Cinta Keinara

Cinta Keinara
Putus


__ADS_3

Fakhri termenung, sehingga tak menyadari apa yang dilakukan Bela saat Keinara melintas.


“Prank.....” gelas yang ada di atas nampan Keinara berjatuhan, setelah dengan sengaja Bela menjulurkan kakinya saat Keinara melintas, membuat kaki Keinara tersandung.


“Aw......” Teriak Keinara dengan tubuh terhuyung.


Mungkin tubuh Keinara akan jatuh kelantai, jika devan yang hendak menemui Fakhri  tak cepat menangkap tubuh gadis itu.


Suara gelas yang pecah dan teriakan Keinara mengundang perhatian para tamu. Semua memandang kearah sumber suara, mencari tau apa yang terjadi. Devan tampak gerogi dengan jantung berdebar tapi bukan karena jadi pusat perhatian,  tapi karena gadis dalam pelukannya.


Keinara segera menarik tubuhnya begitu menyadari dimana tubuhnya bersadar.


“Maaf kak Devan....” Ucap Keinara dengan wajah memerah.


“Kamu tidak apa-apa?.” Tanya Devan sembari memperhatikan tubuh keinara dari ujung kaki sampai kepala.


“Tidak apa-apa kak...” Jawab Keinara yang kemudian mengalihkan pandangannya ke Bela.


“Apa yang anda lakukan nona?.” Tanya Devan pada Bela, yang dengan jelas ia lihat, jika perempuan itu penyebab Kainara yang hampir terjatuh.


“Memang apa yang saya lakukan...?.” Jawab Bela tanpa merasa bersalah.


“Saya dengan jelas melihat perbuatan anda. Anda sengajakan ingin membuat gadis ini terjatuh?.”


“Hei....jangan asal nuduh ya.!”


“Saya tidak asal menuduh , saya lihat dengan mata kepala saya sendiri perbuatan anda.”


Kali ini Fakhri telah kehabisan kesabarannya pada Bela, sehingga ia memilih pergi dari tempat itu.


“Fakhri....” Teriak Bela memanggil Fakhri yang terus berlalu tanpa peduli dengan teriakannya.


“Hei...mau kemana anda??.”  Devan mencegah Bela yang hendak pergi begitu saja, dengan memegang lengan wanita itu.


“Saya mau menyusul pacar saya....”


Devan nampak kaget dengan pengakuan Bela.


“Pacar Fakhri? terus Keinara...?....apa yang terjadi pada mereka?.” Devan sibuk dengan pikirannya sehingga tak menyadari Bela yang hendak diminta untuk meminta maaf pada Keinara, pergi begitu saja.


“Maaf pak permisi. Saya mau membersihkan pecahan gelas ini.” Ucap seorang pria yang merupakan OB. Devan yang tersentak kemudian meninggalkan tempat itu dan mencari Keinara.


Devan mencari Keinara di tempat partama dia berjumpa dengan gadis itu. Dan ternyata benar gadis itu ada disana. Gadis itu ada dalam pelukan seorang wanita sesama waitress.


Pria yang masih diliputi rasa tak percaya dengan ucapan Bela, memilih menghentikan langkahnya. Memandangi dua wanita itu dari kejauhan.


“Jangan nangis ya Kei, disini banyak orang...malu..”  Ucap Dewi dengan nada bercanda.


Gadis dalam pelukannya memundurkan tubuhnya saat telah merasa lega. Selega hati Dewi karena sang sahabat tak mengeluarkan airmatanya seperti hari sebelumnya.


“Kamu istirahat saja di sini. Aku mau menyelesaikan pekerjaanku dulu.”  Ucap Dewi sembari membetulkan hijab sahabatnya.

__ADS_1


“Aku juga mau menyelesaikan pekerjaanku...”  Balas Keinara yang ingin menunjukkan dirinya baik-baik saja.


“Kamu yakin....?.”


Keinara mengangguk dan beranjak begitu saja ketika Dewi masih berpikir heran dengan sikap dirinya yang tampak lebih tegar dari hari sebelumnya.


“Kak Devan...! Lagi ngapain di situ, kaya patung manekin saja...he..he....”  Ujar Keinara begitu melihat Devan tengah berdiri di depan pintu.


“Heh enak aja, di bilang  patung...!”  Devan memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Keinara.


“Ha....ha.....ya udah deh maaf, saya lanjut kerja dulu ya kak.”


Devan mengangguk, membiarkan gadis yang sebenarnya ingin diajak bicara pergi berlalu.


Dan otaknya belum berhenti memikirkan status hubungan Fakhri dan Keinara, sementara Bela mengaku sebagai pacar Fakhri. Hati kecilnya berharap hubungan Fakhri dan Keinara memang sudah berakhir, sehingga ia bisa menggantikan posisi Fakhri.


Di pakiran gedung.....


“Fakhri tunggu....!”  Teriak Bela memanggil Fakhri yang melangkah tanpa memperdulikannya.


Bela langsung masuk ke dalam mobil Fakhri, begitu pria itu menyalakan mesin kendaraannya.


Wajah Fakhri terlihat sangat menyeramkan, penuh amarah dan kekesalan. Pria itu fokus dengan kemudinya tak peduli dengan wanita di sampingnya. Kecepatan mobil makin naik, mewakili apa yang tengah di rasakan pengemudinya.


“Fakhri...! jangan gila....Fakhri !!!.”  Teriak Bela ketakutan.


Teriakan Bela tak di pedulikan Fakhri, pria itu tetap fokus kejalanan dengan tatapan tajam.  Dan tiba


tiba Fakhri menurunkan kecepatan mobilnya, dan benar-benar berhenti setelah ia menepikan kendaraannya.


“Fakhri...kamu gila apa, menurunkan aku di pinggr jalan seperti ini.”


“Turun....!!!” Suara Fakhri terdengar makin keras.


“Enggak....kamu harus mengantarku sampai rumah. Tapi sebelumnya kamu harus menemaniku ke mall. Kamu sudah janji kan.”


“Kamu turun sendiri, atau aku paksa keluar?.”


“Fakhri, kenapa sih kamu semarah ini sama aku. Pasti gara-gara gadis kampung itu. Iyakan?”


“Iya benar....kalau kamu tidak berbuat seperti tadi pada Keinara, aku tidak akan smerah ini.”


“Hei.....kenapa kamu membela gadis itu, aku pacar kamu Fakhri.”


“Iya...tapi itu tadi. sekarang kamu bukan siapa-siapa aku.”


“Apa maksudmu?.”


“Kita putus!!.”


“Hah....apa!....tidak...aku tidak mau kita putus....!!”

__ADS_1


“Terserah....yang pasti aku tidak mau berhubungan denganmu lagi.”


“Tidak segampang itu Ri, kalau kau memutuskan hubungan kita itu artinya kerjasama kita juga berakhir. dan itu artinya juga perusahaanmu akan alami kerugian.”


“Aku tidak peduli....sama sekali aku tidak peduli dengan kerjasama kita. Sekarang aku minta kamu turun dari mobilku!!.“


“Ri...tolong pikirkan lagi keputusanmu. Aku tidak mau kita berpisah, aku sangat mencintaimu.” Ucap Bela dengan nada memelas.


“Keputusanku  sudah bulat. Maaf....”


“Apa kamu tidak mencintaiku lagi.”


“Sepertinya ia....!!”


“Kamu masih mencintai Keinara.?”


“Bela....kamu tidak berhak lagi bertanya hal pribadiku, karena kamu sekarang bukan siapa-siapa aku.”


Bela terdiam. Tak percaya perbuatannya telah menyebabkan pria disampingnya memutuskan hubungan mereka. Hanya demi sorang Waitress, Fakhri tega meninggalakannya yang merupakan seorang pengusaha yang punya


segalanya. Cinta macam apa yang di miliki Fakhri sehingga ia tak peduli dengan status Keinara.


Melihat Bela terdiam dan tak ada tanda-tanda mau turun dari mobilnya, Fakhri akhirnya melajukan kembali mobilnya. Hati Bela menghangat, karena Fakhri tak lagi menyuruhnya turun.


“Kita ke mall dulu ya...”


Fakhri tak menjawab. Dia terus melajukan kendaraannya tanpa berucap sepatah katapun.


Fakhri memarkirkan mobilnya di parkiran mall. Namun begitu Bela turun, Fakhri langsung melajukan kembali mobilnya meninggalkan Bela yang kemudian merasa kesal dengan Fakhri.


“Fakhri...Fakhri...tunggu...!!!”  Bela berteriak memanggil Fakhri yang terus melajukan kendaraannya.


“Akhhhhhhh.......!!!.” Bela benar-benar kesal sampai ia berteriak hingga suaranya menggema. Tas mewah miliknya jadi sasaran amarah yang menguasai dirinya, sampai isinya berhamburan.


Kisah cinta yang baru berjalan dua mingguan harus kandas begitu saja.  Mimpinya untuk menjadi bagian keluarga Fakhri kandas sudah.


Fakhri merasa lega setelah menurunkan Bela di parkiran mall, dia juga lega karena telah memutuskan hubungan cintanya dengan wanita itu.


Fakhri melajukan mobilnya kembali ketempat Keinara berada. Dia ingin menemui gadisnya dan meminta maaf atas kesalahannya.


Fakhri tak langsung keluar dari mobilnya, pria itu memilih duduk di dalam mobil. sembari menyiapkan mental dan hatinya sebelum menemui wanita yang tentu sedang membencinya.


“Tapi apakah Keinara mau menemuiku.?” Pikir Fakhri.


Fakhri mengambil ponselnya setelah ia berpikir tak mungkin ia menemui Keinara saat gadis itu sedang bekerja. Pria itu akhirnya memutuskan untuk mengirimi Keinara sebuah pesan.


 “ Kei...bisakah kita bertemu?. Aku ingin bicara.”


Pesan terkirim, tapi tak kunjung di baca oleh si penerima. Selang lima belas kemudian pesannya di baca, tapi tak kunjung di balas.  Fakhri akhirnya menghubungi keinara melalui sambungan telefon. Namun sayang nomor ponsel keinara tidak bisa ia hubungi lagi. Karena nomorponseln miliknya di blok oleh gadis itu.


Fakhri memukul stir kemudi, kesal.  Pria itu dibuat frustasi oleh sosok Keinara yang ia sendiri masih  ragu bahwa ia

__ADS_1


mencintai gadis itu bahkan ingatannya tentang gadis itu dan kenangan-kenangannya dengan Keinara belum bisa ia ingat. Tapi anehnya ia merasakan cemburu, khawatir, sakit hati saat tidak dipedulikan dan takut kehilangan akan  gadis itu.


“Maaf Fakhri, aku buat hidupmu serumit itu.” Ucap author iba.


__ADS_2