
💙💙💙💙💙💙💙💙💙
Sarah berjalan menuju apartemen 202,dimana dia akan membereskan apartemen itu. Dia ditemani oleh salah satu pegawai yang sudah berpengalaman,dia diajarkan bagaimana dalam bekerja karena takutnya pemilik apartemen merasa tidak puas dengan hasil kerja mereka.
Sarah mengikuti seluruh pelatihan secara langsung,dia melihat juga ikut mengulangi apa yang diajarkan pada nya. Pekerjaan nya cukup baik,hingga pihak pelatihan profesional itu pun akhirnya memberikan nilai plus pada nya.
Hanya dua sampai tiga jam dia berada di apartemen itu,kemudian dia ke apartemen yang lainnya dan melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada apartemen sebelumnya.
Dalam sehari,mereka mendapatkan jatah dua atau tiga apartemen dalam satu orang untuk dibersihkan. Setelah itu baru mereka kembali ke asrama lagi,untuk makan dan beristirahat agar bisa kembali bekerja besok hari nya .
Beberapa minggu berlalu,sudah hampir setahun sarah bekerja dengan baik disana. Apartemen 202 adalah apartemen yang rutin dibersihkan oleh sarah,dia tidak pernah tau siapa pemiliknya. Karena tidak ada foto atau apa pun disana,lagi pula mereka tidak diperbolehkan mencari tau mengenai pemilik apartemen.
Setiap hari sarah membersihkan dua apartemen,apartemen 202 dan 203 agar tak terlalu jauh setiap pegawai selalu di berikan yang lebih dekat dan mudah.
__ADS_1
Selama bekerja di apartemen pun,sarah ngak pernah bertemu dengan rangga karena rangga hanya sesekali datang ke perusahaan mereka. Dia memantau pekerjaan mereka dari tempat tinggalnya, dia akan datang ke kantor karena ada pegawai baru yang masuk atau saat memeriksa laporan setiap bulannya karena rangga juga memiliki pekerjaan lain nya tapi tidak ada yang tau apa pekerjaan pria itu.
Saat ini sarah dan kedua teman nya sedang liburan,mentari dan sasa ingin mengajak sarah berjalan-jalan mengelilingi kota itu. Walaupun mereka baru tinggal dua tahun disana tapi mereka tau tempat rekreasi yang menarik disana,ketiga nya sudah bersiap
"hhmm....hari ini kita ke mall ya,kan kemarin-kemarin sudah ke taman" ucap sasa
"boleh....ayo,kita nonton dan berbelanja barang disconan " jawab sasa dengan antusias nya
"hhmm....pak rano?kamu ngutang sama pak rano?oh ya ampun tari,kamu kan tau sendiri gimana pak rano" ta nya sasa dengan terkejut
"memang nya kenapa dengan pak rano?" tanya sarah penasaran,karena dia pernah mendengar kalau sebagain pegawai disana sering hutang dengan pak rano jika keluarga mereka minta kiriman dan mereka belum gajian
"pak rano akan menagih hutangnya disaat yang sama,dia ngak akan memberikan waktu pada wanita itu jika belum ada uang nya maka mereka harus membayar dengan tubuh nya " jelas sasa dengan tegas
__ADS_1
"apa?gi la ,masak sih?" tanya sarah seolah ngak percaya
"iya....walaupun setelah itu hutangnya lunas,atau dipotong setengah. Tergantung layanan dari yang hutang " jelas sasa lagi dengan tubuh nya yang meremang membayangkan bercinta dengan pria tua seperti pak rano
"iiissshh....amit-amit tar,mending kamu bilang sama aku. Biar pinjem di aku aja,jangan pak rano" ucap sarah dengan pemikiran yang sama seperti sasa
"aku udah bayar setengah kok,tinggal setengah lagi" jawab mentari dengan pelan,karena saat itu anak nya sakit dan ibu nya menelpon meminta uang untuk berobat anak nya
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
note : cerita pak rano ini,aku terinspirasi dengan lingkungan ku ya....didaerah sini ada bapak-bapak yang suka hutangin pake bunga yang entah berapa aku juga ngak tau,karena ngak pernah minjem. Cuma yang aku denger sih,kalo orang yang ngutang masih muda dan ngak sanggup bayar makanya dia minta bayaran bercinta say ...tempat kelen ada ngak ya yang seperti pak rano ini???
__ADS_1