Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 28


__ADS_3

Setelah Ila membantu memasangkan dasi Arka. Terdengar suara Seno yang berlari dari lantai 2 sambil memanggil bunda nya.


“Bunda!” teriak Seno di puncak tangga lantai 2.


“Eh Mas, turun pelan-pelan jangan lari!” kata Ila saat melihat Seno seperti akan berlari ke lantai 1.


“Anak itu emang lah. Kalau Bunda aja yang ngomong cepat tuh di turutin. Coba kalau aku yang ngomong yang kayak angin lewat aja sama dia,” kata Arka sambil mendudukkan bokongnya di kursi meja makan.


“Papa cemburu ya? makanya belajar dari Seno.”


“Kata teman Seno orang ganteng itu buat orang mudah jatuh cinta. Makanya Bunda sayang banget sama Seno karena Seno ganteng. Papa kan udah tua!” kata Seno yang sukses membuat Arka melongo sedang Ila dan Bi Surti yang menata makanan, menahan tawa karena perkataan Seno.


“Maksud Papa udah tua apa Seno?” tanya Arka dengan mata melotot.


“Emang Papa udah tua.”


“Kata teman aku, Bunda itu lebih cocok jadi ponakan ataupun adek nya Papa ketimbang jadi istrinya Papa,” kata Seno kembali.


“Sembarangan kamu, Papa masih muda begini.”


“Coba deh kamu tanya Bunda kamu, Papa ganteng ngak? Ya pasti gantenglah kalau ngak mana mau Bunda kamu sama Papa,” kata Arka dengan nada narsis nya.


“Emang Papa ganteng Bunda?” tanya Seno.


Dengan menahan tawa nya Ila menjawab.


“Iya Papa ganteng. Ganteng banget makanya Bunda ngak bisa berpaling dari Papa,” kata Ila.


“Masa iya sih Bun? Prasaan dari Om Alex aja gantengan Om Alex dari pada Papa!” kata Seno yang masih kukuh dengan perkataannya.


“Seno anak siapa?” Tanya Ila saat melihat raut wajah suami mulai tak enak di lihat.


“Anak Bunda dan Papa dong!” kata Seno.


“Seno ngerasa ganteng ngak sih? Dan kata teman-teman sekolah Seno, Seno ganteng ngak?” tanya Ila lagi.


“Ya jelas dong Bunda. Seno ini ganteng banget. Kata teman teman Seno juga gitu!” kata Seno.


“Wajah ganteng Seno itu nurunnya dari Papa. Kalau Papa ngak ganteng Seno juga ngak akan seganteng ini!”


“Jadi menurut Seno, Papa ganteng apa ngak?” tanya Ila pada Seno.


“Iya Papa ganteng karena Papa, Papanya Seno,” kata Seno tapi Arka seolah enggan melihat pada anak nya itu. Dia hanya focus pada sarapan yang sudah istrinya sediakan untuknya. Sesekali melihat dan mengelus Arshaka yang makan di suapi Ila.

__ADS_1


“Jadi sekarang bilang apa sama Papa? Mama ngak mau loh Mas Seno keluar rumah tapi bawa dosa karena durhaka sama Papa?” bilang Ila.


Seno turun dari kursinya dan mendekati Papa nya.


“Papa maafin Seno ya. Seno sayang Papa! Papa paling ganteng dan paling baik sedunia,” kata Seno memeluk Arka sedang Arka mengelus punggung anak nya sejenak.


“Yaudah sekarang Mas lanjut makannya, kan berangkat bareng Papa kan ya?” kata Arka.


“Iya Pa, makasih Pa,” kata Seno.


Sedangkan Ila tersenyum lega melihat interaksi anak dan bapak itu. Dia lega karena mampu menyederhanakan kalimat agar mudah di pahami putranya.


Saat ini Arka dan Seno sudah akan menaiki mobil untuk berangkat ke kantor juga ke sekolahnya Seno.


“Sayang jadi belanja bulanan? Kalau siang kan udah rami?” kata Arka saat Ila mengantar mereka keluar.


“Iya Mas, aku ikut Mas dan Seno ya. Nanti pulangnya aku naik taksi aja!” kata Ila.


“Yuk masuk Sayang,” ajak Arka.


Tak ada percakapan berarti di antara  hingga Seno tiba di sekolahnya dan berpamitan dengan Arka maupun Ila.


Saat ini yang di mobil hanya ada Arka dan Ila. Ila sibuk dengan ponsel pintar nya, sedangkan Arka sesekali menoleh kearah istrinya. Merasa gerah di abaikan oleh kekasih hatinya Arka pun memulai percakapan.


“Mas ngak ada jadwal pagi hari ini?” Tanya Ila pada sang suami.


“Ngak sih Sayang, mas ngajar nanti jam 10,"  kata Arka.


“Boleh kita kan jarang juga pergi keluar Mas,” kata Ila sambil sesekali membalas pesan dari ponselnya.


“Siapa Sayang? Sibuk amat dari tadi?” tanya Arka yang menahan rasa kesal juga cemburunya khawatir jika ada pebinor yang mungkin lagi cepika-cepiki sama istrinya.


“Oh ini Mas, si Alex. Dia bilang kalau 2 bulan lagi sahabat kita sesama kuliah dulu mau nikah.”


“Kamu sering chat sama Alex, Sayang?” Tanya Arka.


“Lumayan sih Mas, namanya juga teman ya pasti sering saling tukar cerita juga kan,” kata Ila.


“Oh sering ya,” kata Arka dengan nada yang berbeda.


“Mas ku, Sayang ku, Cintanya Ila, suami kesayangan nya Ila. Jangan cemburu ya sama teman Ila. Ila ngak ada hubungan apa-apa sama mereka karena yang ada di hati Ila ya cuma suami Ila yang sekarang lagi duduk di samping Ila pasang wajah cemberut,” kata Ila.


Cup

__ADS_1


Ila mengecup sekilas bibir suaminya


“Buat semangat pagi. Untuk suaminya Ila.”


Perkataan Ila cukup untuk mengembalikan mood Arka.


Saat ini Ila dan Arka sedang membeli bahan bulanan mulai dari kebutuhan kamar mandi sampe ke bahan untuk membuat kue. Hingga secara tak sengaja ila menabrak ibu ibu hamil yang sedang berjalan beriringan dengan suaminya.


“Aduh, maaf Buk saya ngak sengaja,” kata Ila seraya mengambil susu yang ibu hamil yang tadi jatuh dari tangan ibu itu saat tertabrak oleh Ila.


“Hati-hati dong Dek jalannya! Kalau kenapa-napa sama istri dan anak saya yang masih dalam kandungannya bagaimana. Fatal kan akibatnya,” kata pria yang seperti nya adalah suami dari wanita itu.


“Iya saya juga ikut minta maaf, karena istri saya menabrak istri Anda Tuan Abimana yang terhormat,” kata Arka.


“Waw, waw Arka ... jadi anak muda ini istri kamu? Kamu kasih pelet apa dia sampai mau sama kamu?” tanya Abimana.


“Bahkan Raya yang udah punya dua anak dari kamu aja ngak mau sama kamu. Kenapa sampai gadis belia begini mau sama kamu?” sarkas Abimana.


“Biasa Mas, orang miskin. Mungkin ngak sanggup menahan hawa nafsu  biologis jadi perkosa mahasiswinya


sendiri. Kalau begitu kan mau ngak mau harus dinikahin,” kata Raya mantan istri Arka.


“Maaf sebelumnya ya Pak, Buk. Saya kira kalian berdua orang orang terhormat dan pendidikan ternyata mulut kalian busuk nya kayak saluran pembuangan. Mulutnya ngak pernah di sekolahin ya Buk, Pak?” kata Ila dengan nada santai cukup membuat ketiga  orang itu terdiam.


“Kurang ajar ya kamu, kamu tuh yang ngak sekolah ya.  Di perkosa Dosen sendiri aja bangga. Saya yakin kamu pasti mahasiswi nya Arka kan?” kata Raya.


“Dengar ya Tante, saya bukan wanita murahan yang akan dengan rela melebarkan kedua paha saya buat pria yang bukan suami saya. Jadi sebaiknya Tante berkaca diri sebelum mengatakan saya di perkosa oleh suami saya. Bukannya tante yang merasa kurang puas dengan satu laki laki sampai sampai masih jadi istri orang malah selingkuh dengan pria asing. Harus nya Anda malu! Umur sudah tua tapi otak nya ngak ada!” kata Ila.


“Kosong tau ngak!” kata Ila


Merasa sangat terhina oleh perkataan Ila, Raya mengangkat tangannya untuk menampar Ila akan tetapi tangan itu langsung di gengam erat oleh Ila.


“Saya bisa saja mendorong Anda kuat sampai Anda kesakitan terlebih anda sedang hamil. Tapi saya ngak serendah itu Tante. Kalau Tante ngak mau di cubit jangan cubit orang lain. Anda marah dengan kalimat saya, lalu Anda pikir saya senang begitu mendengar kata kata anda menghina suami saya?” tanya Ila sinis.


Ila menarik tangan Arka kuat dari sana meninggal kan kedua orang-orang biadap itu. Mereka langsung pulang setelah dari mini market itu.


“Maaf ya Sayang, kata kata Raya memang sangat keterlaluan. Tapi kamu jangan dipikirin ya apa kata-katanya tadi,” kata Arka.


“Ngak guna juga mikirin tuh Tante-Tante girang,” kata Ila.


Sedang Arka hanya diam saja. Arka seolah baru melihat sosok lain dari istrinya. Sebenarnya seberapa banyak karakter yang disimpan oleh istrinya darinya.


See you guys………

__ADS_1


__ADS_2