Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
226


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mentari duduk bersama dengan ramli juga amir,mereka bercerita sambil tertawa. Membuat farid terus menatap kearah mentari yang terlihat sangat cantik bila tertawa,farid masih merasa penasaran dengan mentari yang menghindari nya.


Setelah selesai makan dan pamit pada kedua mempelai,sarah dan mentari berjalan berdua keluar dari aula pesta itu diikuti oleh harry dan farid.


"sarah,aku duluan ya..." ucap mentari,dia memeluk tubuh sarah dan cipika cipiki juga


"ngak bareng kita aja tari?" tanya sarah masih menggandeng lengan mentari


"ngak ah....aku ngak mau ganggu ,lagian aku mau langsung ke asrama aja. Mau tidur" jawab mentari

__ADS_1


"kalau begitu biar aku antar saja" ucap farid,membuat mentari terkejut


"iya...benar tuh,barengan sama farid aja" ucap sarah,dia tau dari tadi farid memperhatikan mentari


Belum lagi mentari menjawab,ramli dan amir sudah berada di belakang mereka. Ramli dan amir membawa mobil yang disiapkan oleh rangga di asrama,jadi mentari langsung berpikir cepat.


"hhmmm....ngak usah pak farid,aku bisa sama bang ramli dan bang amir aja karena mereka kan satu arah sama aku" jelas mentari sambil tersenyum dan menarik tangan ramli juga amir,mentari berada ditengah-tengah mereka


Ramli dan amir hanya menundukan kepala ,memberikan hormat sebelum pergi dari sana karena tarikan tangan mentari. Wajah farid terlihat kesal,dia menatap ke arah mentari dan kedua pria itu dnegan tajam.


Mentari tau kalau vivi suka melayani om-om atau pria yang butuh belaian,dengan cara itu dia mencari uang tambahan untuk biaya pengobatan dan sekolah anak nya. Anaknya perempuan yang beranjak dewasa,dia harus membayar uang les dan praktek anak nya makanya dia butuh banyak uang untuk itu.

__ADS_1


Vivi hanya melakukannya sesekali saja,bila dia sangat butuh uang. Jika tidak,maka dia hanya menunggu gaji bulanan dari perusahaan cleaning milik rangga.


"kak vivi mau pergi?apa safira butuh uang praktek lagi?" tanya mentari,dia merasa kasihan pada kehidupan yang dialami vivi tapi dia juga ngak bisa bantu karena memang keuangan dia juga pas-pasan.


Mentari berpikir jika suatu saat dia juga akan melakukan hal yang sama saat anak nya beranjak dewasa dan butuh uang yang banyak,begitu juga dengan ibu nya yang memiliki penyakit jantung.


Tapi saat ini mentari memang tidak membutuhkan uang yang berlebihan karena anak nya masih kecil,mungkin begini lah nasib mereka yang merupakan seorang janda yang ditinggal mati suami nya.


Vivi hanya mengangguk,dia sudah menyiapkan pengaman untuk pria seperti biasa. Sudah dua bulan ini dia tidak melakukannya,karena uang yang didapatkan nya terakhir kali cukup untuk keperluan anak dan ibu nya.


Vivi menatap layar ponselnya,dia mengambil orderan melalui online. Dia juga melakukannya di dalam mobil,bukan dihotel. Itu pun hanya beberapa jam saja,kadang pria nya baik kadang juga kasar.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2