Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
172


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jantung sasa masih berdebar tak karuan,dia mendekati tempat tidur dan mengguncang bahu rangga dengan pelan tapi bukannya bangun. Rangga malah menarik tangannya hingga tubuh nya jatuh diatas tubuh rangga,jantung sasa semakin terasa mau lepas.


"paaak....bangun lah" ucap sasa dengan keras,tapi tangan rangga semakin mengerat dipinggang sasa membuat sasa sulit bernafas karena jantung nya terus berdebar tak karuan.


"sebentar saja sa....aku masih ngantuk" jawab rangga yang masih memejamkan matanya,membuat sasa merasa bingung karena rangga memanggilnya dengan jelas


Sementara didapur,mama rangga mulai mengingat-ingat wajah sasa. Sepertinya dia pernah bertemu dengan sasa tali entah dimana,mama rangga masih mencoba mengingat hingga akhirnya dia tersenyum karena memang pernah melihat sasa. Bukan bertemu dengan sasa,tapi melihat foto sasa yang cukup besar dibawah bantal rangga saat mama nya itu datang ke apartemen nya waktu itu.


Sasa semakin sulit bernafas,dia mencoba menggerakan tubuhnya agar bisa keluar dari pelukan rangga tapi tetap saja ngak bisa. Rangga malah semakin mengeratkan pelukannya,hingga sasa hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"pak....bangun lah,aku sudah lapar" ucap sasa karena memang perutnya sudah berbunyi


Rangga pun membuka matanya dan menatap sasa yang kini berada di atas tubuhnya ,dia tersenyum membuat sasa terpaku. Baru kali ini dia melihat rangga tersenyum,selama ini hanya ada wajah tegas dan berwibawa jika dihadapan semua pegawai asrama.


cup


"kau seperti nyata didepan ku,rasa nya jelas sekali" gumam rangga sambil mengecup kening sasa dan mengelus pucuk rambut nya itu


"ini memang aku pak,bisakah lepaskan pelukannya?aku gerah dan sesak" jawab sasa dengan wajah memohon nya


Jawaban sasa membuat rangga tersadar,dia melepaskan pelukannya dan menjauh. Kemudian dia menatap wajah sasa yang semakin terlihat kebingungan ,wajah rangga sudah memerah.

__ADS_1


"eekkhm....kenapa kau ada dikamar ku" tanya rangga yang berusaha menetralkan jantung nya,selama ini rangga hanya bisa memandang wajah dan sikap sasa dari cctv saja. Dia menyukai sasa bahkan mengambil foto sasa diam-diam,dia membawa foto sasa tidur. Apalagi selama ini rangga ngak bisa tidur dengan nyenyak,semenjak dia mengikuti militer di luar negeri.


Rangga juga merasa heran kenapa dia bisa begitu,mungkin karena kegiatan di militer membuatnya jadi susah tidur tapi setelah melihat sasa membersihkan apartemennya sambil bernyanyi dan berjoget. Membuat wajah wanita manis itu selalu terbayang di kepala rangga hingga terbawa tidur,dia jadi sering terlelap jika melihat sasa sebelum tidur. Makanya dia membesarkan foto sasa dan meletakan nya di sebelah tempat tidur nya,semenjak itu tidur nya mulai lelap.


"tadi aku disuruh mama anda untuk memanggil anda pak,karena makanan sudah siap tapi anda malah menarik saya " jelas sasa dengan wajah menunduk karena malu,hingga dia tidak dapat melihat wajah rangga yang sudah memerah


"ya sudah...kalau begitu kau keluar saja duluan,nanti aku akan menyusul " jelas rangga


Sasa bangkit dari tempat tidur ,tapi matanya terhenti kala melihat sesuatu miliknya yang sudah lama dia cari berada di dekat bantal yang rangga pakai tadi.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2