
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Vivi menatap ke arah pria bertopeng itu yang sudah menyandarkan kepalanya di jok mobil belakang, dia juga melihat batangan milik pria itu sudah bersih dengan tissue basah .
Vivi meraba daerah sensitif nya yang terasa hangat,dia terkejut dan menatap tajam pada pria bertopeng itu. Pria topeng itu terlihat santai saja sambil memejamkan matanya
"pak....anda memasukannya kedalam?" tanya vivi dengan ketus
"hhmmm...." jawab pria itu dengan santai
"oh ya ampun,harusnya anda pakai pengaman " ucap vivi masih dengan ketus
"aku ngak punya pengaman" jawab pria itu
__ADS_1
"aku bawa,harus nya anda bilang pada ku " jelas vivi dengan nada kesal nya
"diam lah,aku akan membayar mu mahal" ucap pria bertopeng itu,dia memberikan ponselnya pada vivi
"ketik nomor rekening mu" ucap pria itu dengan santai
Vivi mengambil ponsel nya,dia mengetik nomor rekening nya dan memberikan nya kembali pada pria itu. Kemudian dia keluar dari mobil ,menutup pintu mobil itu dengan keras karena masih merasa kesal.
"katanya ngak akan menyentuh ku,tapi buktinya dia melakukannya " gumam vivi saat keluar dari mobil,tapi masih didengar oleh kedua pria didepan nya.
Ting...ting...
Pesan dari mobile banking,menyatakan kalau ada saldo yang masuk ke rekening miliknya. Mata nya membulat sempurna melihat nominal yang dikirimkan dari nomor rekening yang tidak dikenalnya,dia menghitung jumlah nol di layar ponselnya.
__ADS_1
"dua puluh juta?" batin vivi,dia tidak menyangka jika pria bertopeng itu memberikan harga dirinya dengan mahal karena biasanya dia hanya dibayar sejuta atau bahkan hanya lima ratus ribu saja.
"hhmmm....mungkin karena dia memasukan benih nya didalam milikku,makanya dia pasti menyuruh ku untuk menggugurkannya " gumam vivi sambil berjalan menuju kamar nya
Vivi langsung mengirimkan setengah nya pada safira ,putri satu-satu nya dari suami nya . Dia masuk masuk ke dalam kamar mandi dan mengorek daerah sensitif nya,walaupun dia tidak yakin jika semua nya bisa keluar tapi dia tetap berusaha untuk mengeluarkannya dan berharap dirinya ngak hamil.
Mentari melihat vivi yang baru keluar dari dalam kamar mandi, dia merasa kasihan pada vivi tapi dia juga tidak tau bagaimana nasib kehidupannya nanti.
Vivi memang sering pulang larut malam,dalam semalam dia hanya melayani satu orang saja. Itu pun tidak setiap hari,jika dia butuh uang lebih saja.
Mentari mendekati vivi,dia duduk diatas kasur vivi dan memijit punggung vivi dengan lembut. Hanya itu yang bisa dia bantu,membuat vivi kebingungan tapi dia hanya tersenyum karena mentari memang sering melakukan itu pada nya padahal dia baru beberapa minggu tinggal satu kamar dengan mentari.
Mereka sering saling bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing,saling memberi saran dan bantuan kecil dalam segala hal selama mereka bersama. Mentari membuat vivi sama seperti sasa dan sarah,walaupun mereka baru kenal.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘