Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 62


__ADS_3

"Mas..."


Ila melepas pelukannya saat Arka cukup lama tidak merespon panggilannya.


Saat Arka membalikkan badanya dan melihatbke arah Ila. Ila membalasnya dengan sebuah senyuman bahagia. Meski senyuman Ila tidak mendapat balasan.


Arka hanya menatap datar sang istri yang masih menggunakan mukenah yang tadi dia gunakan.


"Mas baru pulang ya?" Pertanyaan bodoh dan khas basa basi itu keluar juga. Ila bingung bagaimana memulai percakapan dengan sang suami. karena tatapan Arka menyiratkan makna yang berbeda dari biasanya.


"Mas, Mbak Raya baik-baik saja kan Mas?" Tanya Ila kemudian.


"Atas dasar apa Raya bisa baik-baik saja setelah terjatuh begitu keras kemarin?" Arka segera mengambil bajunya dan memakaikan baju itu langsung.


"Mas, lalu bagaimana keadaan Mbak Raya sekarang?"


"Apakah anak Mbak Raya bisa di selamatkan Mas?"


"Mbak Raya dan Bayinya baik-baik saja kan Mas? Mas jangan diam saja? Aku khawatir Mas!


Sedari kemaren aku menghubungi kamu, tidak kamu angkat. Aku bahkan tidak bisa menyusul kamu ke rumah sakit untuk melihat keadaan Mbak Raya."

__ADS_1


Tanya Ila beruntun dan hal itu sukses membuat Arka makin merasa kesal.


Arka menghela nafas panjang. Arka berusaha menetralkan emosi yang bergejolak di hatinya. Bagaimanapun Raya adalah masa lalunya dan Ila adalah istri sahnya sekarang.


"Raya sekarang dalam keadaan koma. Bayi dan rahimnya harus di angkat. Kamu jangan bersedih hal yang di alami Raya sudah cukup berat!


Jika memang kamu cemburu bukan begini caranya! Saya ngak akan memasukkan wanita manapun ke rumah kita tanpa izin dari kamu.


Sekalipun Seno akan pergi dari rumah. Kamu yang memberi izin kamu juga yang hampir membuat Ibu kandung Seno menghembuskan nafas terakhirnya.


Apa kamu tidak berfikir? Bagaimana jika kamu yang dalam posisi itu. Kehilangan hal paling berharga sebagai wanita dan juga anak sekaligus! Laki-laki mana yang akan mau menerima wanita yang bahkan tidak bisa melahirkan keturunan bagi suaminya?


Arka kepalang kecewa pada istri yang teramat dia cintai ini. Sekarang hatinya meragu, benarkah pilihan mamanya tepat. Mengapa Ila demikian tega pada seorang perempuan lemah yang sudah di buang suaminya.


Sedang Ila shock mendengar perkataan sang suami. Ila bukan wanitq bodoh hingga dia tidak mengerti maksud suaminya.


Dengan menahan air matanya sekuat tenaga. Ila bertanya kembali kepada Arka. Dia sangat berharap telinganya bermasalah hingga apa yang Arka katakan tidaklah benar.


"Mas menuduh aku mendorong Mbak Raya?" tanya Ila lirih.


"Menurut kamu siapa yang mendorong Raya hingga berakibat sedemikian fatal? Raya bukan wanita bodoh, dia pintar dan terdidik. Raya juga berasal dari kalangan orang berada.

__ADS_1


Dia tidak mungkin dengan begitu tolol beraksi gila hanya ingin membuat kita bertengkar. Lagi pula ada saksi mata dari kejadian ini.


Seno melihat semua kejadian. Dia melihat bagaimana Ibu tiri yang dia anggap malaikat ternyata seorang iblis yang begitu tega mendorong Ibu kandungnya.


Kamu mau mengelak apa lagi?"


Air mata Ila tidak kuasa untuk di bendungnya lagi. Fitnah macam apa ini.


"Aku memang berdebat dengan Mbak Raya sebelumnya Mas! Tapi aku tidak pernah mendorongnya, justru Mbak Raya yang ingin mendorong aku karena emosi. Aku hanya membela diri dan itupun bukan dengan mendorong Mbak Raya.


Aku hanya menghindar agar aku tidak jatuh saat Mbak Raya ingin mendorongku karena kesal. Lalu Mbak Raya jatuh ke depan karena aku sebagai objek yang ingin dia dorong dengan sekuat tenaga, menghindar darinya.


Hal ini hanya kecelakaan semata Mas. Aku hanya berusaha melindungi anak kita Mas. Mas percayakan dengan perkataan ku?" Ila berkata dengan penuh air mata di wajahnya.


"Anak kecil tidak mungkin berbohong Ila. Orang bodohpun tahu akan hal itu. Dan sekarang kamu mengatakan jika kamu hanya menghindar. Kamu sudah jelas salah dan sekarang kamu malah memutar balikkan falta.


Kita tunggu saja Raya siuman. Biar dia jelaskan apa yang sebenarnya terjadi."


Arka berlalu tanpa memperdulikan Ila yang menangis juga menggenggam tangan sang suami dengan erat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2