Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
140


__ADS_3

🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲


Ferdy meringis menahan sakit dikening nya,dia tertawa kecil kemudian mulai berpikir lagi. Kini matanya menatap wajah indah kanaya yang masih kebingungan dengan sikap ferdy


"kakak kenapa sih?" tanya kanaya dengan kesal


"kamu bilang,papa kamu sahabat kakak kan?" tanya ferdy dan dijawab anggukan oleh kanaya


"jadi umur kamu berapa nay?apa aku menikahi anak sahabat ku yang masih kecil ?tapi dada mu ini besar nay, ngak seperti anak-anak" ucap ferdy sambil menekan dada kanaya dengan jari nya,dipikiran nya saat ini yang ada kalau kanaya menyumpal dada nya agar terlihat lebih besar dan berisi


"iiissshh....kakak,ilang ingatan kok makin mesum aja sih" bentak kanaya sambil menghempaskan jari telunjuk milik ferdy yang menekan dada nya


"ha...ha....soalnya aku penasaran ,gimana bentuk asli nya....ini asli kan?" ucap ferdy sambil tertawa renyah

__ADS_1


Mata kanaya membulat sempurna,dulu sebelum hilang ingatan. Ferdy memang suka menggoda kanaya dengan sentuhan-sentuhan lembut nya,tapi saat ini ferdy bukannya terlihat biasa saja malah semakin menjadi mesum nya .


"usia ku itu udah dua puluh lima tahun kak" ucap kanaya dengan kesal karena dikatakan anak-anak


"wah....berarti bukan anak-anak tau enak dong,jadi kenapa papa mu bisa bersahabat dengan ku?" ucap ferdy lagi dengan wajah penasaran


"atau jangan-jangan kamu anak tiri nya papa kamu ya?" tanya ferdy semakin penasaran


"ya ampun kak,kamu hilang ingatan tapi kok makin bawel aja ya?" ucap kanaya sambil menggelengkan kepalanya karena selama ini yang dia tau ferdy ngak pernah banyak bicara seperti ini


"papa bara,pak tyo,kak gani adalah sahabat dulu. Kalau ngak salah kata papa ,kalian pernah berada dalam satu kompi melatih prajurit " jelas kanaya yang mencoba mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh bara


"bara?tyo?gani?" tanya ferdy,dia memejamkan matanya. Kepala nya terasa sedikit sakit,dia seperti pernah mengenal ketiga nama itu

__ADS_1


"aaakh...." ucap ferdy sambil memegang kepalanya


"kak....ngak usah terlalu dipikirkan,biarkan berjalan seperti ini saja dulu....pelan-pelan saja" ucap kanaya dengan wajah khawatir menatap ferdy yang memegang kepalanya,wajah nya pun sudah terlihat sedikit pucat


Ferdy menyandarkan kepalanya dibahu kanaya,dia merasa kesal karena tidak bisa ingat apa pun lagi. Sahabat ,kedua orang tua nya juga apa yang sudah dia alami selama hidup nya tapi setidak nya dia bersyukur karena masih diberikan kesempatan kedua untuk hidup kembali


"maafkan aku karena sudah melupakan semua kenangan kita,aku hanya ingat nama mu saja saat itu. Seminggu ini baru terbayang wajah mu,tapi kenangan kita....maafkan aku" ucap ferdy masih memejamkan matanya karena masih terasa sedikit pusing


"tidak apa-apa,paling ngak kakak masih ingat aku dan aku bersyukur kakak masih hidup hhmmm....tapi siapa pria yang memakai pakaian kakak itu?" jawab kanaya kemudian dia mengingat pria yang memakai pakaian seragam milik ferdy


"pria?pakaian?" tanya ferdy,dia mencoba mengingat-ingat lagi tapi tidak ingat sama sekali.


Ferdy hanya menggelengkan kepala nya saja,dia merasa sedikit kesal pada dirinya sendiri karena belum mengingat apa pun. Kanaya tersenyum dan mengecup kening ferdy dengan lembut,dia tidak ingin ferdy berpikir banyak untuk saat ini

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2