
"Selena akhirnya aku dapat info tentang putriku. Sekarang dia berada di Indonesia hari ini juga kita akan terbang ke Indonesia Selena!"
"Syukurlah aku ikut bahagia Abraham, akhirnya anak mu dengan Xu Yinxia berhasil kita temukan."
Saat ini Abraham Osborn dan Selena Osborn sedang perjalanan ke Bandung. Abraham mendapat kabar jika putrinya di besarkan oleh sapasang suami istri yang tinggal di salah satu pedesaan di Bandung.
"Apa dia akan mau menerimaku sebagai Ayahnya Selena?"
"Aku takut karena bagaimanapun kita sudah terpisah sangat lama. Bahkan dari dia baby aku tak pernah melihatnya! Meski pun pencarian ku pada putriku tidak pernah berhenti."
Selena mengusap bahu suaminya pelan. Selena tau kegundahan Abraham, jujur saja selena juga mengkhawatirkan hal yang sama. Mereka boleh saja orang terkaya di Amerika bahkan punya prusahaan sendiri. Tapi soal hati dan rasa siapa yang bisa memaksa? Tidak ada!
"Sayangku kamu harus tenang! Ingat dia putrimu, tidak ada yang bisa memungkiri hubungan datah yang mengalir di antara kalian."
"Berpikir positiflah, semoga kita tidak mendapat halangan yang berarti saat nanti membawa putri kita ke New York. Sekarang tidurlah Sayang, kita butuh tenaga yang cukup untuk menemukan putri kita Sayang."
"Aku juga berharap begitu Selena, terima kasih sudah mau menemaniku selama ini. Aku mencintaimu Selena." Abraham mengecup kening istrinya sayang.
Saat ini Ila sedang menyiapkan makan malam di bantu asisten rumah tangganya. Sebenarnya jika Arka tahu istrinya ikut memasak dia akan sangat marah. Jika kau bertanya alasannya kenapa? Tentu Arka tak ingin Ila kelelahan, apalagi saat ini sang istri tengah hamil janin kebar 5 bulan.
"Assalamu'alaikum." Terdengar suara Arka mengucap salam dan langsung memanggil sang istri mengingat istrinya tak dia temui di kamar.
"Sayang!" Teriak Arka memanggil Ila.
Tak lama Ila keluar dari pintu dapur rumah mereka dengan berjalan pelan. Ila mencium takzim tangan Arka saat tiba di hadapan suaminya.
"Sayang kamu masak lagi?" Tanya Arka dengan nada kesal.
"Sayang, Dedek kembar lagi pengen masak bareng sama Bibi. Jangan Marah, nanti aku sedih."
"Sayangku dengar! Mas ngak mau kamu kelelahan disini ada dua anak kita yang kamu bawa. Yaudah sekarang kamu duduk biar aku yang bantuin Bibi di dapur!" Saat Arka ingin beranjak tangannya di pegang erat oleh Ila.
"Biar Bi Tina dan Bi Surti saja Mas. Mas bantu lihat Arshaka saja di kamar kita, biar bisa makan bareng," kata Ila.
__ADS_1
"Oke Sayang! kamu tunggu di sini."
"Bunda! Ayam asam manisnya udah mateng belum?" Seno turun dari lantai dua dengan wajah semangat ingin makan malam.
"Udah, sini duduk dulu sama Bunda biar kita makan sama sama!" Ila menarik tangan Seno pelan.
"Ye ayam asam manis." Seno sangat bersemangat.
Makan malam berjalan dengan hikmat Bi Tina dan Bi Surti ikut serta makan bersama di meja makan.
Saat ini Arka sedang di dalam kamar mandi sedangkan Ila sedang di meja rias. Ila berdandan dengan memakai baju minim yang transparan warna merah menyala.
Clek
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, Arka keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dan melihat di ranjang pakaian tidurnya sudah di siapkan oleh istri tercinta.
"Makasih Sayang."
"Ini Ila mau minum susunya." Ila mendekat ke arah Arka yang sudah berganti pakaian, Arka tak melihat penampilan Ila yang sangat menggoda karena sedang mengerikan rambutnya.
"Mas!" Ila memeluk Arka dari belakang. Arka tersenyum dan membalikan badanya melihat Ila yang memeluknya dari belakang.
Uwaoou
Arka terdiam melihat penampilan istrinya yang terlihat sangat menggoda malam ini, dwngan pakaian yang merah menyala dan transparan membuat Ila tampil antara perpaduan lugu dan menggoda karena wajahnya tanpa menggunakan polesan make up, karena kata Arka jika malam Ila lebih baik tak menggunakan make up apapun cukup perawatan wajah saja.
"Sayang, kalau kayak gini mah Mas mana tahan Yang!" Kata Arka sambil mengelus pipi mulus Ila.
"Kalau nanti capek kasih tahu Mas ya. Mas ngak mau kalau Dedek kembar kenapa napa saat di jenguk sama Papanya." Arka mengelus pipi istrinya dengan pandangan penuh cinta dan kelembutan.
Perlahan Arka mencumbu istrinya dengan lembut dan hati hati, kegiatan mereka berlanjut ke arah yang lebih intim membuat suasana semakin memanas di ruangan yang sebenarnya sejuk karena ada AC di kamar mereka.
Suara suara kenikmatan bersautan dari keduanya dalam mengumpulkan pahala sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Dua jam berlalu dan saat ini Ila tergolek lemas di samping sang suami. Arka memeluk istri cantiknya dan mengecup aayang kening dan pipi Ila.
"Makasih Sayangnya Mas."
"Ada yang sakit ngak? Mas ngak terlalu kasarkan?" Arka bertanya sambil mengusap perut istrinya yang sudah sangat besar meski baru hamil 5 bulan, itu semua karena Baby nya kembar dan juga Ila makannya banyak saat hamil sedangkan makanan yang Ila makan tak mengefek pada bentuk tubuh sang istri yang masih terlihat ramping kecuali perut yang membesar.
Kata Dokter saat mereka periksa yang menerima asupan itu adalah si kembar. Sehingga jika nanti sudah berumur 8 bulan kehamilan Ila di sarankan sedikit mengurangi porsi makan. Di khawatirkan bobot Baby akan berlebihan sehingga nanti tidak bisa melahirkan secara normal.
"Ngak Mas ku Sayang. Mas Ila boleh minta buatkan susu hangat? Ila laper lagi, ini juga rasanya lemes." Istrinya memandang Arka dengan wajah memelas dan juga menggemaskan di mata Arka.
"Yaudah Mas bersihkan badan dulu ke kamar mandi baru Mas buatkan susu hangat buat kamu ya." Arka mengecup pelan kening Ila dan beranjak dari ranjang tidur mereka.
"Ini di habiskan ya Bunda biar badannya enakan dan bisa tidur nyenyak," kata Arka sambil mengelus kening istrinya.
"Tadi langsung mandi ya saat Mas buat susu?" tanya Arka.
"Iya Mas badan Ila lengket ngak nyaman." Ila menunjukkan wajah memelasnya.
"Ngak papa asal mandinya dengan air hangat."
"Tadi pake air hangat kok!"
"Pinter Sayang nya Mas, sekarang bobo udah larut kasian si Dedek pasti mereka mau tidur."
"Peluk!" kata Ila dengan manja pada suaminya.
Arka merasa sangat bahagia dengan kondisi keluarganya saat ini. Punya istri yang penurut dan sangat menghagai dirinya. Ada dua anak laki laki dan sebentar lagi akan bertambah dua baby lagi.
Di lain tempat, di sebuah pedesaan terlihat suasana sangat tegang karena hadirnya pasangan bule yang sekarang memasang wajah tak enak di pandang sedang duduk di sebuah rumah sederhana.
"Saya sungguh tak menyangka! Dia masih sangat muda dan ibu memaksa kehendak padanya?"
see you guys...
__ADS_1