoyongan bersama satpam yang menggendong Mentari.Video itu di ambil dari rekaman CCTV yang ada di apertemen Rayan.Dengan mengelabui satpam dan petugas,Sandra berhasil mengkopinya.
Rayan terkejut melihat tayangan di vidio. Ia tak mampu berkutik lagi karena dalam video itu wajahnya dan wajah
mentari terlihat jelas.
“Bagaimana tuan Rayan, masih mau mengelak”Ucap Sandra dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya.
“Apa yang kalian inginkan?” Tanya Rayan pasrah karena tak bisa lagi mengelak.
“ Bagus...akhirnya anda mengaku.Kami hanya ingin anda bertanggung jawab. “ Ucap Dinda tegas.
“Niat saya untuk bertanggung jawab,sudah di tolak oleh gadis itu semalam. Dia menolak pemberian cek dari saya yang nilainya cukup besar”
“Anda kira uang anda bisa mengembalikan apa yang telah hlang dari gadis itu. Anda salah besar tuan. Gadis
itu bukan manusia mata duitan seperti anda.Kehormatannya tidak bisa dibeli dengan apapun.”
“Lantas apa keinginan kalian?.”
“Nikahi gadis itu.”Ucap Sandra tegas.
“Hah....tidak...aku tidak mau menikahinya” Rayan dengan bersuara keras menolak permintaan Sandra.”Saya tak
mungkin menikahi gadis yang tidak saya kenal, dan tidak selevel dengan saya.Apa kata dunia, jika saya yang seorang direktur dari kelas atas menikahi seorang gadis dari kalangan bawah.Tidak,saya tidak mau...!”
“Sombong sekali anda ck...ck....”Ucap Dinda, geleng-geleng kepala.
“Baiklah saya tidak akan memaksa anda...tapi jangan salahkan saya kalau esok reputasi anda akan hancur. Dan
sampai ketemu di kantor polisi karena saya punya banyak bukti untuk bisa memasukan anda ke bui. Ayo Din...kita pergi dari tempat ini. Sebelum tendangan mautku merusak masa depannya”
Dinda dan Sandra bangkit dari duduknya.
“Kami tidak main-main dengan ucapan kami pak direktur yang terhormat.” Ucap Sandra sebelum melngkah keluar. Sebelum kedua gadis itu benar-benar keluar, Rayyan bersuara.
“Tunggu...beri saya waktu untuk memikirkannya!!.”
Sandra dan Dinda bertatapan dengan senyum di bibir mereka. Ternyata ancaman mereka mampu membuat Rayyan berubah pikiran.
__ADS_1
“Baik, saya beri waktu anda satu kali dua puluh empat jam. Hubungi saya saat anda sudah siap menikahi sahabat
saya. Anda tau resikonya jika anda tetap dengan pendirian anda.” Ucap Sandra sembari menuliskan nomor ponselnya di secarik kertas yang dia ambil dari mejaRayan. Dua sahabat itu kemudian berlalu dari gedung milik Rayyan dengan perasaan lega, meski masih ada kekhawatiran Rayyan berubah pikiran lagi.