Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
184


__ADS_3

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sarah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur miliknya,dia menjadi sedikit pusing. Karena dia bingung bagaimana menghadapi harry,dia tidak ingin bertemu dnegan harry lagi.


Dengan pikiran yang tak menentu akhirnya sarah pun tertidur,padahal dia belum makan malam. Sedangkan mentari juga ikut merebahkan tubuhnya,dia tidak ingin memikirkan mengenai farid. Dia juga ingin menghindari farid,tapi dia rasa farid ngak akan mengejarnya karena selama ini dia lah yang slalu mengejar pria itu.


Farid selalu diam,tidak pernah perduli dengan sekitar nya makanya mentari sering mengganggu nya. Sebelum tidur mentari menelpon anak semata wayang nya,dia juga menanyakan kabar ibu nya yang sudha terlihat sangat tua. Dia merasa kasihan pada ibu nya yang sering sakit,tapi dia malah menambahkan beban dengan menitipkan sang anak pada ibu nya


Sebenarnya mentari ingin sekali mencari suami yang bisa menanggung semua kebutuhannya,tapi mana ada pria yang mau menikah dengan nya. Sudah miskin,punya ibu yang sudah tua bahkan janda punya anak pula.


Mentari menghela nafas nya dengan kasar,dia hanya perlu bekerja keras untuk semua nya. Agar kehidupan anak dna ibu nya tidak kekurangan apa pun,walaupun hanya pas-pasan saja tapi ngak masalah yang penting mereka tidak berhutang lagi.

__ADS_1


Dengan pikiran yang terbilang banyak,mentari dan sarah pun akhirnya tidur lebih dulu. Mereka membiarkan semua nya berjalan apa ada nya,mereka tidak ingin berpikir terlalu banyak.


Sementara itu,sasa masih bersama rangga. Bahkan kini rangga menarik tangan sasa untuk masuk kedalam apartemennya,apartemen yang selama ini dia bersihkan.


Wajah sasa terkejut saat mengetahui siapa pemilik apartemen yang setiap hari dia bersihkan,bahkan dia sering memasak disana. Meninggalkan makanan untuk pemiliknya,mereka sering mengirimkan pesan via note dan ditempelkan di pintu lemari pendingin disana.


"jadi bapak pemilik apartemen ini?" tanya sasa seolah tak percaya,karena makanan kesukaan mereka sama. Mereka juga sering bercerita mengenai keseharian nya di note itu,cerita mereka selalu nyambung


Dari awal rangga sudah tau,karena memang dia lah yang mengatur sasa untuk mengurus apartemen nya. Dia juga sering minta di buatin makanan sama sasa dan memberikan uang agar sasa membeli bahan-bahan yang diperlukan


"seperti nya bapak sudha mengatur semua nya ya?" tanya sasa dengan tatapan tajam nya

__ADS_1


"hhmmm....aku ingin kita menikah" jawab rangga dengan santai nya


Tapi ucapan rangga membuat sasa terkejut,dada nya sudah berdebar tak karuan. Dia masih menatap wajah rangga,mencoba mencari tau mengenai ucapan rangga barusan. Dia tau pasti rangga hanya menggoda nya saja


"bagaimana dia bisa tenang seperti itu?" tanya sasa dalam hati


"hhmmm....pak,sudah malam. Saya ngantuk,saya ingin kembali ke asrama" ucap sasa,dia menganggap kalau dia tidak mendengar ucapan rangga


"tidur lah disini,aku ngak akan menyentuh mu hingga kita menikah" ucap rangga seperti sebuah perintah


Sasa semakin membulatkan matanya,dia benar-benar ingin pergi sekarang. Menghilang entah kemana,karena memang dia tidak ingin berurusan dengan yang namanya pria apalagi dengan pernikahan

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2