Cinta Keinara

Cinta Keinara
Mantan yang Meresahkan Part 2


__ADS_3

“Sungguh aku tak menyangka, Gadis kampungan yang sok alim seperti ini menggantikan posisi aku. Buka mata kamu lebar-lebar Fakhri. Apa kelebihan dia di banding aku. Sama sekali tidak ada yang istimewa. Saya yakin dia hanya inginkan harta kamu. dan dia akan melakukan apapun untuk itu, termasuk menyerahkan tubuhnya.


Dasar wanita munafik.”


Sebaris kalimat  yang di lontarkan Diana, sukses membuat mata Keinara mengembun. Bibirnya bergetar seperti sedang menahan sesuatu di dalam sana.


“Diana...jaga mulut kamu, tak pantas kamu berbicara seperti itu pada Keinara. Karena dia tak seperti yang kamu katakan. Jika kamu ingin tau apa kelebihan dia di banding kamu, maka akan aku katakan dia lebih segal-galanya dari kamu. !!!”  Ucap Fakhri yang mulai tersulut emosi.


“Fakhri, aku hanya ingin menyadarkan kamu, bahwa dia tidak pantas buat kamu. Karena hanya aku yang pantas disamping kamu!!.”


Keinara yang merasa telah di rendahkan akhirnya angkat bicara.


“Mbak...aku memang tak pantas untuk mas Fakhri dan aku memang miskin tapi bukan berati aku melakukan hal serendah itu untuk mendapatkan mas Fakhri dan hartanya. Aku tidak  serendah itu.....!! Jika kamu inginkan mas Fakhri silahkan....kau tak perlu merebut atau mengambilnya dariku, karena aku bukan pemiliknya!!”  Suara keinara meninggi. Air mata yang semula hanya berada di sudut mata, kini mengalir di pipi Keinara. Bersamaan dengan


amarah dan kesedihan yang membuncah.


“Kei...”


Panggil Fakhri mendekati Keinara karena air mata gadis itu mengusik sanubarinya. Namun Keinara memundurkan badannya


“Jangan mendekat mas, aku tidak mau wanita itu salah Faham, dan semakin menghinaku. Pergilah selesaikan urusanmu dengannya”


Rasa iba pada Keinara berubah menjadi amarah pada Diana. Dan amarah itu hampir berada di level tertinggi.


“Diana....!!!” teriak Fakhri membentak. Membuat Diana seperti tersengat aliran listrik.


“Rasanya rasa sabarku sudah habis untuk menghadapi kamu, jadi sebelum aku berbuat melebihi batas. Sebaiknya kamu pergi. Dan jangan pernah usik Keinara lagi. Jika kamu melakukan itu, maka kau akan menjadi musuhku. Aku tak akan lagi melihatmua sebagai seorang wanita. Ingat itu!!!!.”


Fakhri memang benar-benar telah kehilangan kesabarannya. Rasa tak terima atas sikap Diana pada gadis pujaannya memaksanya untuk memberikan ancaman . Semata-mata karena ia takut Diana akan menyakiti Keinara lagi.

__ADS_1


Tatapan Fakhri terlihat sangat menakutkan bagi Diana. Gadis itu tak menyangka orang yang pernah mengisi hari-harinya dengan cerita indah, kini telah berani mengancamnya. Dan itu demi wanita lain.


Bukannya pergi, Diana malah berjalan mendekati Keinara.


“Aku akan pergi, tapi sebelumnya aku ingin minta maaf  pada Keinara”.


Ucapan Diana seolahmenghipnotis Fakhri dan lainnya. Sehingga membiarkan Diana terus mendekati Keinara. Saat berada tepat di dekat Keinara, Diana meraih tangan Keinara, bukan untuk bersalaman tapi untuk ia tarik dengan kasar dan menyembunyikannya di balik punggung Keinara. Sementara satu tangan Diana yang lain telah berada di


depan leher Keinara dengan sebuah pisau kecil yang tajam.


“Akh......” Teriak Keinara yang terkejut dengan gerakan Diana yang tiba-tiba. dan tak ada kesempatan Keinara untuk menghindar.


Begitu juga dengan Fakhri dan Dewi. Mereka berdua tak kalah terkejutnya. Apa lagi saat melihat sebuah pisau berada di dekat leher Keinara yang bisa saja mencelakai Keinara sewaktu-waktu jika si pemegang menghendakinya.


Keinara akhirnya memilih pasrah di bawah ancaman Diana. Sesekali ia memohon agar dilepaskan, tapi Diana seolah tak mendengarnya. Sementara sang sahabat hanya bisa memandanginya dengan raut ketakuktan. Tanpa bisa berbuat apa-apa selain memohon pada Diana.


“Mbak , tolong lepaskan sahabat saya. Dia tidak bersalah. Tolong lepaskan....?!”


“Diana....lepaskan Keinara. Kamu jangan gila.” Teriak Fakhri dibalik kekhawatirannya.


“Aku memang sudah gila Fakhri, dan itu karena kamu dan gadis ini.”


“Mbak tolong lepaskan saya...” Keinara kembali memohon.


“Jangan harap aku akan melepaskan kamu.ini akibatnya karena kamu telah berani membuat Fakhri berpaling dariku.”


“Percayalah mbak aku tidak pernah melakukan itu.”


“Kalau kau tidak melakukan itu mana mungkin Fakhri meninggalkan aku hah....!!”  Diana semakin menguatkan cengkramannya, dan piasu  di tangannya telah menepel di leher Keinara, hanya berbatas kain jilbab. Kengerian yang di ciptakan Diana membuat Fakhri semakin khawatir dengan keselamtan Keinara.

__ADS_1


“Diana...apa yang Keinara katakan itu benar. Dia tidak tau apa-apa, bukan dia yang menyebabkan hubungan kita berakhir. Tolong lepaskan Keinara. aku mohon  Diana....”


“Sepertinya kamu sangat mengkhawatirkan gadis ini Fakhri....Kenapa?. Apa karena kau mencintainya?.”


“Jelas aku mengkhawatirkan dia, dan apabila kamu ada di posisi Keinara saat ini, akupun akan engkhawatirkanmu  juga. Karena kalian berdua adalah temanku. Diana...tolong dengarkan aku baik-baik. Aku dan Keinara tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya sebatas teman, tidak lebih. Apa yang kamu pikirkan tentang kami semua tidak benar. Aku tidak pernah meninggalkanmu karena Keinara, dan Keinara tak pernah merebut aku dari kamu.”


Fakhri terus mengalihkan perhatian Diana dengan terus berbicara dan melangkah pelan kearah Diana. Sementara di belakang Diana, seorang pria juga sedang melakukan hal yang sama. Pria bertubuh tegap melangkah dengan sangat pelan, agar keberadaannya tidak disadari oleh wanita di depannya. Saat sudah berada di posisi terdekat


dengan Diana, pria yang merupakan driver ojol dengn cepat merebut pisau yang di pegang Diana dan menjuhkannya dari leher Keinara. Kesempatan itu diguankan Fakhri untuk menarik Keinara menjauh dari Diana.


Ternyata tak mudah bagi driver ojol itu untuk melepaskan pisau dari tangan Diana. Karena Gadis itu tetap menggengamnya erat. Untuk sesaat terjadilah tarik menarik antara Diana dan pria itu. Yang baru berakhir saat si pria merasakan sakit di selangkangannya. Dan membiarkan Diana berlari kearah Keianra dengan pisau masih


di tangannya. Menyadari apa yang akan di lakukan Diana, Fakhri kembali menarik tubuh Keinara untuk melindunginya dari Diana.


“Aakkhhhh.....”


Teriak kesakitan Fakhri mengejutkan orang-orang termasuk Keinara yang sekarang ada dalam pelukan pria itu. Pelukan yang membuat Keinara susah bernafas, karena wajahnya menempel sempurna di dada bidang Fakhri. Pelukan Fakhri ternyata pelukan untuk mengurangi rasa sakit. Keinara belum menyadari apa yang terjadi pada


Fakhri sebenarnya. Keinara baru tau dan terkejut saat ia mendongakkan wajahnya.  Netranya melihat Fakhri sedang meringis kesakitan dan tangan Diana masih menempel di bahu Fakhri dengan pisau tertancap di sana.


Pisau yang Diana tujukan untuk melukai Keinara, malah melukai bahu Fakhri yang mencoba melindungi Keinara. Diana segera mencabut pisau setelah menyadari pisaunya telah salah sasaran. Sesaat wajah Diana tampak panik, namun kemudian ia memilih pergi tanpa ada yang berani mencegah. Karena gadis itu pergi dengan pisau


terhunus dan mengancam orang yang berusaha mencegahnya.


Fakhri melepas pelukannya yang kemudian jatuh terduduk sembari memegangi bahunya yang mulai mengelaarkan cairan merah .


“Mas Fakhri....!!”  Teriak Keinara dan Dewi penuh kekhawatiran. Tanpa tau apa yang harus mereka  lakukan selain meminta tolong pada orang-orang yang sedari tadi berada di tempat itu. Kristal bening terjun bebas dari sudut


mata Keinara karena rasa khawatir yang membuncah.

__ADS_1


Beberapa orang memapah Fakhri menuju ke tempat praktek dokter Dimas yang berada tidak jauh dari tempat Fakhri berada. Kedatangan Fakhri di sambut rentetan pernyataan dari istri dokter Dimas yang merupakan kakak kandung Fakhri. Raut kekhawatiran tergambar jelas dari wajah Fahira setelah melihat banyak darah di bahu adiknya. Wanita itu mulai tenang saat suaminya mengatakan tidak ada yang perlu ia khawatirkan. Karena adiknya akan baik-baik saja. Pernyataan dokter Dimas juga melegakan dada Keinara, yang sejak pertama meihat Fakhri terluka terasa menyempit.


__ADS_2