Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 73


__ADS_3

Sebenarnya jika Ila ingin mengakhiri pernikahan tolol ini sudah dari awal saat Arka menikahi Raya pernikahan ini bisa berakhir. Tatapi Ila memegang perkataan Arka, jika baby twins akan jadi korban jika mereka bercerai.


Saat ini Ila sedang menyendiri di gazebo kolam renang. Ila tidak melakukan apapun, hanya sekedar menenangkan fikiran sambil memejamkan mata.


Terdengar derap langkah kaki mendekat ke arahnya. Ila masih setia memejamkan matanya tanpa berniat membuka mata indahnya. Hingga terdengar seperti orang duduk di kursi samping tempat Ila bersandar.


"Mas tahu kamu ngak tidur!" Orang itu memulai percakapan.


"Mau sampai kapan kamu seperti ini sayang? Tidak bisakah kamu berdamai dengan situasi, jangan terus acuh akan urusan rumah. Kamu masih punya aku dan anak-anak yang butuh kamu." Ila menjadi pendengar setia tanpa menanggapi.


Arka memandang sendu sang istri. Jujur saja dia rindu senyum manis Ila, rindu saat tahajjud dan tadarus bersama. Terbukti 1 minggu berlalu mereka tidak melakukan itu. Tidak ada senda gurau dan hanya gurat dingin dan datar yang tersisa di wajah Ila.


"Nyatanya aku tidak punya dan berhak akan dirimu juga anak-anak Mu. Kamu dan anak-anak kalian adalah milik kamu dan Raya. Satu-satunya milikku hanyalah Baby twins yang sekarang belum melihat indahnya dunia. Jika berdamai adalah solusi aku mau berdamai dengan kalian Mas.


Lelah rasanya berada dalam kemelut rumah tangga ini. Aku akan ikhlaskan kamu bersama Raya. Bagaimanapun ada anak-anak di antara kalian." Ila berkata tanpa memandang sang suami. Dia memejamkan matanya kembali.


"Terima kasih sayang. Mas senang sekali kalau kamu mau menerima ini semua."

__ADS_1


Cup


Arka mengecup kening Ila mesra tanpa sempat Ila cegah. Saat Ila ingin duduk di samping sang istri, perkataan Ila membuat tubuh Arka membeku.


"Aku ikhlas kamu bersama dia. Aku juga ikhlaskan pernikahan kita. Meski aku tidak tegas, apa yang akan Daddy Abraham lakukan jika dia tahu aku, Kamu duakan Mas?"


"Udaranya sudah tidak sesegar tadi, aku lelah ingin istirahat. Mas lihatlah istri baru Mu."


Ila berlalu tanpa memerdulikan Arka lagi.


Waktu cepat berlalu tak terasa sudah 1,5 bulan pernikahan Raya dan Arka berjalan. Masih sama seperti sebelumnya. Arka tak berkutik oleh kuasa Raya, bahkan Arka dan Ila sangat menjaga jarak.


♧♧♧


Apa lagi yang kau tunggu, apa harus menanggungg luka begitu lama?


♧♧♧

__ADS_1


Jika rasanya benar-benar sulit, lepaskan. Kamu tahu kalau Daddy Abraham tahu hal yang lebih parah dari ini mungkin saja terjadi padanya dan juga wanita gila itu.


♧♧♧


Mau berapa lama bertahan dalam luka. Bulshit demi anak-anak? Bahkan sekarang dia patuh seperti pelayan pada mantan istrinya.


♧♧♧


Mereka juga bukan anak kandung Mu! Ikhlaskan, lepaskan. Anak-anak kamu butuh kamu.


Ila hanya membaca pesan yang masuk. Lalu menghapus dari riwayat pesannya. Dia tertawa seolah-olah akan ada yang memeriksa ponselnya jika dia tidak menghapus pesan itu.


Ila sedang hanyut dalam suarabketikan keyboard laptopnya tanpa memerhatikan keadaan sekitar. Dalam tenangnya Ila hanya berusaha mengatur emosinya dan menulis adalah salah satu cara terampuh yang dia miliki.


Segelas susu vanila terletak di samping laptop Ila yang masih fokus dengan ketikannya.


"Minumlah selagi hangat!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2