Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
222


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sasa melihat apa yang dilakukan oleh rangga,dia merasa malu juga jijik karena rangga malah menelan cairan yang berada didaerah sensitif miliknya.


"apa masih sakit?" tanya rangga menatap wajah sasa diatas nya


Sasa menggeleng,dia melihat cairan miliknya sudah belepotan di daerah bibir rangga. Membuatnya menghapus sisa cairan itu dnegan ibu jari nya,membuat rangga menarik ibu jari sasa dan memasukannya kedalam mulut nya.


"aah..." teriak sasa saat merasakan ibu jadi nya masuk ke dalam mulut rangga


"seperti nya kamu ngak perlu salep untuk mengobati nya,kita hanya perlu melakukannya lagi. Pasti rasanya tidak akan terlalu sakit nanti nya " jelas rangga membuat sasa terkejut,memang dari tadi saat rangga memainkan miliknya dengan jari. Rasa nya tidak sakit lagi tapi nikmat,dia merasakannya juga tapi apa iya hanya perlu melakukannya lagi maka sakit nya akan hilang?begitu lah yang dipikirkan oleh sasa

__ADS_1


Tanpa banyak kata,rangga mulai menjilati daerah sensitif milik sasa dengan lidah nya. Dia juga bermain dengan salah satu jari nya di dalam sana,membuat sasa terbuai dan menikmati nya.


"hhmmm....aah" teriak sasa saat dirinya sudah kembali mengeluarkan cairan kenikmatan yang dia rasakan di daerah sensitif nya.


Rangga tersenyum merasakan milik sasa kembali basah,dia mulai mengeluarkan rudal miliknya yang sudah menegang dari dalam celananya. Kemudian dia mengarahkannya pada daerah sensitif milik sasa,sasa yang masih terbuai dan menikmati usapan lembut didaerah sensitif nya. Tiba-tiba dia terkejut merasakan pucuk rudal milik rangga sudah berada didepan daerah sensitif nya dan siap menerobos masuk ke dalam daerah sensitif sasa,sasa memejamkan matanya membayangkan sakit yang dia rasakan sebelumnya


Tapi seketika mata sasa terbuka,dia melihat ke arah daerah sensitif nya yang sedang di pompa oleh rangga. Terlihat jelas kalau rudal milik rangga sudah maju mundur dan bergerak dengan cepat didalam sana,sensasi yang nikmat menurutnya . Dia ikut memejamkan matanya dan menikmati nya,tidak ada lagi rasa sakit didaerah sensitif nya.


"sa....yang....kamu diatas ya?" ucap rangga yang kini sudah merebahkan tubuhnya disamping tubuh sasa


"ba...bagaimana?" tanya sasa bingung membuat rangga tersenyum

__ADS_1


Rangga mengangkat tubuh sasa dan meletakkannya diatas perutnya,sasa terkejut dan merasa sangat malu. Wajah nya sudah memerah,dia mengalihkan pandangannya hingga dia merasakan rudal milik rangga masuk kedalam daerah sensitif nya


"ah...." de sah sasa saat rudal itu tenggelam seluruh nya didalam sana.


"bergoyang lah,perlahan...kedepan dan kebelakang " bisik rangga dengan lembut


Sasa menggerakan ke depan dan ke belakang dengan tubuhnya menempel diperut rangga,dia memejamkan matanya merasakan sensasi yang begitu nikmat menurut nya.


"naik....turun kan sa" bisik rangga lagi,kali ini dia meraup bibir sasa dengan lembut. Mellumat dan menyesap nya perlahan,membuat tubuh sasa bergetar


Sasa benar-benar terbuai,dia semakin memompa rangga diatas nya. Rangga menatap sasa yang memejamkan matanya,wajah sasa terlihat begitu menikmati nya membuat rangga tersenyum senang

__ADS_1


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2