
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Mata vivi juga menatap amplop yang dibuka oleh mentari,dia ikut merasa bingung dengan tari yang membuka surat-surat di depan nya
"kenapa isi nya kertas?dimana uangnya?" tanya vivi dengan bingung
Sementara mentari hanya menggeleng,dia masih membaca isi surat yang dia pegang. Tangannya gemetar,dia tidak menyangka kalau dirinya malah dijebak seperti ini oleh farid juga mama nya. Tapi kenapa rita diam saja?harusnya rita marah dan mengambil amplop yang diberikan mama nya pada mentari
"tari....apa isinya?" tanya vivi yang merampas kertas dari tangan mentari karena mentari malah menangis dan gemetaran
"oh ya ampun....ternyata mereka lebih licik dari kamu tari?mereka ngak mau kehilangan calon menantu idaman mereka ha...ha....ha..." ucap vivi sambil tertawa terbahak-bahak karena isi surat tersebut menyatakan kalau mentari akan menjadi calon istri farid selama nya,dia sudah menerima surat perjanjian itu maka mentari harus bersedia menghadiri pernikahan yang akan dilaksanakan seminggu lagi.
Jika mentari tidak datang atau pergi tanpa kabar,maka pihak keluarga farid akan memberikan hukuman penjara seumur hidup juga denda sebesar lima milyar.
__ADS_1
Membaca surat perjanjian itu,mentari tidak bisa berkutik lagi. Dirinya benar-benar telah dijebak dalam permainan keluarga farid,dia menjadi sangat bingung . Sementara vivi terus tertawa hingga perutnya terasa kram,vivi mencoba menarik nafas nya tapi perut nya tetap kram
"tar...tar....tolong in aku,perut ku...sssttt....perut ku sakit tari" ucap vivi dengan terbata-bata
"biarin,rasakan...makanya jangan suka mengetawain orang yang lagi kesusahan ,syukuri...." jawab mentari dengan kesal
"tari....tar...sorry,tapi beneran ini sakit banget. Pliiiss,tolong dong" ucap vivi,wajah nya sudah pucat.
"kak....benaran ni,oh ya ampun. Gimana ni?" tanya mentari yang mendadak khawatir
"ng...ngak " jawab vivi yang kemudian langsung pingsan membuat mentari semakin panik
Mentari berlari keluar dari kamar,dia mencari keberadaan amir dan ramli tapi satu orang pun tidak terlihat disana hingga akhirnya dia melihat seorang pria berdiri tak jauh dari asrama.
__ADS_1
"pak...Pak....tolong in temen saya,dia pingsan " teriak mentari membuat pria yang tadi ingin menelpon seseorang terkejut karena mentari langsung menarik pria itu kedalam asrama
Pria itu menatap wajah vivi,dia semakin terkejut karena vivi yang sudah tak sadar kan diri. Pria itu adalah pria yang ditugaskan oleh kevin untuk memantau vivi,karena dia tidak ingin vivi hamil anak pria lain.
Setelah pemeriksaan yang dilakukan oleh ratna,kevin meyakini kalau vivi hamil anak nya. Apalagi dia tau kalau vivi berhubungan dengan pria terakhir kali nya hanya dengan nya,tapi kevin belum punya bukti untuk mengatakan pada vivi.
Pria itu langsung menggendong tubuh vivi,dia membawa vivi menuju mobil nya yang terparkir didepan asrama. Mentari juga ikut menemani vivi kerumah sakit terdekat,dia merasa takut terjadi apa-apa dengan vivi.
Sesampainya dirumah sakit,mentari sudah ikut berjalan mendampingi vivi yang diletakan diatas ranjang dorong rumah sakit. Sementara pria yang merupakan orang suruhan kevin,menghubungi kevin dan memberitahu mengenai keadaan vivi.
Mentari terus menemani vivi,dia tidak meninggalkannya sama sekali karena takut jika nanti vivi terbangun dan tidak ada dia disamping nya.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππ