
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Hari semakin sore,sebagian sudah pada pulang dan sebagian lagi masih beberes. Mereka tau kalau pelatihan gani tidak buka sampai malam jika weekend,setelah melihat laporan pembukuan hari ini. Gani berjalan keluar ,dia akan mengunci semua pintu karena seperti biasa juga. Semua pekerjanya akan pulang lebih dulu
"ferdy belum kembali?" tanya gani menatap laras yang masih setia duduk di sofa tunggu
Laras menggelengkan kepalanya,dia melihat beberapa pria dan wanita keluar dari ruangan itu. Kemudian dia melihat layar ponselnya yang kehabisan daya
"oh ya ampun,kenapa aku bisa lupa mengisi daya nya?" batin laras dengan wajah sedih nya
"hhmm...bisakah aku numpang mengisi baterai ponsel ku?" tanya laras menatap wajah gani ,dia terkejut melihat pria didepannya ini.
"ternyata tampan juga " batin laras kemudian dia mengalihkan pandangan nya kembali
"maaf....bukannya ngak mau sih,tapi kami sudah mau tutup" jawab gani yang kini sedang mengambil kunci dan meletakan nya di pintu depan
"oh....ya sudah kalau begitu ,saya permisi dulu" ucap laras,dia berjalan ke luar pintu itu. Mata nya menatap sekelilingnya,ada sebuah cafe didepan sana tapi sedikit tertutup . Takutnya jika dia menunggu disana,ferdy tidak dapat melihat nya.
Gani menutup dan mengunci semua pintu pelatihan miliknya,kemudian dia berjalan keluar menuju parkiran dimana mobil nya berada. Sore itu langit sedikit mendung dan akhirnya gerimis pun turun,gani melihat laras yang masih berdiri didepan cafe.
__ADS_1
Gani memasuki mobilnya dan memutarkan mobilnya hingga didepan cafe dimana laras berdiri,laras sengaja berdiri disana karena ingin ferdy bisa menemukannya disana
tin...tin...
"masuklah,aku akan antarkan kau pada ferdy" teriak gani dari dalam mobil nya
Laras pun memilih untuk masuk kedalam mobil gani,karena hujan juga semakin deras. Gani menjalankan mobilnya dengan pelan,dia melihat ke arah laras yang sudah duduk dengan manis di sebelahnya
"coba hubungi ferdy,dimana dia sekarang?" ucap gani melirik laras
"ponsel ku mati,lagi pula aku ngak punya nomor ponsel kak ferdy kak" jawab laras,dia harus bersikap sopan pada gani karena sepertinya gani lebih tua dari nya
"hah....aku hanya ingin mengambil ini" ucap gani yang mengambil carger mobil di depan laras
"ini....colokan ponsel mu disini,dan....ini,kau pakai saja ponsel ku,hubungi ferdy atau sekar " ucap gani
"aku ngak hapal nomor sekar" jawab laras
"hhmm....kalau begitu kita tunggu ponsel mu terisi baru kita telpon, tapi aku harus pergi" jelas gani merasa tidak enak
__ADS_1
"ah....ngak apa-apa,aku turun didepan yang ada angkutan umum nya saja pak" jawab laras dengan sopan
"pak?kamu pikir aku bapak-bapak ?" tanya gani memelototkan matanya menatap laras
Laras yang mendengar ucapan gani langsung ikut menatap gani,tatapan mereka bertemu tapi hanya sebentar kemudian laras menunduk
"maaf...." jawab laras pelan,dia bingung harus panggil apa karena memang habis terlihat lebih dewasa dari ferdy,walaupun sebenarnya memang gani lebih tua dua tahun
"panggil saja seperti kami manggil ferdy,atau bisa panggil mas juga. Biar agak beda" jelas gani dengan tersenyum ,tanpa sadar tangannya sudah mengelus kepala laras
Laras terkejut,jantung nya sudah berdebar tak karuan. Baru ini dia di perlakukan oleh pria seperti itu,sentuhan lembut tangan gani yang besar membuatnya nyaman.
"ah....maaf ,aku ngak sadar....hhmm...kamu ikut aku kerumah ku saja dulu,nanti aku antar kerumah tyo" usulan gani,dia berharap laras mau menerima tawaran nya
Entah kenapa dia suka melihat wajah laras,dia juga sangat malas harus terus dijodohkan oleh teman-teman adiknya atau anak teman mama nya . Hari ini dia ingin laras menjadi pasangannya,itu pun jika laras tidak keberatan
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘
__ADS_1