Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
135


__ADS_3

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


"Kanaya....cepetan dong,NAYA"


Teriakan rico membuat ferdy menoleh ke arah nya,mata nya menatap wanita yang dipanggil oleh rico. Wanita itu sama persis dengan didalam mimpi nya,air mata ferdy seketika turun membasahi pipi nya saat melihat wanita yang di mimpi nya itu tersenyum bersama pria lain.


Ferdy memegangi kepala nya,cincin yang tadi nya ingin disematkan di jari manis raya pun jatuh entah kemana. Saat itu tubuh ferdy seperti lemas dna susah untuk berdiri hingga akhirnya dia terduduk dibawah lantai panggung ,semua mata tertuju kesana. Mereka merasa bingung dengan keadaan di panggung


Raya berjongkok menyentuh pundak ferdy,dia terkejut dengan kondisi ferdy saat ini. Tadi nya dia sangat senang sekali,tanpa melihat sekitar nya makanya dia tidak tau apa yang terjadi. Begitu juga dengan ibu ratih yang tidak memperhatikan wajah ferdy menatap ke arah pintu


Sedangkan kanaya dan rico yang baru masuk ke dalam ruangan, mereka melihat para tamu menatap ke arah panggung. Rico dan kanaya pun ikut mengalihkan pandangannya ke panggung,mata mereka seketika membulat sempurna.

__ADS_1


"kenapa pria itu duduk dilantai?" bisik kanaya pada rico,rico hanya mengangkat bahu nya.


"kak....kamu kenapa?apa kepala nya pusing lagi?" tanya raya dengan khawatir,kanaya melihat hal itu. Ferdy masih menunduk dan menangis,jadi kanaya tidak dapat melihat nya dengan jèlas


"kepala ku pusing,bisa kah kita turun lebih dulu ?" ucap ferdy sambil terus menangis,entah kenapa air mata nya keluar terus padahal dia belum mengingat apa pun juga .


"maafkan atas kejadian tak terduga ini,seperti nya brian tidak enak badan hari ini. Silahkan dinikmati hidangan yang tersedia lebih dulu " jelas ibu ratih,dia juga merasa khawatir pada keadaan brian


Mereka membantu ferdy untuk turun dari panggung dan duduk ditempat yang sudah disediakan, kanaya belum memperhatikan siapa pun yang ada disana. Dia Masih mengambil cemilan juga minuman ,karena ucapan ibu ratih untuk lebih dulu menikmati hidangan nya


"iya....mungkin sudah kembali,kalau benar...kasihan ibu raya,padahal ibu raya sangat mencintai pak brian"

__ADS_1


"kamu benar,selama ini ibu raya lah yang merawat pak brian "


Pembicaraan para pegawai perushaan raya berbicara Di dekat kanaya,dia mendengar semua nya tanpa ada yang terlewat sedikit pun tapi dia tidak ingin memperdulikan urusan orang lain.


"pak....ini aku ambil kan makanan" ucap kanaya yang mengambilkan makanan dan minuman untuk rico juga,dia duduk disebelah rico yang masih menatap wajah raya yang cantik


"hei pak.....sebelum janur kuning melengkung,kau harus segera mendapatkan bu rayanza...." bisik kanaya seperti setan dikepala rico


"tapi bagaimana cara nya?,dia tidak pernah menganggap ku seorang pria" jawab rico dengan nada sedih nya


"kita jebak saja,mau ngak?" ucap kanaya,entah kenapa dia mengatakan hal itu . Tapi menurutnya lebih baik berusaha dari pada tidak sama sekali,teman-temannya di pelatihannya dulu pun sering melakukan hal itu pada wanita yang disukai nya. Tapi bila wanita itu sudah mempunyai suami atau pasangan maka mereka memilih mundur dan tidak menganggu rumah tangga orang lain,begitu lah teman nya kanaya

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2