Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
242


__ADS_3

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mendengar ucapan mentari,farid tersenyum dan langsung melakukan aksi nya. Dia menghisap dan memainkan lidah nya di ujung pu ting susu milik mentari,membuat mentari memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan lidah farid.


Farid menatap wajah mentari yang ikut menikmati nya membuat ba ta ngan miliknya sudah berdiri dengan tegak,dengan pelahan dia mengeluarkan miliknya dan mulai memijat nya tanpa mentari tau.


Farid terus me ngo cok dan memijat ba ta ngan miliknya dengan cepat sambil mulut nya terus menyesap kedua gundukan itu secara bergantian,tangan satu nya juga aktif me re mas setiap gundukan kenyal itu secara bergantian.


"aaah...." teriak farid sambil mengeluarkan cairan yang cukup kenyal dari kepala ba ta ngan miliknya ,membuat mentari terkejut dan menatap ke arah ba ta ngan itu.


Mentari mengalihkan pandangannya saat mata nya melihat ba ta ngan panjang dan berurat milik farid,dia merasa malu . Tapi farid malah menarik tangan mentari agar menyentuh dan menggenggam ba ta ngan miliknya yang sudah mulai lemas,tapi masih terasa besar ditangannya walaupun sudah lembek.

__ADS_1


"terima kasih sayang.....tapi cairan ini harus nya menjadi benih untuk mu,agar anak kita segera ada disini" ucap farid dengan mengecup kening mentari


Mentari melihat sprei miliknya sudah penuh dengan cairan milik farid,tangannya masih menyentuh ba ta ngan milik farid membuat nya merasa sedikit risih karena sudah lama dia tidak menyentuh ba ta ngan. Apalagi milik farid terbilang sangat besar dari punya mendiang suami nya ,membuat pikiran mentari sudah memikirkan yang iya-iya


"eekkhm....pak,sebaiknya anda cepat membersihkan nya dan pulang. Mungkin keluarga anda sudah emnunggu anda dirumah" ucap mentari,dia tidak ingin berlama-lama bersama dengan farid. Bisa-bisa dirinya lah yang akan menyergap farid untuk memuaskan hasrat yang selama ini dia pendam,karena memang dia termasuk orang yang kuat naf su.


Farid berdiri dan berjalan menuju pintu kamar mandi yang masih berada didalam kamar itu,dia membersihkan tubuhnya seperti apa yang disuruh mentari. Tak perlu waktu lama,dia pun keluar dan melihat mentari sedang mengganti sprei miliknya dengan yang baru.


Farid sudah merasa cukup puas memberikan tanda kepemilikannya di dua gundukan kenyal itu,malah dia menambahkan nya disekitar leher mentari tapi mentari tidak menyadari nya.


"sudah....anda bisa pergi sekarang" jawab mentari,dia berpikir jika farid hanya ingin berpamitan saja pada nya

__ADS_1


"kau juga ikut ke rumah,semua nya sudah menunggu kita" jelas farid dengan tenang


"apa?anda jangan bercanda?anda saja yang pulang dan katakan pada keluarga anda mengenai surat perjanjian itu" ucap mentari dengan kesal


Farid berjalan mendekati mentari,dia menarik tangan mentari dan menatap mata nya dengan tajam sambil tersenyum membuat mentari terkejut. Senyuman farid terlihat berbeda,makanya mentari terkejut


"kau ingin aku melakukannya sekarang?kau sudah lihat bahkan memegang nya kan?" tanya farid sambil mengarahkan tangan mentari pada ba ta ngan miliknya yang sudah mulai mengeras kembali


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2