Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
173


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Rangga menatap ke arah sasa saat sasa menarik kain yang dia yakini merupakan miliknya,baru ingin diperhatikannya tiba-tiba rangga menariknya secara cepat.


"itu bukannya sal milikku?" tanya sasa sambil menatap ke arah rangga yang sudah meletakkannya di belakang nya,membuat sasa semakin curiga


"bukan....ini milikku" jawab rangga


Sasa tidak percaya,dia naik ke atas tempat tidur dan mendekati rangga yang sudah duduk agak jauh dari sasa. Dia ingin tau jika sal itu bukan miliknya karena milik sasa ada bordiran nama di pinggiran nya,dia menengadahkan tangannya didepan rangga .


"coba aku lihat pak,disana ada nama ku" ucap sasa dengan tangan yang masih menjulur didepan rangga


Rangga meraih tangan sasa,kemudian menariknya dengan kuat agar mereka berdiri. Tubuh rangga sudah berdiri,begitu juga dengan sasa karena tarikan tangan rangga.

__ADS_1


"sudahlah....kau lapar kan?ayo kita turun dan makan,setelah itu aku akan mengantarkan mu pulang " ucap rangga dan sasa hanya diam saja,dia ingin sekali mengetahui sal itu miliknya atau bukan karna sal miliknya pemberian ibu nya dulu.


Rangga menarik tangan sasa keluar dari kamar nya,dia masih menggenggam tangan itu hingga sampai didapur. Kemudian dia mendudukan sasa dan ikut duduk disamping nya,sasa masih diam saja.


Mama rangga mengambilkan makanan untuk anak nya juga sasa,dia sangat senang melihat rangga bisa bersama dengan wanita yang selama ini hanya bisa dia perhatikan di layar saja.


Mama rangga sudah mengetahui kalau selama ini rangga menyukai wanita yang sering dia lihatin di ponselnya,saat itu mama nya ngak tau kalau wanita itu adalah sasa. Hanya tau wajah nya saja,makanya dia langsung mengenali sasa


Sasa membantu mama rangga juga pelayan untuk membersihkan bekas makan mereka,dia ingin segera pulang karena besok sudah mulai bekerja seperti biasa nya.


"nyonya....saya pulang dulu ya"teriak sasa yang sudah ditarik oleh rangga


"ma......aku pergi" ucap rangga juga sambil menjerit

__ADS_1


Sasa melihat rangga sudah naik ke atas motor gede nya membuat sasa bingung,karena dia takut naik motor gede kalau naik motor bebek masih berani.


"ayo naik" ucap rangga yang sudah memasangkan sasa helm


"pak....aku takut naik motor gede begini, aku naik ojek aja ya" jawab sasa dengan pelan


"ojek kan motor juga sih,ayo naik....apa mau saya gendong?" ucap rangga dengan tatapan tajam nya ,sasa menggeleng dan mendekati rangga


Mau tak mau sasa pun naik perlahan,kemudian dia duduk sambil memegangi besi belakang motor. Tapi tangan rangga langsung mengambil tangan sasa yang megangi besi itu dan meletakan nya diperut nya ,melingkar didepannya . Tubuh mereka menempel tanpa jarak lagi,sasa memeluk rangga dari belakang.


Sasa yang terkejut ingin melepaskan pelukannya tapi motor rangga sudah mulai jalan ,membuat sasa mengeratkan pegangannya karena takut jatuh. Bahkan sasa sampai menutup mata nya,padahal rangga membawa motor nya dengan pelan agar tidak segera sampai.


Rangga terus tersenyum,dia sengaja membawa motor nya dengan pelan agar bisa berlama-lama dengan sasa hingga sasa membuka matanya karena memang merasa lama di jalan.

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2