Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
260


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Mentari menatap dua mobil yang terparkir didepan rumah nya,mobil yang cukup mewah untuk nya . Dia berpikir siapa yang datang kesana,kemudian dia mulai khawatir ibu nya yang sendirian dirumah itu.


"apa pemilik rumah kontrakan ?" tanya mentari dengan pelan.


Mentari dengan cepat keluar dari mobil farid,dia berjalan dengan cepat menuju pintu rumah nya. Dia tidak ingin ibu nya mengalami kesulitan ,karena mungkin ibu nya belum membayar uang kontrakan nya.


"bu....ibu" panggil mentari dengan nada khawatir


Saat sampai didalam rumah nya,dia terkejut melihat kedatangan keluar besar farid. Apalagi mereka sudah duduk di ambal yang membentang diruang tamu itu,mentari merasa tidak enak karena mereka hanya duduk dibawah seperti itu.


"tan...eekhm...ma,kapan datang nya?kenapa ngak bilang ?" tanya mentari dengan wajah bingung nya

__ADS_1


Tadi nya mentari ingin memanggil tante,tapi tatapan tajam dari mama farid membuatnya mengubah panggilannya karena dulu mama farid menyuruh nya memanggil mama saja.


"baru saja...." jawab mama farid dengan lembut dan memeluk tubuh mentari dengan erat


Mentari melihat makanan juga beberapa bingkisan seperti lamaran,dia menatap ke arah mama farid saat pelukan itu terlepas.


"kami ingin melamar mu segera,tiga hari lagi kita menikah disini dan buat pesta pernikahan sederhana disini. Setelah itu baru kita buat pesta disana minggu depannya " jelas mama farid membuat mentari terkejut


"kamu mau kan mentari?mama ngak mau menunda-nunda lagi,mama ingin kalian segera menikah agar farid bisa tidur dengan tenang " jelas mama farid dengan santai,dia tau selama ini farid susah tidur dan selalu memeluk foto mentari jika ingin tidur nyenyak.


"lumayan,mama sudah melamar mentari dan ibu mentari menyetujui nya . Tergantung mentari saja kata nya,tapi mama yakin kalau mentari juga setuju . Ya kan tari?" jelas mama farid dengan wajah senang nya


Mentari hanya bisa tersenyum,ngak mungkin dia menolak pria yang benar-benar serius dengan nya. Apalagi keluarga nya menerima dirinya yang hanya biasa saja,membuat dirinya merasa beruntung

__ADS_1


Farid ikut tersenyum dan duduk di dekat mereka,ruangan itu menjadi sangat sempit karena keluarga farid dan barang-barang yang diberikan oleh keluarga farid pada nya.


"ini laura?" tanya mama farid yang menggapai tangan laura dan mengajak nya untuk duduk dipangkuannya


Laura yang merasa bingung hanya bisa mengangguk dan tersenyum kecil,dia melihat dengan jelas wajah laura yang kebingungan.


"ini oma....sekarang laura punya nenek juga oma sayang" jawab mama farid dengan senang ,laura hanya mengangguk


"laura mau ngak tinggal sama oma?oma sendirian dirumah,nanti papa...mama....sama nenek juga tinggal sama oma dikota,mau ya?" ucap mama farid,dia ingin farid tinggal bersama nya. Rumah nya cukup besar tapi tidak ada penghuni nya sama sekali,membuat nya merasa kesepian.


Suami nya membuat rumah itu besar-besaran karena ingin punya banyak anak agar bisa tinggal bersama selama nya,walaupun anak-anak nya sudah menikah tapi tetap tinggal bersama disana.


Laura hanya diam saja,dia bingung harus mengatakan apa karena memang dia belum mengerti akan hal itu. Dia hanya akan ikut saja kemana nenek nya berada,karena selama ini tinggal bersama nenek nya saja

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2