
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Setelah menceritakan panggilan telpon dari rumah sakit pada kedua orang tuanya sambil menangis,kanaya berdiri dan akan bersiap pergi kerumah sakit yang dituju nya
"mandi lah lebih dulu agar terlihat segar,kalau pun tidak....bersih-bersih lah,papa akan antar kamu kesana " ucap bara dengan tegas
Kanaya menatap ke arah papa nya,dia merasa sedikit tenang karena sang papa mau menemani nya melihat keadaan ferdy. Apalagi mama nya juga ikut serta,kanaya pun membersihkan diri lebih dulu.
Mama kanaya sudah menyiapkan sarapan untuk putri nya,dia memasukannya dikota bekal agar kanaya bisa makan di perjalanan karena mama nya tau bagaimana perasaan kanaya saat ini. Bara membawa mobil nya sendiri menuju rumah sakit,rumah sakit itu berada diluar kota. Perlu waktu dua sampai tiga jam kesana,dengan kecepatan sedang dia pun mengendarai mobilnya sambil tetap mengawasi sang putri yang masih terlihat khawatir
Tak lama mereka sampai didepan rumah sakit,kanaya langsung turun dan berlari menuju bagian informasi. Sementara sang mama mengikuti putri nya ,bara sedang memarkirkan mobil nya
__ADS_1
"anda keluarga bapak ferdy?" tanya wanita berseragam putih itu
"iya dok,saya calon istri nya" jawab kanaya dengan cepat
"maaf bu....pak ferdy sudah meninggal,saat ini anda bisa melihat dan memastikan kembali jenazah nya . Nanti kami antar anda menemui nya"jelas wanita berpakaian seragam itu
Tubuh kanaya melemas, dia hampir saja tumbang tapi sebuah tangan kekar menahannya. Pria itu memperhatikan wajah kanaya yang sudah pucat dan mengeluarkan air mata,mama kanaya ikut membantu
"terima kasih dok" ucap mama kanaya pada pria berseragam putih yang menolong nya,pria itu mengangguk dan tersenyum saja kemudian berlalu
Setelah memastikan keadaan kanaya yang masih belum sadar,bara mencari tau mengenai ferdy. Dia melihat senΔiri pakaian yang di kenakan oleh ferdy,pakaian seragam jendral nya tapi dia curiga jika pria itu bukan ferdy. Walaupun wajah nya terlihat jelas tapi tetap saja dia bisa mengenali ferdy ,tapi semua identitas yang ada ditubuh pria itu menjelaskan kalau memang dirinya adalah ferdy
__ADS_1
Bara mengurus proses pengambilan jenazah,setelah itu mendatangi kanaya yang masih belum sadar. Bara menatap sang anak yang masih terlelap dialam mimpi,dia merasa kasihan pada putri nya ini. Tapi dia bisa apa,lagi pula semua nya pasti sudah diatur oleh Tuhan (sebenarnya author lah yaπ€π€,tapi dengan bantuan tuhan juga buat bisa mikir nya)
Kanaya terbangun ,dia menatap kedua orang tuanya. Mereka melihat sedih pada nya,dia kembali ingat mengenai kejadian pada ferdy. Seketika dia menangis histeris ,harus nya waktu itu Dia menyusul nya saja ke kota ini,agar dia bisa terus bersama dengan kekasih nya itu
"sabar sayang....mungkin ini yang terbaik untuk ferdy,kamu harus kuat " bisik sang mama yang memeluk putri tercinta nya
Kanaya tidak bisa berpikir lagi,kepalanya terasa sangat pusing. Dia benar-benar merasa kehilangan,pria yang bisa mengisi hati nya kini telah pergi.
Bara memapah tubuh anak nya,berjalan meninggalkan rumah sakit itu karena jenazah ferdy juga sudah dibawa memakai ambulance menuju rumah mereka. Mata bara menatap ke arah ranjang yang berjalan disamping nya,mata nya membulat sempurna. Dia melihat ferdy diatas ranjang yang didorong oleh perawat,tapi dia tidak mungkin memastikannya saat ini karena kondisi putri nya lebih penting
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
oh ya ampun.....sabar ya kanaya,hidup memang perlu ujian. Jika berjodoh pasti akan bertemu kembali.....