
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Mentari hanya sekedar menyukai dan mengagumi saja,tidak lebih dari itu karena dia masih sadar diri. Dia punya anak dan ibu yang sudah tua dikampung,ngak akan ada yang mau menerima dirinya dengan embel-embel dibelakang nya itu.
Kedua pasang mata yang diceritakan itu menoleh ke arah mentari,karena ucapan mentari terbilang cukup keras. Mentari menampilkan senyuman termanis nya,dia hanya akan menikmati ketampanan pria yang berada disamping rangga
"kalian disini juga?" tanya rangga sambil melirik ke arah sasa
"ya pak,kami menikmati jajanan pinggir jalan disana. Anda mau?" jawab mentari dengan semangat
"terima kasih,kami hanya ingin berolah raga saja " ucap rangga dengan senyum tipis nya
"kalau begitu silahkan berolah raga saja pak,kami tidak akan mengganggu kalian" ucap sasa sambil tetap menikmati es yang disedot nya dari dalam plastik
__ADS_1
Rangga mengambil bungkusan plastik minuman yang dipegang oleh sasa,dia menyeruput minuman itu didepan semua nya membuat mereka terbengong.
"pak....katanya ngak suka,kenapa malah minum punya saya?" bentak sasa dnegan kesal,itu sama saja dengan berciuman secara ngak langsung. Begitulah pemikiran sasa,mentari dan sarah sèolah mengerti. Mereka yakin jika pak rangga menyukai sahabat baru nya itu,mereka hanya tersenyum saja.
"cie....cie....yang baru ciuman pertama secara ngak langsung" goda mentari sambil menyenggol bahu sasa membuat sasa mendelikan matanya ke arah mentari
"ciuman pertama ? bukannya sasa janda?" tanya pria yang dari tadi berdiri disamping rangga,dia tau kalau sasa adalah seorang janda
"ya....janda kembang,dia ngak per....hhmmmpt" jawab mentari tapi terus ditutup oleh tangan sasa,mata sasa sudah kembali mendelik ke arah mentari yang mulut nya ember
"iiissshh....sa,tangan kamu tuh bau bakso. Ngak enak,pengap aku jadi nya " bentak mentari saat mulutnya sudah terlepas dari tangan sasa
Sasa pergi meninggalkan mereka,dia berjalan mendekati tukang sate. Kali ini dia ingin makan sate,saat baru sampai ditempat tukang sate. Sasa diajak berkenalan dengan dua pria yang juga sedang memesan sate disana,pandangan sasa yang sedang menyalami kedua pria itu menjadi sorotan dimata rangga.
__ADS_1
Rangga berjalan mendekati sasa yang masih berdiri didepan gerobak sate,dia merangkul pinggang sasa dan mencium pipi nya didepan kedua pria itu juga orang-orang yang setahun menunggu pesanan membuat sasa terkejut sekaligus bingung
"sayang....sudah pesan nya?kamu ngak capek berdiri terus?" tanya rangga yang membuat sasa tersadar dari keterkejutan nya
"calon istri saya udah pesan kan pak?" tanya rangga membuat sasa mendelik
"sudah pak,tapi hanya satu aja kok" jawab si penjual ramah
"masih calon kok bro,belum menikah. Masih bisa ditikung" ucap salah satu pria itu sambil menyenggol bahu pria lainnya
Mendengar ucapan mereka membuat rangga terkejut,dia mengeraskan rahang nya. Tangan nya juga terkepal dengan keras,matanya sudah menatap ke arah pria yang tersenyum menatap sasa.
"kau bicara apa?aku ngak akan membiarkan calon istri ku diganggu orang " bentak rangga ,dia ingin mendekati kedua pria itu yang sudha sedikit mundur.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππππ