
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Sasa masih memandang wajah rangga yang tenang dan santai,seolah apa yang dikatakannya memang akan terjadi . Sementara jantung nya sudah berdetak tak karuan,dia seperti tidak bisa bernafas dengan baik .
"pak....anda jangan bercanda?anda tau status saya kan?" tanya sasa sambil mengatur debaran jantung nya yang hampir saja keluar
"aku ngak bercanda,kamu tau sendiri kan kalau keluarga ku juga ngak masalah dengan mu dan status mu. Bahkan mama ingin kita segera menikah" jelas rangga ,kali ini tatapannya mengunci tatapan sasa yang masih terlihat bingung
"anda ngak malu menikah dengan janda?" tanya sasa,dia tidak ingin pernikahan berikut nya akan berakhir sama seperti pernikahan sebelum nya.
"tergantung janda nya,kalau kamu....aku sih ngak masalah" jawab rangga masih santai
__ADS_1
"kamu ngak capek berdiri terus disana ?" tanya rangga yang mulai risih dengan sasa yang dari tadi masih berdiri didepannya
"saya mau pulang pak,saya permisi dulu ya" jawab sasa ,dia sudah menundukan setengah tubuh nya kemudian berjalan menuju pintu tapi tangannya ditarik oleh rangga
"aku bilang tidur disini aja,aku janji ngak akan ngapa-ngapain kamu kok" ucap rangga yang kini sudah menarik tangan sasa untuk masuk kedalam kamar yang sering dia bersihkan,bukan kamar nya rangga
"tapi pak,aku ngak mau teman-teman ku berpikir yang ngak-ngak sama kita" ucap sasa,dia yakin kedua sahabat baru nya itu akan meminta penjelasan mengenai ciuman yang diberikan oleh rangga.
Walaupun awal nya bingung tapi sasa sudah menyiapkan jawaban yang tepat,dia akan mengatakan kalau rangga hanya ingin membantu nya menjauh dari kedua pria yang menggoda nya saat membeli sate waktu itu.
"kamu tinggal bilang kalau kamu nginep disini dan kita akan menikah,memang nya kenapa?" jelas rangga
__ADS_1
"ya ampun pak,anda enak saja bicara seperti itu. Apa bapak beneran serius dengan ucapan bapak?saya ngak mau anda menyesal menikah dengan janda seperti saya,janda yang ngak punya apa-apa . Jangan kan harta,keluarga aja ngak ada" jelas sasa yang sudha terlihat sangat kesal
"saya ngak akan menyesal,sekarang tidur lah " jawab rangga yang meninggalkan sasa didalam kamar yang berada disebelah kamar nya
Sasa hanya diam,belum menjadi suami nya saja rangga sudah banyak mengatur apalagi jika sudah menjadi suami nya. Yang ada sasa dikurung dan ngak boleh kemana pun, sasa menghela nafas nya dengan kasar. Sasa memilih merebahkan tubuhnya,dia memejamkan matanya dengan tenang. Apalagi tempat tidurnya terasa nyaman,hingga hanya dalam hitungan detik dia sudah tertidur dengan damai.
Dini hari,rangga memilih untuk masuk kedalam kamar yang ditempati oleh sasa. Dia ingin tidur dengan sasa,bukan dengan foto nya.
"orang nya ada kok malah melukin foto nya sih" batin rangga,dia melangkah masuk tanpa perduli apa pun.
Rangga melihat sasa sudah tertidur nyenyak,dengan perlahan dia naik ke atas tempat tidur dan memeluk tubuh sasa dari belakang nya tanpa sasa sadari
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππ