
Suasana terasa sangat tegang saat Ila berteriak pada pria asing yang tiba tiba memeluknya saat dia masuk ke ruang tamu.
"Lepaskan! Anda tidak boleh memeluk saya, Anda bukan mahram saya."
Ila berteriak dan berusaha melepaskan pelukan pria asing itu dan tentu saja Arka bertindak cepat memisahkan pria bule itu dengan istrinya.
"Nak! Dia Ayah kandungmu!" kata Pak Faiz saat Ila dan Abraham sudah duduk di tempatnya masing masing.
"Bapak ini bicara apa sih? Orang tua Ila itu adalah Bapak dan Ibu," kata Ila yang heran pada orang tuanya.
"Ceritanya panjang Nak! Kamu bukan anak kandung kami."
Deg
Jantung Ila bagai terhenti berdetak saat mendengar perkataan orang tuanya. Benarkah itu? Lalu anak siapa dia dan kenapa bukan orang tuanya yang membesarkan dia.
"Kamu adalah anak kandung dari Tuan Abraham Osborn dan Xu Yinxia. Keturunan berdarah China dan Amerika, Karena itu wajahmu seperti orang etopa kebanyakan..." Pak Faiz menjeda perkataannya.
"Apa keluarga ku membuangku sejak bayi Pak, buk?" tanya Ila.
"Tidak Nak, kedua orang tua mu sangat menyayangimu. Hanya saja takdir yang terlalu pahit untuk keduanya." Kata Ibu Tia.
#Flasback On
"Dasar anak tidak tahu di untung, pembawa aib untuk keluarga." kemarahan Tuan Xu meluap saat yahu putri bungsunya sedamg hamil 3 bulan.
"Siapa Ayah dari bayi yang kau kandung?"
Yinxia hanya bisa menangis karena dia bahkan tidak tahu di mana Abraham sekarang. Dia dan Abraham hanyalah teman kerja di sebuah kantor kecil di kotanya. Pesona Abraham yang tidak mampu Yinxia tolak malah berujung petaka bagi dirinya sendiri.
__ADS_1
"Jawab Yinxia!" bentak Tuan Xu.
"Jangan buat aku memukulmu sekali lagi Yinxia. jangan memancing emosiku!"
"Aku tidak tahu Ayah," kata Yinxia dengan lirih.
Plak
Suara tamparan terdengar keras untuk Yinxia. Ini adalah tamparan ke 5 yang di terima gadis manis itu.
"Bagaimana bisa kau tidak mengetahui laki laki yang menggaulimu sampai hamil!" Teriak Tuan Xu.
"Kenyataan memalukan apa ini Yinxia?" Amarah Tuan Xu semakin tidak terkendali.
Prang
Tuan Xu melempar vas bunga keramik ke arah dinding. Dia adalah orang terpandang di daerah dia tinggal. Warga setempat sangat menghormati tuan Xu. Bagaimana dia harus menghadapi malu sebesar ini.
Saat Tuan Xu ingin berbalik pergi Yinxia memeluk kaki ayahnya dan memohon pada ayahnya.
"Ayah aku mohon jangan bunuh anakku! Aku yakin Abraham akan datang mencariku, Ayah. Aku akan lakukan apapun agar bayiku tetap hidup Ayah." Yinxia terisak pilu memeluk kaki Tuan Xu.
"Apa kau sanggup dengan resiko yang kau ambil?" tanya Tuan Xu tanpa melihat ke arah putrinya yang menangis pilu.
"Aku sanggup Ayah!" kata Yinxia dengan wajag penuh harap.
"Baik kau boleh mempertahankan anak haram itu. Tapi jika sampai anak itu lahir pria yang menghamilimu tidak juga datang. Maka aku akan membuang atau bahkan membunuh anak haram itu dengan tangan ku sendiri..." Tuan Xu menjeda perkataannya.
"Selama proses kehamilan, kau akan aku asingkan ke selatan rumah kita." Seperti yang kita tahu rumah orang konglomerat zaman dahulu itu sangat luas dan besar. Rumah di bagian selatan keluarga Xu adalah ruangan yang sudah lama tidak di gunakan. Rumah itu sangat kotor dan tidak pernah di bersihkan, kecuali 1 kali setahun.
__ADS_1
"Apa aku tidak bisa tetap tinggal di tempatku biasanya Ayah? Aku takut jika di sana sendirian. Lagi pula tidak ada maid yang membantu membersihkan tempt itu." Yinxia berharap ayahnya masih mau sedikit bermurah hati padanya.
"Di rumah bagian selatan nanti akan aku tempatkan pekerja dari negara asing. Sepasang suami istri, mereka yang akan mencukupi kebutuhanmu selama di sana. Kau tidak boleh keluar selangkahpun dari rumah bagian selatan. Terakhir aku tidak akan memberikan Tabib untuk memeriksa atau bahkan membantu melahirkan nanti. Jadi selama kau mempertahankan anak haram itu aku tidak akan memberikan fasilitas kesehatan apapun!" Saat tuan Xu ingin pergi dia menghentikan langkahnya karena mendengar pertanyaan Yinxia.
"Bagaimana jika aku yang akan meninggal dunia jika terlambat di tangani Tabib, Apakah Ayah akan tetap tidak memberi Tabib untuk mengobatiku?" Tanya Yinxia lirih.
"Iya, bagiku tidak ada gunanya mempertahankan sampah untuk tetap hidup dirumah ini!" Tuan Xu berlalu, sedangkan tangisan Yinxia tidak mampu di bendung lagi. Bahkan gadis manis itu terduduk di lantai dingin rumahnya.
Tak berapa lama para maid menghampiri Xu Yinxia dan mengantarnya sampai ke gerbang rumah bagian selatan. Beberapa maid juga membawa barang perlengkapan yang nanti akan Yinxia buyuhkan selama di rumah selatan.
3 bulan sudah berlalu Yinxia hidup dengan pilu dan serba kekurangan di rumah bagian selatan. Ayahnya tidak memberikan fasilitas yang cukup untunya.
Bahkan sekarang sedang musim dingin dan salju turun dengan derasnya sedangkan di tempat Yinxia hanya mendapat sedikit bara api untuk menghangatkan badan.
Dalam harapan sendu Yinxia selalu berharap Abrahamnya akan datang dan membawa dia pergi. Tapi harapan tinggal harapan. Ayah menepati janji pada Yinxia, tidak ada seorang pun Tabib yang di kirim ke rumah selatan meski Yinxia berkali kali mengalami pendarahan dan juga pingsan hanya karena jatah makan Yinxia di kurangi.
Kurang gizi dan tidak mendapat fasilitas kesehatan sama sekali menjadi pelengkap penderitaan Yinxia. Tepat 9 bulan kandungannya, Yinxia harus menerima takdir dengan cara melahirkan bayinya sendiri tanpa bantuan Tabib pada masa itu.
Hingga bayi cantik keturunan China dan Amerika itu terlahir kedunia dan Yinxia mengalami pendarahan hebat. Bu Tia sudah melaporkan pada Tuan Xu akan tetapi kata Tuan Xu itu adalah akibat karena Yinxia pembawa aib bagi keluarga. Yinxia tidak perlu di obati.
Hingga saat Tuan Xu ingin membunuh cucunya sendiri anak kandung dari Yinxia yang baru lahir kedunia. Saat pedang ingin berayun ke arah bayi itu. Disana lah ibu Tia meminta untuk membawa bayi tak berdosa itu dan akan menjadikannya anak angkat.
Sejak saat itu lah baby anak dari Yinxia menjadi anak angkat Ibu Tia dan pak Faiz. Tidak lama berselang Tia dan Faiz berusaha mengobati Yinxia dengan peralatan yang ada, bahkan Faiz sampai nekat mencoba membawa tabib ke rumah bagian selatan.
Hanya saja Tabib itu berakhir tragis karena di bunuh Tuan Xu, bahkan di hari yang bersamaan Tia dan Faiz di usir dari kediaman Xu.
Tepat 3 hari setelah Ibu Tia dan Pak Faiz meinggalkan kediaman Xu, tersiar kabar jika Nona bungsu keluarga Xu sudah meninggal dunia.
Di kabarkan Xu Yinxia meninggal karena sakit yang telah lama di deritanya. Padahal tidak demikian, Yinxia meninggal dunia karena tidak pernah di obati sama sekali saat mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan putrinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...