Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 23


__ADS_3

Lama Ila menangis tersedu di gazebo kolam renang. Selama itu pula Arka menemani dari kejauhan. Arka sengaja tidak ingin menganggu Ila, karena mungkin saja istrinya butuh waktu untuk sendiri. Tak berselang lama tangisan Ila tak terdengar lagi. Ila pun Nampak tenang bersandar di sofa ukuran besar yang ada di gazebo kolam renang.


Tak ingin Ila sendiri di gazebo. Arka berbalik ke lantai atas untuk mengambil laporan keuangan toko dan juga mencek bahan bahan yang stoknya sedikit di toko.


Seno melihat papa nya kearah gazebo meminta Bi Tina membawa adek nya untuk menonton kartun di gazebo saja. Sebenar nya Seno dari tadi ingin sekali dekat dekat dengan Ila hanya saja bundanya menyuruh bermain dengan sang adik sehingga dia memilih bermain dengan Arshaka.


“Jangan berisik Bunda lagi bobok.” kata Arka pada Seno.


Sedangkan Arshaka sudah terlelap di dalam gendongan Bi Tina. Bi Tina meletakkan karpet khusus bayi yang memang selalu ada di gazebo karena Ila selau menjaga Arshaka sambil menulis di gazebo. Kata Ila pemandangan di gazebo itu menenangkan hati nya.


“Loh kok pada ngumpul disini?” Tanya Ila yang sudah terbangun dari tidur nya.


“Iya Seno sama Papa dan Adek mau jangain Bunda, biar Bunda ngak pingsan lagi,” kata Seno.


“Oo sweet nya anak Bunda, sini peluk Bunda dulu."


Ila memeluk Seno dan mengecup pipi bakpau anak sulung nya.


"Mas ngak di peluk yang?” Tanya Arka menaik turun kan alisnya.


“Ngak ah, malu ada yang di bawah umur nanti ternodai,” kata Ila dengan wajah merona.


“Ah Papa jadi sedih! Mas Seno peluk papa dong, Bunda ngak mau peluk Papa,” kata Arka.!


“Seno juga ngak mau peluk Papa, Papa bikin wajah  Bunda Seno  merah merah.”


“Bunda ngak demam kan?” Seno meraba kening Ila.


“Ngak panas kok Bun, kok pipi Bunda memerah.”


“Ya Allah, anak Bunda.”


“Sini sini Bunda peluk, tugas sekolah nya Mas Seno udah belum nih?” Tanya Ila


“Udah dong!"  kata Seno bangga.


“Siapa yang bantuin?”


“Tadi waktu Bunda tidur, Seno minta ajari Papa biar nanti ngak bikin Bunda capek.”


“Seno ngak mau Bunda pingsan lagi.”


“Ulu ulu sholeh nya anak B!unda. Yaudah lanjutin aja main nya dulu ya.”


Ila berdiri dan melihat Arka sedang mengerjakan sesuatu Ila bangkit ingin keluar.


“Mau kemana yang?” Tanya Arka.


“Ke dapur mas buat minum, kamu mau kopi atau teh?” Tanya Ila.


“Kopi aja deh yang, ngantuk aku."


“Bunda Mas boleh minta susu?” Tanya Seno dengan wajah memelas nya.


“Boleh sebentar ya.” Ila berlalu keluar dari ruangan gazebo.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah Ila pergi tadi Ila membawa apa yang diminta oleh anak maupun suaminya. Ila datang tak sendiri dia datang dengan Bi Tina yang membawa pudding yang telah di masak pagi tadi. Pudding yang akan terasa dingin di lidah karena sudah di masukkan kedalam lemari pendingin.


“Makasih Bi Tina.”


“Iya Nya.” Bi Tina berlalu keluar.


Ila meletakkan minuman suaminya ke meja tempat suaminya mengerjakan laporan.


“Ngerjain apa Mas?”


“Ini Yang, aku mau lihat jumlah pemasukkan dan pengeluaran toko kita.”


“Hanya saja ngak balance, padahal dalam waktu dekat aku berencana membuka cabang yang ke 4. Tapi jika begini terus yang ada Mas terpaksa menutup satu cabang Yang!” kata Arka memijat kepala nya yang terasa berdenyut.


“Pemasarannya mas menggunakan cara tradisonal apa bagaimana?” Tanya Ila menimpali.


“Mas make jasa ads ke orang sih Yang!”  kata Arka.


“Sebenarnya bagus Mas ada  insisatif makai jasa orang buat iklan itu udah benar.”


“Kalau sistem penjualannya bagaimana?” Tanya Ila kembali.


“Ya seperti biasa yang, toko buka jam 9 pagi tutup jam 9 malam."


“Ngak ada sistem online? Seperti pake aplikasi shopee dan lain nya?”


“Ngak yang, habis siapa yang mau mengelola Mas pusing kalau onlen onlen begituan.”  jelas Arka.


“Ngak papa pusing kerena belajar Mas, kalau toko nya tutup Mas lebih pusing lagi kan?” Tanya Ila.


“Gini aja biar Mas ngak pusing, biar Ila bantu pasarin melalui online.”


“Nanti Ila juga akan buat Shopee, Ig, Tokopedia untuk masarin toko Mas.”


“Nah nanti kalau udah rami, yang beli sama views nanya nanya barang kita bisa sewa jasa admin dan juga jasa packing  barang. Jadi kerjaannya lebih ringan Mas dan pastinya pengeluarannya ngak sebanyak Mas buka toko nya langsung pake gedung.”


“Nah inisiatif ini bisa mas gunakan buat ngecover kerugian sampe semuanya balik normal, kan sayang kalau sampe harus di tutup satu toko Mas.”


Arka mengangguk anggukkan kepalanya sambil mendengarkan ide istrinya.


“Tapi mas ngak mau kamu sampe kepikiran karena masalah ini yang, nanti kamu drop lagi.” jelas Arka memandang sendu istrinya.


“Mas dengar, aku tu akan berhenti kerja jika aku lelah.”


“Ngak mungkin aku paksain diri aku bekerja jika aku merasa lelah. Oke jadi jangan khawatir."


“Makasih Sayang ku! Mas bersyukur banget bisa punya kamu.” Arka memeluk Ila.


“Seno juga mau di peluk Papa, Bunda.” kata Seno menghampiri mereka.


“Sini Bunda sama Papa peluk Mas Seno.”


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, sedangkan Ila masih bergelut dengan laptopnya membuat susunan rencana dan rancangan web yang sudah  di katakan pada suaminya tadi.


“Yang masih lama ya?”

__ADS_1


“Dikit lagi Mas.”


“Ini udah malem. Lanjut besok aja, aku ngak mau kamu kecapean.”


“Kamu kok jadi parnoan gini sih Mas.” Ila masih tetap mengerjakan pekerjaanya tanpa melihat ke arah suaminya sampai Arka  mengambil laptop Ila dan mematikan laptop itu lalu menggendong istrinya ke kekamar  mandi.


“Yok ber wudhu dulu sebelum tidur.” kata Arka.


“Uuu sweet nya suami ku.” kata Ila mencolek dagu Arka.


“Buat istri apa sih yang enggak Sayang,” kata Arka.


Saat ini kedua nya sudah berbaring di kasur dengan posisi saling berpelukan.


“Yang, Mas mau nanya kamu tadi kenapa lama banget nangis di gazebo?” Tanya Arka.


“Kamu ada masalah?”


"Mas ngak mau kondisi kamu sampe drop hanya karena kepikiran masalah kamu. Ingat kamu punya suami untuk kamu berbagi cerita. Mas akan siap selalu menjadi pendengar setia kamu yang.”


“Bukan masalah serius kok mas. kalau memang serius juga aku pasti sudah kasih tau Mas. Jadi mas tenang aja ya. Jangan banyak pikiran.”


“Baiklah kalau memang kamu belum siap cerita, Mas ngak akan maksa kamu buat cerita sama Mas." Arka mengelus kepala istrinya dengan sayang.


“Ngak ada yang Ila sembunyikan dari Mas kok.”


“Mas tau kamu menyembunyikan sesuatu sayang, tapi jika memang belum siap berbagi cerita mas ngak akan maksa. Tapi kalau memang sudah terlalu berat katakan ya Sayang. Biar kita selesaikan bersama.”


“Ila pengen hamil Mas.”


“Ila khawatir, sudah 2 bulan kita menikah dan Ila belum hamil.” Ila memandang suaminya dengan mata yang berkaca kaca.


“Ila takut ngak bisa punya anak.”


“Sayang ngak boleh ngomong gitu”


“Semuanya kuasa allah, jika memang  kamu mau  cepat punya baby mah Mas siap aja Yang.”


“Gimana kalau besok kita konsultasi ke Dokter kandungan.”


“Kita program hamil mas?”


“Why not? Itu ikhtiar kita kan buat punya momongan.”


“Terima kasih Mas ku.”


“Jangan simpan masalah sendiri lagi ya.”


“Belajar saling terbuka,” kata Arka.


“Baik Mas maupun kamu Sayang, karena kita partner hidup. Kita akan menemukan banyak sekali persoalan makanya sangat penting komunikasi agar terhindar dari kesalah pahaman."


“Iya Mas.” Ila memeluk suaminya dengan erat.


See you guys…

__ADS_1


__ADS_2