Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab.58


__ADS_3

Hari ini suasana rumah terlihat sepi. Arka dan Seno tidak ada di rumah. Raya melihat situasi rumah yang sepi dan hanya ada Bi Tina dan Bi Surti merasa kalau ini adalah kesempatan emas baginya.


"Lagi buat apa Ila?" Tanya Raya sambil melirik tulisan yang di ketik Ila.


"Ngak Mbak. Lagi review tulisan anak-anak!" kata Ila tanpa menoleh.


"Kamu ngajar? Bahasa Inggris?"


"Ngak aku nulis naskah novel dan juga buka kelas kepenulisan."


"Sebelumnya pernah ikut les menulis atau bagaimana?"


"Ngak, belajar otodidak saja. Kebetulan dari SMP sudah suka baca. Sehingga waktu kuliah berusaha memperdalam dunia kepenulisan sambil belajar bahasa."


"Ooo...."


"Kamu ngak nyesel nikah sama Arka?"


"Kenapa harus nyesel Mbak?"


"Ya secara Arka itu duda beranak dua. Bahkan dengan masa lalunya saja belum selesai. Apa menurut kamu Arka mengizinkan Saya tinggal di sini murni karena kasihan?"

__ADS_1


Raya sengaja memancing kecemburuan Ila dari pertanyaannya.


"Terlepas murni atau tidak itu balik kepada kalian berdua. Saya sih ngak ambil pusing Mbak. Lagi pula Mbak di ceraikan suami Mbak dan ngak punya tempat tinggal.


Aku hanya berusaha berfikir positif tidak ada yang lain."


"Mungkin sekarang masih murni karena kasihan. Tapi apa kamu tahu Ila? Saya ini masa lalu Arka. Kami bersama bukan dalam waktu yang sebentar.


Saya hanya mau kasih tahu ke kamu kalau kembalinya saya ke rumah ini. Saya akan merebut semua yang kamu miliki. Suami dan anak-anak itu semuanya adalah hak saya. Kamu hanya orang asing dan kamu ngak pantas untuk Arka!"


Ila menghela nafas. Akhirnya Raya menunjukkan taring dan cakar sesungguhnya. Akan tetapi Ila sekali lagi tidak akan ambil pusing.


"Kamu budeg ya? Ngak dengar saya ngomong apa?"


Saat Raya akan melangkahkan kaki pergi dari tempat Ila terduduk. Ia kembali terhenti saat mendengar jawaban menohok dari Ila.


"Saya sih ngak heran Anda mau merebut suami saya kembali. Wanita yang kehilangan kehormatan dan harga dirinya sebagai perempuan memang seperti Anda.


Dengan tidak tahu malunya mengatakan akan merebut suami saya."


"Apa Anda tidak malu dengan umur Anda yang sudah setua itu tapi cara Anda berfikir bahkan lebih bodoh dari anak belasan tahun!"

__ADS_1


"Apa kata kamu saya tidak punya harga diri? Tidak punya kehormatan?"


"Lancang sekali kamu sama Saya! Hei pelacur kecil!" Teriak Raya kasar pada Ila.


"Kamu pikir saya ini bodoh? Saya sangat yakin kamu menikah dengan Arka padti berawal dari hubungan badan sebelum pernikahankan?"


"Jangan sok mengatakan saya tidak punya kehormatan. Harusnya kamu malu. Di balik jilbab lebar kamu itu kamu rela-relain telanjang hanya untuk menggoda Arka agar mau menikahi kamu kan?"


"Namanya juga laki-laki mana ada yang nolak lihat perempuan yang masih muda dan bening! Dasar pelacur kecil sialan!"


Saat selesai dengan unek-uneknya Raya ingin pergi dari sana kembali terhenti dengan jawaban Ila yang sukses membuat Raya naik darah.


"Jika Anda terbiasa berzina, jangan Anda bawa pada orang lain. Berzina mungkin jadi kebiasaan Anda untuk menggaet pria pilihan Anda. Tapi jangan samakan dengan Saya!


Saya akui saya memang melayani kebutuhan biologis suami saya! Tapi itu semua saya lakukan setelah saya sah sebagai istrinya di mata Hukum dan Agama.


Saya menikah dengan Mas Arka bukan karena pacaran ataupun Saya menggoda dia! Pernikahan ini terjadi saat saya dan Mas Arka di jodohkan oleh Ibu dan Bapak saya di kampung!"


"Jadi jika kebiasaan Anda yang selalu memberikan badan pada pria yang bukan suami Anda jangan samakan dengan saya.


Bertaubatlah selagi Allah masih kasih Anda umur! Neraka bagi Anda memang bukan urusan saya, karena surgapun belum tentu tempat saya!"

__ADS_1


"Aaaaaaa ....Aakkk."


"Sakit Ghhh..."


__ADS_2