
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Sasa menatap wajah rangga yang tersenyum,membuat nya semakin kesal. Rangga menarik tangan sasa dan memeluk tubuh sasa dengan lembut,mempererat pelukannya hingga sasa tidak bisa memberontak lagi.
"maaf kan aku,aku pikir hanya mama saja yang datang...."ucap rangga
Sasa terdiam,dia bingung kenapa dia bisa marah hanya karena ada yang melihat dada bidang rangga. Dia memang seakan ngak rela miliknya dilihat oleh orang lain,sasa tersadar kalau dirinya mengatakan rangga miliknya sementara mereka belum menikah.
Wajah sasa memerah,dia ingin keluar dari kamar mandi karena merasa malu pada rangga. Rangga yang mengetahui semua nya,dia tersenyum dan mengecup bibir sasa
cup
"aku ngak akan mengulangi nya istri ku,semua yang ada didiri ku hanya milik mu" ucap rangga,sasa hanya diam saja dan merutuki kebodohannya
Sasa keluar lebih dulu,dia melihat mama mertuanya sudah tidak ada disana. Hanya dua wanita yang masih menunggu didalam kamar itu,mereka duduk bersebelahan di atas sofa yang tak jauh dari sana.
__ADS_1
"silahkan kak,kita make up sederhana saja ya. Apalagi wajah kakak nya masih terlihat cantik,jadi kalau nanti menor bisa-bisa semakin membuat pria lain jatuh cinta pada mbak nya
Sasa hanya menurut saja saat salah satu wanita itu merias wajah nya dan yang satu mya lagi menyiapkan gaun pengantin yang akan dipakai oleh sasa.
Tak lama kemudian rangga pun keluar,dia sudah terlihat rapi dengan kemeja dan jas nya. Semua mata terpana melihat ketampanan dari seorang rangga,tak terkecuali juga sasa.
Rangga mendekati sasa dan mengecup kening nya didepan umum,dia tidak perduli dengan tatapan kedua wanita yang masih ada disana .
Setelah mereka selesai dirias,mereka keluar berdampingan. Rangga menggandeng tangan sasa dengan lembut,membawanya kedepan pemuka agama dan para undangan .
Mama rangga menangis,dia terharu karena akhirnya putra satu-satu nya sudah menikah. Mentari juga sarah datang,mereka ikut menangis karena melihat mama rangga menangis.
"selamat ya sa....akhirnya kamu menikah lagi" ucap mentari dengan lembut,mentari memang suka bicara blak-blakan saja
"makasih tari,kamu kapan nyusul nya?" ucap sasa sambil memeluk tari
__ADS_1
"ngak akan nyusul sa,mana ada yang mau dengan janda punya anak lagi. Kalau kamu sih janda tapi masih perawan,jadi pak rangga ngak rugi juga kan" ucap mentari tanpa malu
"iiissshh....Ya ampun tari, jodoh udah ada yang ngatur...bukti nya aku,udah mau lari juga tapi masih dapet juga" jelas sarah sambil mengelus perutnya yang mulai membesar
Mentari hanya mengangguk saja,mungkin benar ucapan sarah. Tapi dia tidak ingin berharap lebih,bagi nya begini saja sudah cukup. Dia tidak mau menikah lagi,karena dia yakin tidak akan ada yang mau dengan anak dan ibu nya.
Setelah mengucapkan selamat,sarah dan harry mengambil makanan bersama dengan mentari juga. Tapi mentari memilih untuk sedikit menjauh dari sarah dan harry,karena farid berada disana. Dia tidak ingin mendekati farid lagi,dia berjalan mendekati ramli juga amir yang merupakan sekuriti di asrama mereka.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘
Akhirnya sasa bahagia juga ya say....tinggal mentari dan teman kamar mentari,ntar aku tambahin satu temannya 🤭🤭🤭
Maaf ya kalau cerita nya makin ngak berbobot,tapi tetap aku tamatin.....makasih yang masih mau baca dan mampir disini,semoga semakin diberikan kesehatan dan rejeki yang berlimpah Amiin....
__ADS_1