
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Hari sudah malam,langit-langit dikamar itu sudah berubah menjadi gelap dan penuh bintang. Sasa menatap takjub pada langit-langit dikamar itu,terlihat sangat indah.
kruuuk
Suara perut sasa berbunyi,membuat nya merasa malu. Dia menyembunyikan wajah nya di dada bidang calon suami nya itu,membuat si pria tersenyum.
"kau lapar?ayo kita keluar,karena disini ngak ada makanan " ucap rangga,dia melepaskan pelukannya dari sasa.
Rangga berdiri dan berjalan menuju pintu lain di dalam ruangan itu dengan keadaan polos,membuat sasa membulatkan matanya . Sasa melotot menatap ke arah rangga yang tidak merasa malu pada nya,kemudian dia menundukan kepalanya.
"pantas sakit,lagi tidur saja besar" batin sasa yang tadi memperhatikan rudal milik rangga
__ADS_1
"kamu mau disini saja?" tanya rangga berhenti tepat didepan pintu itu,dia melihat ke arah sasa yang hanya diam saja.
"ayo....kita mandi dan keluar dari sini" jelas rangga dengan tenang dan santai
"mandi ?" tanya sasa,dia bingung harus bagaimana. Ngak mungkin mereka mandi bersama ,lagi pula kamar mandi kan berada diluar lemari itu
Melihat sasa hanya diam saja,rangga pun berjalan mendekati nya dan menggendong tubuh sasa. Membawa nya ke arah pintu dimana dia berdiri tadi,dibukanya pintu itu dan terlihat sebuah bath up yang cukup besar didalam nya bahkan tak jauh dari sana dia melihat sebuah taman yang terbilang indah walaupun kecil.
Rangga menurunkan tubuh sasa kedalam bath up yang sudah dipenuhi air hangat dengan aroma terapi yang menyegarkan ,rangga dibantu oleh anggota nya yang sudah dipercayai nya. Mereka lah yang mengurus ruangan tersembunyi itu,jika rangga mendapatkan tugas diluar kota.
Sasa hanya mengangguk saja dengan wajah memerah,dia merasa sangat malu sekali. Rangga mengelus bagian sensitif nya membuat sasa kembali merasakan hasrat ingin disentuh lagi oleh rangga,dia memejamkan matanya merasakan sentuhan didaerah sensitif nya.
"nanti kita beli salep dulu ya,disini aku ngak punya salep untuk ini" jelas rangga membuat sasa tersadar karena rangga menyentuh daerah sensitif nya yang terasa masih perih.
__ADS_1
"oh ya ampun,kok aku malah berpikiran mesum begini?"batin sasa
Rangga membantu sasa mandi,dia menahan hasrat nya yang sudah kembali membuncah tapi dia tidak ingin menyentuh sasa lagi. Dia merasa kasihan pada sasa karena daerah sensitif nya masih sakit akibat perbuatannya ,makanya dia tidak ingin menyentuh sasa dulu.
Mereka sudah kembali ke dalam kamar rangga,menutup pintu masuk yang berada didalam lemari nya. Kemudian mereka berjalan menuju dapur,disana sudah terlihat mama rangga yang sedang menyiapkan makan malam bersama dengan pelayan mereka.
Mama rangga melihat kedatangan rangga dan sasa,dia tersenyum senang. Dia ingin menanyakan mengenai pesan yang dikirimkan oleh rangga pada nya beberapa jam yang lalu,tapi saat sasa berjalan dengan sedikit mengangkang membuat mama rangga terkejut.
"sa....kamu masih perawan ya?" tanya mama rangga dengan berbisik,dia melirik ke arah keluarga nya yang masih berada disana karena memang belum semua yang pada pulang
Sasa terkejut mendengar bisikan mama rangga,dia menundukan kepalanya saja karena dia takut jika mama rangga akan marah padanya.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ