
Selamat membaca....
🧚‍♂️🧚‍♂️🧚‍♂️
Setelah makanan dan minumannya habis, Fakhri tak langsung beranjak. Karena tiba-tiba Rangga menghubunginya untuk urusan pekerjaan. Setelah menyimpan ponsel dalam saku celana, Fakhri akhirnya meninggalkan tempat itu.
Langkah Fakhri terhenti, saat melihat patung manekin yang menjadi model hijab. Pria itu teringat pujaan hatinya yang juga berhijab. Jadi ia memutuskan untuk masuk ke toko hijab itu, dan membeli beberapa hijab yang menurutnya cocok di pakai oleh gadis itu. Setelah selesai melakukan pembayaran, Fakhri meneruskan langkahnya.
Namun baru beberapa langkah, langkah Fakhri kembali terhenti. Karena gadis yang baru saja ia belikan hijab, sedang duduk didepan sebuah toko sepatu. Gadis itu tampak duduk di kursi tunggu bersandar di dinding kaca.
”Bilangnya mau tidur,tapi ternyata ada di sini." Ujar Fakhri.
Keinara yang hendak tidur setelah berbalas pesan denga Fakhri satu jam lalu, ternyata harus menunda istirahatnya. Karena sang sahabat yang tiba-tiba minta ditemani pergi ke mall. Ada rasa kesal sebenarnya dihati gadis itu.Tapi ia tak bisa menolak ajakan sahabatnya.Tubuh yang lelah setelah seharian bekerja, nyatanya tak bisa di istirahatkan. Dengan menahan lelah, Keinara pergi menemani Dewi. Dan gadis itu memilih duduk di di kursi tunggu, sementara Dewi masuk kedalam toko sendiri untuk membeli barang yang ia butuhkan. Sesekali Keinara menguap karena mengantuk, namun ia berusaha menahannya. Sesekali ia menengok kearah toko dimana Dewi berada, tapi sahabatnya tak kunjung keluar. Gadis itu gelisah kantuknya semakin tak tertahan. Dia tak menyadari kalau tak jauh dari tempatnya duduk, Fakhri sedang memperhatikannya sembari mengetikkan sebuah pesan di posel untuknya.
“Ting.“
Sebuah pesan masuk di ponsel Keinara yang pastinya dari Fakhri.
"Kamu mau tidur di mall Kei." Begitu isi pesan yang datang dari Fakhri.
“ He....he....kok pak Fakhri tau aku lagi di mall?.“
“Ya tau lah...”
“Karena kamu selalu ada di mataku kei.” gumam Fakhri.
Keinara mengedarkan pandangannya.
“Apa pak Fakhri ada di mall ini juga."
Ternyata benar dugaannya. Setelah netranya mencari-cari, akhirnya dia bisa melihat orang yang telah mengiriminya pesan. Tapi belum sempat dia menyapa, tiba-tiba datang seorang pria mendekatinya.
"Hei Kei....udah lama?." Tanya pria itu yang merupakan pacar sahabatnya.
"Hei Ben, udah dari lima belas menit yang lalau, kenapa baru datang?.”
"Maaf, Soalnya pekerjaanku baru kelar. Jadi baru bisa nyusul. Oh ya Dewinya mana?."
Ucap pria berperawakan agak tinggi, dengan rambut ikal.
"Dewi ada didalam. Gih susulin sana, aku mau pulang."
“Eh jangan...nanti bareng kita aja, kita cuma sebentar kok.yah....”
“Kan udah ada kamu?!, tapi ya udah deh cepetan sana, jangan pake lama”
“Iya....” Pacar Dewi yang bernama Beni akhirnya masuk kedalam toko menyusul kekasihnya.
__ADS_1
Keinara teringat kembali dengan Fakhri , namun pria itu sudah tidak ada ditempatnya.
“Mungkin dia sudah pulang.” Pikir Keinara.
Padahal pria itu hanya berpindah tempat sesaat setelah melihat seorang pria mendekati Keinara. Fakhri berdiri di sela sela barisan pakaian yang tergantung, sambil memandangi Keinara. Hatinya sempat resah, dengan apa yang dilihatnya. Namun ketika melihat pria itu pergi masuk kedalam toko, Fakhri merasa heran karena pria itu meninggalkan Keinara sendirian.
“Siapa pria itu.Kalau pria itu pacarnya, terus pria yang aku lihat dulu itu siapanya Keinara. Apa mungkin pria tadi itu hanya temannya, kalu pacar nggak mungkin ninggalin Keinara." Pikir Fakhri.
Fakhri mengambil hpnya lagi dan mengirim pesan ke Keinara saat melihat gadis pujaan hatinya seperti sedang mencari dirinya.
"Lagi nyariin siapa?."
Keinara yang sedang memegang ponsel, langsung membuka pesan yang masuk.
Dan kembali dia menyapukan pandangan kesekelilingnya. Bermaksud mencari Fakhri tapi tak menemukannya. Akhirnya dia membalas pesan Fakhri.
"Nggak nyari siapa-siapa pak he...he..."
"( foto selfi Fakhri ) jangan bohong, kamu lagi nyari orang ini kan?."
"Jadi bapak masih disini?."
Pesan Kei tak kunjung di balas karena ternyata Fakhri sedang berjalan menghampirinya.
“Hei Kei...” Sapa Fakhri ketika sudah berada tepat di depan Keinara yang sedang menatap ponselnya.
“Eh pak Fakhri, habis belanja?.” Tanya Kei yang Melihat Fakhri menenteng sebuah paper bag.
“Oh....sendirian?.”
“Iya....pacar kamu mana, kok kamu sendirian?."
“He...he...pacar yang mana pak?.”
“Itu tadi, cowok yang tadi kesini.”
“Oh....itu pacar temen pak.”
“Oh...pacar temen. Baguslah...” Ujar Fakhri yang merasa lega, hingga keceplosan.
“Kok baguslah....” Keinara merasa heran dengan ucapan Fakhri.
“Ya baguslah...jadi temen kamu sudah ada yang nemenin” Jawab Fakhri untuk menutupi salah ucapnya.
”Yadi aku lihat ada hijab cantik, dan kayaknya cocok buat kamu. Jadi aku beli. Nih buat kamu...”
Fakhri menyodorkan paper bag yang bertulisakan sebuah merk hijab terkenal dengan harga yang lumayan mahal. Hijab itu tak sengaja dibelinya sesaat sebelum ia menemui Keinara.
__ADS_1
“Buat saya??." Tanya Keinara tak percaya.
“Iya buat kamu...itu sebagai ucapan terima kasih aku, karena kamu udah nemenin aku makan siang. Terimalah....” Ujar Fakhri.
Keinara akhirnya menerima pemberian Fakhri.
“Makasih pak...boleh saya buka?."
Fakhri mengangguk. Keinara kemudian membuka paper bag, yang ternyata berisi tiga buah hijab dengan warna dan motif berbeda.
“Kamu suka...?” Tanya Fakhri.
“Ehmmm...suka pak, sekali lagi makasih. Sebenernya bapak tidak usah repot-repot seperti ini."
“Udah nggak papa, dipakai ya.”
“Inn Syaa Alloh....”
Keduanya kemudian saling melempar senyum.
“Pulang yuk...kamu kelihatan lelah."
“Baapak duluan aja, aku nunggu Dewi.”
“Dewi kan sudah ada pacarnya. Jadi kamu ngapain nungguin mereka. Mending kamu pulang istirahat."
Keinara memang ingin sekali pulang,untuk mengistirahatkan tubuhnya.
“Sebentar pak, saya telfon temen saya dulu. Takutnya nanti nyariin.”
Kei langsung menelfon Dewi untuk pamit pulang duluan.
“Mari pak...” Ajak Kei setelah mengabari Dewi, dan kemudian nampak membuka aplikasi taksi online di ponselnya.
“Tidak usah pesen taksi Kei, kita bareng aja naik mobilku. Kebetulan aku mau kerumah Cinta."
“Oh...apa nggak ngrepotin?."
“Ya enggaklah Kei. Aku malah senang jadi ada teman ngobrol di mobil. Udah yuk...”
Fakhri kemudian melangkah diikuti Keinara.
“Makasih ya pak Fakhri, udah beliin hijab dan sekarang mau nganterin aku pulang. Makasih banget...” Ujar Kei dengan senyum merekah, membuat kecantikan Keinara terasa paripurna di mata Fakhri.
“Sama-sama cantik...” Balas Fakhri membuat Kei salah tingkah dengan wajah merona.
“Asli kamu cantik banget Kei.....nggemesin kalau lagi malu gitu.” Gumam Fakhri dalam batinnya.
__ADS_1
Keduanya melangkah berdampingan menuju parkiran mall. Tangan Fakhri terasa gatal, ingiin sekali menggandeng gadis yang ada disampingnya. Tapi ia tak berani melakukannya. Takutnya yang bersangkutan tidak berkenan yang akhirnya bisa merusak suasana.
Keduanya terus melangkah, sesekali terdengar obrolan diatara keduanya. Setiap yang berpapasan mengagumi dua makhluk ciptaan tuhan itu. Paras keduanya yang cantik dan tampan , membuat orang menilai bahwa mereka pasangan yang serasi.