
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Ucapan yang dikeluarkan dari mulut kevin membuat vivi terus menangis,dia masih merasa bingung harus bagaimana . Tapi dia kembali teringat dengan ucapan kevin dulu,dimana dia memberikan uang yang cukup banyak untuk vivi agar tidak memiliki hubungan apa pun dengan nya .
"tidak usah pak,anda tidak perlu bertanggung jawab....saya akan menggugurkannya, sebelum " jelas vivi tapi langsung dipotong oleh kevin
"menggugurkannya ?disaat dia sudah tumbuh dengan sehat didalam sana?disaat jenis kelamin nya sudah terbentuk?ngak akan bisa vi" potong kevin dengan tatapan tajam nya
Penjelasan kevin membuat vivi terkejut,dia mencoba mengingat ucapan kevin yang mengatakan putra nya. Kemudian dia berusaha menghitung kapan mereka pertama dan terakhir kali bertemu,memang terbilang sudah empat bulan.
Vivi menghela nafas nya dengan kasar,dia kembali menangis sampai senggugukan. Bisa-bisa nya dia tidak menyadari hal itu,padahal dia melihat sendiri keanehan yang dia ingin kan saat awal kehamilan dengan memakan semua makanan yang tidak dia sukai.
Melihat tubuh vivi bergetar dan menutup wajah nya dengan kedua tangannya,membuat kevin berjalan mendekati nya dan memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Vivi terus menangis di dalam dekapan tubuh kevin,dia merasa sangat nyaman berada di dada bidang pria itu. Air mata nya sudah menempel dan membasahi kemeja putih yang dipakai oleh kevin,vivi tidak membalas pelukannya. Dia masih menangis sedangkan kevin berusaha menenangkannya dengan mengelus punggung vivi dengan lembut hingga mereka mendengar suara dan pintu yang terbuka dari luar
"tuan muda,sa....ya...." ucap pria yang merupakan asisten kevin
Vivi mendorong dada bidang kevin dengan pelan agar sedikit menjauh dari nya,sedangkan kevin sudah menatap ke arah asistennya dengan tatapan tajam karena sudah mengganggu kesenangannya.
"maaf...." ucap asisten kevin dan menutup kembali pintu ruangan vivi,dia berdiri didepan pintu seperti seorang penjaga. Dia tidak ingin ada yang menganggu kemesraan tuan muda hanya lagi,dia yakin dia pasti akan mendapatkan hukuman karena telah menggangu tadi.
Sementara didalam ruangan,kedua nya tampak canggung. Mereka hanya bisa saling melirik dengan raut wajah memerah,mereka bingung harus apa.
"pulang?kemana?" ucap vivi ,tapi dia hanya berkata didalam hati saja.
"lagi pula,apa yang mau dipersiapkan?aku tidak membawa apa pun " jawab vivi akhirnya,membuat kevin juga bingung karena mengatakan hal itu. Padahal kevin hanya ingin membuat suasana tidka canggung lagi,tapi malah dia mengatakan hal yang ngak penting
__ADS_1
Kevin terlihat menggaruk kepala nya yang tidak gatal sambil tersenyum tipis karena menyadari kesalahannya,sedangkan vivi hanya tertawa kecil dan menggeleng membuat suasana kembali mencair.
"kalau begitu,sore ini kita akan pulang..." ucap kevin dengan tegas dengan senyuman dibibir nya
"kita pulang kemana?" tanya vivi dengan bingung,kali ini dia langsung mengeluarkan apa yang dipikirkannya tadi
"kerumah kita " jawab kevin dengan santai
"rumah siapa?anda bicara apa sih?" tanya vivi dengan bingung
"sekarang kau istri ku,aku suami mu....Pesta pernikahan kita akan diadakan dua hari lagi,kita akan menikah dengan mewah dan semua orang akan tau siapa istri ku" jelas kevin dengan tegas
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ