
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
PlaΓ aak..
Sebuah tamparan mendarat mulus dipipi kiri mentari,dia menatap wanita paruh baya yang berdiri dihadapannya. Wanita yang terlihat masih cantik dengan penampilan yang elegan dan berwibawa,mentari tersenyum sopan.
Mentari sudah menyadari kalau wanita paruh baya didepannya ini adalah mama nya farid,nyonya besar keluarga terhormat. Apalagi disebelah wanita paruh baya itu berdiri wanita muda yang seksi yang pernah mentari temui kemarin,ya ....wanita itu rita,calon istri yang dipiilih keluarga farid.
"jadi ini wanita pilihan farid?heh....ngak ada cantik-cantiknya "bentak mama farid dengan nada sombong nya menatap ke arah mentari
Mentari masih diam,dia tidak ingin banyak bicara karena bagi nya tak ada yang perlu dijelaskan. Dia hanya menunggu mama farid mencampakan uang ke wajah nya dan dia akan langsung pergi,dia sudah membuat surat pengunduran diri untuk berjaga-jaga. Jadi setelah dapat uang itu,dia akan langsung berangkat ke kampung nya.
__ADS_1
"kau ikut aku" bentak mama farid dengan keras,dia berjalan lebih dulu dan mentari mengikuti nya dari belakang.
Mentari sudah duduk didepan mama farid juga rita,dia sering menonton drama kesukaan nya yang nasib nya hampir sama dengan kejadian yang dia alami saat ini. Hanya saja ,saat ini dia akan mengambil uang pemberian mama pria itu. Karena sang pria tidak pernah mencintai nya,hanya memanfaatkan dirinya saja jadi kebalikan dari drama yang ditontonnya
"ini....kau pasti hanya ingin uang farid kan?aku rasa ini cukup untuk mu,gugur kan bayi yang kau kandung itu" bentak mama farid dengan wajah garang nya
"bayi?jadi pak farid mengatakan kalau aku lagi hamil?bagus sekali,pasti uang nya banyak " batin mentari dengan senang,tapi tidak dia nampakan dihadapan mama farid juga rita
Mentari melihat vivi yang sedang nonton dan mengunyah cemilan didalam kamar nya,dia mengangkat amplop yang diberikan oleh mama farid pada vivi saat vivi melihat nya masuk
"berhasil?" tanya vivi
__ADS_1
"hhmmm....seperti nya aku harus pergi sekarang kak,aku ngak mau nanti pak farid kesini dan mengambil uang nya. Surat resign ku sudah ada sama kakak kan?" ucap mentari sambil berdiri dan memanggul tas ransel yang cukup besar,dia membuka amplop pemberian mama farid dan matanya terkejut menatap isi didalam amplop itu.
Beberapa lembar kertas ,seperti surat-surat. Tadinya mentari berpikir kalau isi nya adalah uang tapi kenapa jadi surat-surat saja,membuat dia bingung.
Dengan perlahan mentari meletakan tas ransel miliknya,dia duduk bersebelahan dengan vivi yang masih menatap nya bingung karena mentari tidak jadi pergi.
"tari...kok duduk lagi ?ngak jadi pulang kampung nya?" tanya vivi masih menatap ke arah mentari dengan bingung
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1
nah lho....kira-kira kertas apaan ya say?