Cinta Sang Jendral

Cinta Sang Jendral
266


__ADS_3

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dirumah sakit sebelum mentari menikah,vivi masih belum sadar kan diri. Mentari sudah dibawa oleh farid karena farid sempat merasa cemburu pada nya,hanya ada kevin yang menunggu nya disana.


Saat vivi tersadar,hanya ada seorang perawat yang menunggu nya disana. Karena saat ini kevin sedang berada diluar untuk menerima telpon,dia ngak mau mengganggu vivi karena suara nya .


"anda sudah sadar nona?" tanya seorang perawat menatap ke arah vivi yang masih menatap sekeliling nya kemudian dia mengangguk


Vivi mulai mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dia sadar jika perut nya terasa kram dan sakit,dia mengedarkan mata nya mencari keberadaan mentari.


"saya sakit pada sus?" tanya vivi sambil meraba perut nya yang ternyata sudah sedikit membesar dari biasanya,dia juga baru mengetahui nya


"anda sedang hamil,kemarin anda hanya kram perut saja. Hari ini anda bisa pulang kok,nanti obat nya di tebus di apotik" jelas perawat itu yang kembali keluar.

__ADS_1


"teman saya mana ya sus?wanita yang membawa saya kesini" ucap vivi dan terlihat wajah perawat itu bingung,makanya vivi menjelaskannya


"oh....mbak itu,beliau sudah pulang karena dijemput suami nya" jawab perawat itu yang mengingat betul ucapan farid yang mengatakan kalau dirinya suami dari mentari


"sebaiknya anda istirahat dulu sebentar,sore nanti baru pulang karena suami anda sudah mengurus semua biaya perawatannya " jelas perawat itu sebelum keluar dari ruangan vivi


"suami?siapa?" tanya vivi dengan penasaran


"anda salah ruangan pak" ucap vivi,karena dia tidak mengenali pria tampan yang masuk kedalam kamar nya itu.


Kevin hanya tersenyum dan mendekat ke arah vivi,dia mengelus pucuk kepala vivi dengan lembut kemudian melabuhkan kecupan singkat di kening nya .


Vivi terkejut,tapi dia juga bingung pada tubuhnya yang hanya menikmati apa yang di lakukan pria tampan didepannya ini. Kevin hanya tersenyum dan duduk disamping tempat tidur vivi,dia menatap vivi dengan lembut

__ADS_1


"maaf pak,anda salah ruangan " ucap vivi lagi dengan tenang dan sopan ,padahal jantung nya sudah seperti menggila. Berdebar tak karuan,dia sampai memegangi dada nya dengan tangan bergetar.


"saya ngak salah ruangan kok,ini ruangan istri saya" jelas kevin dengan santai


Vivi masih terkejut dengan semua nya,perawat yang mengatakan kehamilannya saja sudah membuatnya merasa ketakutan. Apalagi ini seorang pria tampan yang tiba-tiba datang dna mengakui dirinya sebagai istri,vivi seolah masih bermimpi. Dia tidak membalas ucapan kevin dan kembali memejamkan matanya,berharap saat bangun dia masih berada di asrama bersama dengan mentari.


Kevin kembali mengelus pucuk kepala vivi hingga wanita yang kini sudah resmi menjadi istri nya itu tertidur,setelah mengetahui kalau vivi hamil. Kevin langsung mengurus surat pernikahannya,bagi kevin sangat mudah untuk mendapatkan semua mengenai surat-surat penting vivi.


Kevin menyuruh orang untuk ke rumah vivi yang berada di kampung,dia meminta surat-surat yang dibutuhkan untuk pernikahan tapi tidak mengatakan yang sebenarnya . Dia ingin membuat kejutan untuk vivi,apalagi keluarga nya sudah menerima vivi .


bersambung


jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2