
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Tak lama mereka sampai didepan rumah sederhana dengan lantai yang masih beralaskan semen,hari masih terbilang malam. Mereka masih tidur didalam mobil,kedua anggota farid bingung harus membangunkan mereka atau tidak.
Ditengah kebingungan mereka,mentari terbangun. Dia melihat rumah yang sudah lama tidak dia datangi, rumah kontrakan yang cukup lama dia tinggalin dulu. Seketika rasa rindu membuncah dihati nya,air mata nya mengalir dipipi nya. Dia menghapusnya dengan cepat agar tidak terlihat oleh farid dan kedua anggota nya,dia melirik farid yang masih terlelap dipelukannya.
Tangan farid masih berada dipinggang mentari,dia memeluk mentari dengan erat seolah takut mentari pergi saat dirinya tertidur.
Mentari mengusap pipi farid,dia sudah merasa sangat bahagia. Bukan hanya cinta nya terbalas,tapi juga karena farid menerima putri dan ibu nya dengan baik. Semua nya dibuktikan dengan membawa mentari kembali kerumah ini lagi,dia menatap pria tampan yang masih tertidur itu.
cup
__ADS_1
Mentari mengecup bibir farid sekilas,tapi farid langsung meraup bibir itu dengan lembut. Mellumat dan menghisap nya ,kemudian memberikan gigitan kecil disana membuat mentari terkejut.
Sebenar nya farid terbangun,dia melihat mentari menangis tapi dia berpura-pura tidak melihatnya hingga akhirnya dia menyadari kalau mentari mencium bibir nya. Hal yang pertama kali dilakukan oleh mentari,dia pun membalasnya dengan meraup bibir mentari.
Farid tidak ingin hanya sekedar kecupan saja,dia memperdalam ciuman itu dengan lembut dan mentari membalasnya. Tangannya mengusap dada bidang milik farid membuat hasrat kelakian nya bangkit,farid melepaskan ciumannya kemudian menatap wajah mentari dengan mata sayu nya.
Mentari tau kalau farid sudah bergairah,dia bukan wanita yang polos. Apalagi dia pernah merasakan ba ta ngan milik pria, walaupun dia hanya bercinta dengan satu pria yaitu mendiang suami nya tapi dia pernah merasakan nya dan tau apa yang sekarang dialami oleh farid.
"sayang....aku,aku ingin..." bisik farid,dia masih melihat kedua anggota nya diduduk manis dibangku depan
Farid tersadar,dia mendorong tubuh mentari dengan pelan hingga tubuh mereka berjarak. Kemudian dia berusaha menenangkan sang junior yang sudah ingin memasuki gua miliknya,dia sangat ingin menikmati tubuh mentari tapi tidak mungkin hal itu dia lakukan mengingat janji nya .
__ADS_1
"kita turun sekarang ya?" ucap farid,dia sudah bisa menguasai sesuatu yang hampir dia lakukan.
Mentari hanya mengangguk,dia menatap ke arah farid yang sudah turun lebih dulu. Mentari terkejut karena farid menggenggam tangannya dan berjalan menuju pintu ,kemudian mengetuk pintu nya dengan cukup keras
tok...tok...tok...
Mentari menatap sekeliling rumah yang terbuat dari setengah dinding dan atas nya papan,disini lah pertama kali nya dia meninggalkan putri dan ibu nya . Melihat sekeliling nya yang seperti tidka dirawat,membuat hati mentari sedih.
Ceklek
Tak lama pintu terbuka,menampilkan seorang wanita paruh baya yang terlihat cukup tua. Mungkin karena beliau memiliki penyakit yang cukup serius,wanita itu mengernyitkan dahi nya saat melihat sosok farid karena pria tampan dan terlihat berwibawa itu berada didepan nya tapi kemudian dia tersenyum mendapati mentari dibelakang pria itu dengan air mata yang sudah membasahi pipi nya.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘