Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
258


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Setelah perjalanan lima belas menit,farid sudah sampai didepan sekolah laura. Dia kembali menggendong putri kecil mentari dan membawa nya menuju pagar depan sekolah nya itu,mentari mengikuti nya dari samping dengan salah satu tangannya di gandeng dnegan erat oleh farid.


Mereka seperti keluarga kecil yang bahagia,mentari terus tersenyum lembut begitu juga dnegan laura. Dia benar-benar merasa senang,dia ingin memamerkan farid pada semua nya .


"pagi bu gulu " sapa laura dengan semangat pada seorang wanita yang terbilang cantik,wanita itu adalah guru laura dan sangat menyayangi laura. Dia yang slalu membela laura dari ejekan teman-temannya yang mengatakan dirinya anak haram


"pagi cantik,apa kabar hari ini?" tanya wanita cantik itu


"baik bu,kenalin....ini papa laula" jawab laura dan mengenalkan farid yang masih setia menggendong nya


"oh ya....selamat ya sayang,akhirnya laura punya papa juga...." ucap guru laura dengan lembut

__ADS_1


Farid hanya tersenyum saja,wanita itu ikut senang melihat wajah laura yang ikut senang juga. Laura terlihat sangat bahagia,dia menatap ke arah wajah mama nya yang berada dibelakang mereka.


"laura masuk dulu ya....mama sama papa nya nunggu diluar aja ya" ucap wanita cantik yang merupakan guru laura


Laura pun turun dari gendongan farid,dia berlari masuk ke dalam ruangan kelas nya. Dia ingin mengatakan pada semua teman nya kalau dirinya sudah memiliki seorang papa,dengan semangat dia menemui teman-temannya.


"maaf pak ,bu....bisa kita bicara sebentar ?" tanya wanita tadi dengan sopan


"silahkan duduk pak,bu....saya ingin menyampaikan sesuatu mengenai laura" ucap wanita itu dan ikut duduk berhadapan dengan farid dan mentari


"sebentar lagi ada perlombaan di kantor balai desa,laura memiliki bakat untuk berpidato . Jadi saya ingin mendaftarkan nya untuk ikut perlombaan pidato anak-anak,kalau bapak dan ibu mengijinkan baru saya daftar kan" jelas guru nya laura


"kenapa nanya kami bu?tanya sama laura,karena dia mau ikut perlombaan . Kami hanya mendukung nya saja" ucap mentari dengan tenang, dia cukup kesal karena sang guru hanya menatap ke arah farid saja.

__ADS_1


"kami sudah menanyakannya pada laura,dia menyuruh kami untuk minta ijin pada orang tua nya saja....makanya jika bapak juga ibu setuju maka kami akan langsung mendaftar kan nya " jelas guru nya laura


"kami setuju kok,yang penting laura ngak dipaksa...." jawab farid,kali ini dia yang bicara karena terlihat jelas sekali kalau mentari seperti tidka suka dengan guru laura itu.


"hhmm....ngak ada yang perlu kita bicarakan lagi kan?kami mau keluar" tanya mentari yang berusaha bersikap sopan pada wanita yang merupakan guru laura,mata wanita itu hanya menatap nya sekilas dna seperti tebar pesona pada farid


"tidak ada bu,hanya itu saja. Tiga hari lagi perlombaan nya akan diadakan di balai desa,kami harap bapak dan ibu bisa datang kesana " jawab guru itu masih dengan pandangan mata menatap ke arah farid.


Mentari tersenyum dan berdiri ,dia menggandeng tangan farid dengan lembut dan menempelkan dada nya disana. Membuat yang punya lengan merasa bergairah,farid menatap ke arah mentari yang terlihat biasa saja.


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2