
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Sekar menanyakan keberadaan toilet umum atau toilet untuk karyawan,dia ingin membawa cintya membuang air kecil disana. Sedangkan cantika sudah tertidur di sofa ruangan tyo,dia memang terasa sangat lelah dan kecapean makanya langsung tertidur begitu saja diruangan tyo
"siapa wanita itu?"
"apa itu anaknya?"
"kenapa dia bisa bersama dengan pak tyo?"
"dia bukannya wanita itu ya?wanita yang selingkuh dan anaknya bukan anak suami nya "
Berbagai pertanyaan terdengar di telinga sekar,tapi sekar tidak perduli. Cintya juga mendengar nya tapi dia berusaha untuk diam saja ,karena mama nya juga diam saja. Sekar menatap wajah cintya yang sudah menahan tangis nya,sekar tau akan hal itu tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aditya bisa memutar balikkan fakta mengenai perselingkuhannya karena tidak ada satu pun orang yang akan percaya pada dirinya yang hanya manusia biasa
__ADS_1
Setelah sampai di toilet karyawan,sekar ingin masuk dan membantu cintya membuka kan celana nya tapi karena cintya sudah terbiasa jadi dia menolak untuk dibantu oleh sekar. Sekar menunggu didepan pintu kamar mandi,dia merasa sedih mengingat wajah cintya yang menahan tangis nya.
Sekar pernah membawa kedua putri nya saat mereka masih bayi,meminta pertanggung jawaban pada aditya tapi aditya tidak menganggap kedua putri nya itu anak malah menyebarkan gosip kalau sekar berselingkuh dan memiliki anak dari pria selingkuhannya itu
Apalagi saat usia kedua putri nya lima tahun,mereka tak sengaja bertemu dengan aditya juga keluarga nya. Aditya serta keluarga mengatakan hal yang tidak pantas dihadapan kedua putri nya hingga sampai sekarang sekar masih mengingat nya dengan jelas,kedua putri nya menangis karena dikatakan anak haram. Saat itu kah mereka sering menanyakan siapa ayah mereka,sekar hanya bisa berkata jujur hingga tanpa sepengetahuan sekar . Cantika mendatangi aditya untuk membuat aditya mengakui mereka,tapi belum juga bertemu dengan aditya. Cantika sudah diusir oleh keluarga aditya dan di katakan anak haram
Saat sekar mengetahui nya,sekar marah tapi sekar juga tidak bisa berkata apa pun . Cintya sudah selesai pipis,mereka berjalan bergandengan kembali bersama menuju ruangan kerja tyo. Masih terdengar selentingan karyawan tyo menjelek-jelekkan nya
"iya...aku juga lihat,pak tyo menggenggam tangannya . Pasti dia mengancam pak tyo dengan tubuhnya,dia sudah menjebak pak tyo."
Sekar hanya bisa menarik nafas dan menghembuskan nya saja, sekar menundukan kepalanya dan mendekati cintya
"jangan dengar kan apa pun,mereka hanya bisa mengarang cerita....mama yakin cintya kuat,kita sudah punya papa tyo yang akan menjaga dan melindungi kita" bisik sekar dengan lembut,cintya mengangguk
__ADS_1
"aku akan mengadukan kalian pada papa tyo ,pasti papa akan memukul kalian....kalian lihat saja nanti" batin cintya sambil tersenyum sinis dna terlihat oleh sekar
"hei....kamu melamunkan apa sayang?kok senyum nya serem banget sih?" tanya sekar yang membuat cintya tersadar
"ngak ada ma....ayo kita ke ruangan papa,aku lapar" jawab cintya dengan senyuman manis nya agar mama nya melupakan apa yang dilamunkannya.
"wah....wah...siapa ini?"
Suara pria yang cukup dikenal sekar,sekar tetap melangkahkan kaki nya menuju ruangan tyo tanpa memperdulikan pria yang bersuara dibelakang nya tadi
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1