
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Melihat dokter yang memeriksa vivi selesai,dia mendekati pria berjas putih itu. Dia ingin tau keadaan teman sekamar nya itu,apalagi mereka memiliki kehidupan yang tak jauh berbeda.
"bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya mentari dengan nada khawatir
"hhmmm....bisa saya bertemu dengan suami nya?agar saya tidak menjelaskan dua kali " jawab pria ber jas putih itu,dia berpikir jika pria yang menggendong vivi tadi adalah suaminya vivi
"suami?sebenar nya apa yang terjadi dok?apa kak vivi harus di operasi?" tanya mentari semakin khawatir,karena biasanya jika dokter mengatakan mengenai keluarga berarti ada keadaan yang serius.
"apa suami nya ada disini?kamu panggil suami nya,saya akan tunggu diruangan saya" ucap pria itu dan berjalan menuju ruangannya,mentari terus menatap ke arah pria ber jas putih yang kini sudah masuk kedalam ruangannya.
"suami?suami siapa?" tanya mentari dalam hati
Mentari mendekati vivi lagi,dia duduk disamping vivi sambil memegang tangannya. Pikirannya masih sangat bingung,bingung dengan surat perjanjian dari keluarga nya farid. Kini bingung dengan keadaan vivi yang dia pikir harus dioperasi karena penyakit nya,mentari menghela nafas nya dengan kasar
__ADS_1
Di depan rumah sakit,mobil sport berwarna merah sudah berhenti disana. Kevin berlari keluar dari mobilnya mendekati pengawalnya yang sudah berdiri didepan pintu,dia takut jika vivi pergi dan dia tidak melihat nya
"dimana dia? "ta nya kevin sambil berjalan didepan dan diikuti pengawal nya
"masih diruangan ICU tuan" jawab pria itu
"kenapa belum dipindahkan keruangan vip hah?" tanya kevin dengan ketus
"tadi saya dengar,dokter menanyakan keberadaan suami nona vivi tuan. Mungkin ada yang ingin di sampaikan mengenai keadaan nona vivi tuan" lapor pengawal itu
Pengawal pribadi kevin pun menunjukan ruangan yang tak jauh dari ruang ICU, kemudian dia mengetuk nya dan terdengar suara menyuruh masuk dari dalam.
"malam dok,bagaimana kondisi istri saya?" tanya kevin secara langsung
"anda suami ibu vivi?dimana temannya tadi!" tanya dokter itu menatap ke arah pintu,disana hanya ada pria yang menggendong vivi yang dia pikir suami nya
__ADS_1
"dia pengawal pribadi saya,saya yang menyuruh nya untuk menjaga istri saya selama saya tidak ada....temannya sedang menunggu istri saya di ICU " jelas kevin,dia mengerti tatapan pria didepannya itu.
"Oooh.....sebenar nya ibu vivi hanya mengalami kram pada perut nya,karena kehamilan nya yang terbilang masih muda. Mungkin kehamilan nya memasuki bulan ke empat" jelas dokter itu dengan tenang
"apa perlu dirawat inap ?" tanya kevin dengan wajah khawatir juga,dia sudah yakin jika vivi hamil anak nya
"tidak perlu,setelah bu vivi sadar. Anda bisa membawa nya pulang,kalau bisa bu vivi jangan terlalu kelelahan juga jangan banyak pikiran yang membuat nya stres karena akan mempengaruhi bayi yang dikandung nya " jelas dokter pria itu lagi
"baiklah....saya akan menjaga nya,apa ada lagi?" ucap kevin,karena ini pertama kali nya dia akan memiliki anak juga wanita
" bu vivi harus makan yang bergizi dan sehat,kalau bisa setiap bulannya harus periksa ke dokter kandungan " ucap dokter itu
Kevin hanya mengangguk,dia sudah menyelidiki mengenai vivi. Sebelum melakukan hubungan intim saat itu,dia mendapatkan berita kalau vivi tidak pernah berhubungan tubuh dengan pria lain sebelum dan sesudah melakukannya dengan diri nya makanya dia yakin seratus persen kalau anak yang dikandung vivi adalah anak nya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ