
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Vivi keluar dari kamar nya,dia sudah berjalan menuju halte dimana mobil sudah menunggu nya. Dia melihat mobil itu tak jauh dari sana,dengan nomor plat mobil yang dikirim kan si pemesan.
Malam sudah semakin larut,vivi memang bekerja sambilan saat malam larut. Dia mendekati mobil yang sesuai dengan yang dikirimkan oleh si pemesan,dia mengetuk jendela itu dnegan pelan hingga keluar dua pria dari dalam mobil itu.
"ma...maaf,saya salah mobil" ucap vivi,dia takut jika pria yang memesan nya lebih dari dua
"anda tidak salah mobil nona,silahkan masuk. Tuan kami sudah menunggu anda didalam" jelas kedua pria itu ,dia menatap ke arah vivi
Vivi membuka pintu mobil itu,terlihat pria yang menggunakan topeng diwajah nya. Pria itu terlihat gelisah,dia segera menarik tangan vivi agar masuk dan menutup pintu mobil nya.
Vivi yang terkejut karena tubuh nya sudah ada di dekapan pria itu,dia masih diam. Terlihat jelas pria itu seperti sedang kepanasan,dia memakai kemeja yang sudah dibukanya. Dada bidang pria itu terlihat jelas,atletis dan menggoda.
"layani aku sekarang ,aku sudah ngak tahan lagi " ucap pria itu dengan suara serak
Vivi menurunkan tali gaun bagian atas nya,dia ingin mengeluarkan kedua buah dada nya tapi ditahan oleh pria itu sehingga vivi mendekati pria itu dan ingin menciumnya tapi pria itu pun kembali menolaknya membuat vivi merasa bingung
__ADS_1
"aku ngak ingin tubuh mu juga bibir mu,layani dia " ucap pria bertopeng itu dnegan mengarahkan kepala vivi pada batangan miliknya yang sudah mengeras yang masih berada di dalam celana nya
Vivi mengerti,dia yakin jika pria bertopeng ini merupakan pria yang berasal dari keluarga baik-baik makanya dia menggunakan penutup wajah agar tidak diketahui dan vivi juga merasakan kalau pria ini dijebak oleh orang lain.
Vivi membuka celana pria itu dan mengeluarkan batangan milik pria itu yang sudah keras,dia pun memasukannya ke dalam mulutnya dan menghisap nya. Membuat pria itu melenguh dan men de sah tak karuan,dia terus memacu dan mendorong batangan miliknya ke dalam mulut vivi dengan cepat membuat vivi hampir tersedak karena milik pria itu termasuk besar juga.
Dengan cepat vivi menggerakan nya,memijat dan menjilati nya dengan lembut. Pergerakan itu dinikmati oleh pria itu,hingga akhirnya pria itu hampir mencapai puncaknya.
kriiing....kriing...
Kriiing....kriiing....
Ponsel vivi berdering lagi,pria bertopeng itu melirik layar ponsel yang sudah diletakan vivi di dekat pintu mobil itu karena tadi dia mengeluarkan dari dalam tas nya dan mematikan panggilan itu.
"berisik,angkat ponsel mu" ucap pria itu sambil mengambil tissue basah yang berada tak jauh dari nya,dia membersihkan sisa cairannya.
Vivi menelan cairan milik pria itu dengan cepat, kemudian mengambil minuman mineral yang tersisa setengah didalam mobil itu. Dia menenggak nya dengan cepat,agar dapat mengangkat panggilan dari anak nya.
__ADS_1
"ya sayang" jawab vivi
"ma....nenek masuk rumah sakit lagi,tensi nya naik seperti biasa" ucap safira dengan tenang,karena neneknya memang sering keluar masuk rumah sakit
"iya....mama akan kirimkan uang nya besok ya,sekalian uang praktek kamu" jawab vivi dengan pelan,tapi pria bertopeng itu masih mendengar nya
"iya ma,besok terakhir uang praktek fira kalau ngak bayar besok maka fira ngak boleh ikut praktek berikut nya" jelas anak vivi
"iya, besok ah....hhmm...mama masih sibuk,mama telpon besok lagi ya " ucap vivi dan langsung menutup panggilan telponnya
Vivi terkejut melihat pria bertopeng itu karena menarik bo kong nya dan memasukan batangan miliknya ke dalam daerah sensitif milik vivi hanya dengan menyibakan underware yang dipakai vivi,pria itu memompa nya dengan cepat hingga dia mengeluarkan cairan miliknya di dalam daerah sensitif milik vivi.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
Makasih masih stay disiniππππππ
__ADS_1