
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Mendengar ucapan farid,mentari langsung mengambil tas nya dan berjalan menuju pintu membuat farid tersenyum dan mengikuti langkah kaki mentari keluar.
Mentari mengunci pintu itu dari luar,mereka memiliki kunci masing-masing hanya saja bibir memang tidak membawa apa pun juga karena dia pingsan didalam kamar dan yang membawa nya pergi kerumah sakit adalah mentari.
Mentari sudah masuk kedalam mobil farid,dia hanya diam saja menunggu farid menjalankan mobil nya. Farid terus tersenyum saat masuk ke dalam mobil nya,dia melirik ke arah mentari yang sedang cemberut sebelum menjalankan mobil nya .
"istri yang baik harus nurut seperti ini" ucap farid sambil mengelus pucuk kepala mentari dengan lembut
"kita kerumah sakit dulu,aku mau antarkan kunci kamar sama kak vivi " ucap mentari
__ADS_1
"ngak usah,kan udah ada suami nya tadi. Jadi buat apa kita kesana,biar dia ikut suami nya " jawab farid
Farid tau siapa kevin,pria yang berasal dari keluarga ternama juga dikota ini. Walaupun bukan seorang aparat negara tapi dia cukup disegani,karena nama besar keluarga besar nya dan perusahaan nya yang juga cukup besar dikota ini.
"kamu janagn mikirin orang saja,sekarang kita harus mikirin masa depan kita dan anak-anak kita nanti " jelas farid lagi ,dia sudah menjalankan mobilnya menuju rumah orang tua nya
Mentari hanya diam saja karena memang dia tidak tau harus berbuat apa lagi,bagi nya hidup ini sudah sulit jadi dia ngak mau bertambah sulit lagi. Dia hanya berusaha memikirkan hidup anak dan ibu nya kedepannya,karena pasti nya farid ngak akan perduli dengan mereka. Ada rasa sedih dihatinya karena hal itu,dia juga ngak tau bagaimana kehidupan mereka kedepannya . Begitu banyak yang dipikirkan oleh mentari,karena dia takut meninggalkan keluarga nya
"ma....pa....aku bawa mentari kesini,dia ingin memberikan sesuatu pada mama " ucap farid sambil mendekati mama dan papa nya yang sedang duduk santai diruang keluarga karena hari juga sudah malam.
Semua mata menatap ke arah mentari ,membuat mentari merasa gugup. Dia berjalan mengikuti langkah kaki farid,dia berdiri tepat disamping sofa yang diduduki farid dengan wajah tertunduk .
__ADS_1
"sayang....kenapa berdiri saja?ayo duduk disini " ucap farid yang menggeser tubuhnya ,memberikan tempat disamping nya untuk mentari
Mentari menatap kedua manusia didepannya,dia melihat anggukan dan senyum dari keduanya membuat nya ikut duduk disamping farid. Mentari mengeluarkan surat perjanjian yang diberikan mama farid sore tadi saat dirinya pulang dari bekerja,dia meletakkannya diatas meja.
"apa ini?" tanya papa farid mengambil surat perjanjian yang diletakan di atas meja
Papa farid mengernyitkan dahi nya,kemudian menatap ke arah sang istri yang hanya tersenyum saja . Papa farid menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang mengancam wanita muda didepannya ini,hanya karena mentari tidak ingin menikah dengan putra nya membuat papa farid ikut bicara.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1