Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
219


__ADS_3

⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Rangga menghentikan aksi nya,dia kembali bermain di bagian dada sasa. Wajah sasa sudah memerah ,dia merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelum nya.


Rangga terus bermain dengan pu *** bukit kembar milik sasa hingga membuat sasa melenguh kenikmatan,dengan perlahan dia memasukan rudal miliknya yang sudah dia keluar kan dari dalam celana .


Sasa meringis merasakan tekanan yang berada didaerah sensitif miliknya,dia melihat rudal milik rangga yang siap menerobos liyang kenikmatan miliknya. Rudal yang begitu besar untuk nya,ini pertama kali nya dia melihat rudal pria.


Rangga menghentikan gerakan nya,dia menatap ke arah sasa yang memejamkan matanya merasakan sakit.


"tahan sebentar ya,aku akan melakukannya dengan cepat" bisik rangga,ini pertama kali nya juga rangga melakukannya.

__ADS_1


Rangga mulai menekan nya miliknya kembali hingga seluruh rudal miliknya masuk sepenuhnya,ada cairan yang keluar dari dalam daerah sensitif sasa dan terdengar suara robekan dibawah sana.


Rangga menarik miliknya perlahan,terlihat jelas darah segar yang tidak terlalu banyak membasahi rudal miliknya. Dengan senyuman dan gerakan perlahan akhirnya rangga mulai memompa diatas sasa,awalnya terasa sakit dan perih tapi lama kelamaan rasa itu berubah menjadi rasa yang tidak dapat diungkapkan oleh sasa.


Rangga terus memompa nya dibawah sana,dia berusaha untuk memberikan kepuasan pada sasa hingga akhirnya dia mencapai puncaknya . Begitu juga dengan sasa,dia merasakan ingin buang air kecil tapi ditahannya hingga dia menjerit tak tertahankan


"pak...aku mau pipis,ah..." teriak sasa dengan keras


Rangga mendekap tubuh sasa dengan erat setelah mereka melakukan penyatuan,dia mengecup kening sasa dan menatap wajah nya dengan lembut. Sasa memejamkan mata nya,dia benar-benar merasa lelah padahal dia tidak begitu banyak bergerak . Mungkin karena dia menahan rasa sakit yang masih terasa di daerah sensitif nya,padahal tadi tidak begitu sakit lagi.


Rangga memejamkan matanya,dia tertidur dengan memeluk tubuh sasa. Tidur yang cukup nyenyak menurut nya hingga matahari sudah mulai tenggelam,pesta pertunangan rangga dan sasa pun sudah selesai.

__ADS_1


Sasa bangun lebih dulu,dia melihat tubuhnya yang sudah polos begitu juga tubuh rangga. Dia kembali teringat dengan pergulatan panas yang mereka lakukan siang tadi,dia hanya tersenyum senang karena kini dia sudah bukan lagi gadis.


Pilihan yang tepat memberikan kesuciannya pada rangga,pria yang akan menjadi suami nya kelak. Hati nya merasa bahagia,dia ingin selamanya merasakan kebahagiaan yang dirasakan nya saat ini.


Sasa memperhatikan wajah rangga dengan teliti sambil senyum-senyum sendiri dia ingin meraba wajah tampan didepannya ini,tapi kemudian dia tersadar saat mendengar suara rangga yang serak


"apakah wajah ku tampan ?kenapa menatap ku hingga tak berkedip hhmm?" tanya rangga dengan mata yang masih tertutup rapat membuat sasa terkejut dan melotot


Tak lama rangga membuka kedua matanya,dia menatap ke arah sasa sambil tersenyum. Tangannya juga sudah menarik pinggang sasa agar masuk kedalam pelukannya,sasa hanya terdiam dan merapatkan wajah nya didada bidang milik rangga.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2