
#Situasi lain
Di sebuah ruangan serba putih. Di ruangan itu sangat menyengat bau obat-obatan. Seorang wanita cantik dengan wajah meneduhkan tertidur dengan damai.
Di tangan bahkan di wajahnya terlilit kabel-kabel alat untuk mempertahankan kehidupannya.
Terdengar suara-suara mesin untuk membantu kehidupannya. Dokter sudah mengfonis bahwa kehidupannya sudah tidak lama lagi akan tetapi laki-laki tampan yang sekarang mengenggam tangannya ini tidak ingin melepasnya.
Bahkan meski harus hidup hanya dengan selang-selang yang menancap di tubuh pujaan hatinya dia akan tetap mempertahankan wanitanya.
"Mau sampai kapan kamu tertidur Sayang? Apa kau tidak merindukan kami semua? Terlebih..." Pria itu langsung menangis tergugu sambil mengecup tangan wanitanya, tanpa mampu melanjutkan perkataannya.
Di sisi lain seorang anak laki-laki sedang menatap sendu pemakaman di depannya. Dia sedih, rasanya sudah jatuh malah tertimpa tangga pula.
"Aku sangat menyayangi Mu. Aku juga sedih, sangat sedih karena kau meninggalkan aku sekali lagi dengan waktu yang cukup cepat. Tapi apa harus begini?"
__ADS_1
Air matanya keluar tapi raut wajah anak itu sangat datar.
"Tak bisakah hanya kau saja yang pergi. Apa kau begitu senang melihat aku hidup begini. Kenapa kau datang dengan semua tipu muslihatmu lalu kau juga melakukan hal kejam ini padaku."
"Apa kau sudah bertemu dengannya? Bisakau katakan padanya untuk segera kembali. Cukup hanya kau yang pergi! Jangan kau ajak juga wanita baik itu untuk pergi dari hidupku. Setidaknya dengan kau menyampaikan ini padanya. Anggaplah sebagai permohonan maafmu karena melakukan hal gila sebelum kematian Mu!"
Anak laki2 itu manbur bunga di pemakaman itu. Lalu menghapus kasar air matanya.
"Selamat tinggal!"
"Ke rumah sakit Pak!"
Pak supir memandangi Tuan Mudanya yang terlihat sangat sedih, pandangannya terlihat kosong.
Sebenarnya alih-alih tentang kesedihan Tuan Mudanya, Dia juga sangat menghawatirkan Tuannya. Sudah 6 bulan berlalu bahkan Dokter mengatakan tidak ada harapan untuk orang yang mereka tunggu terbangun tapi Tuan Besar tidak ingin melepaskan alat-alat bantu pernafasan itu sama sekali. Dan entah harus berapa lama lagi mereka menunggu wanita baik hati itu terbangun dari komanya itu.
__ADS_1
#Flashback On (Guys ini lanjutan flahback cerita yang kemarin ya.)
"Bagaimana kata Dokter terkait kondisi Ila?" tanya Abraham pada Kriss.
"Kondisi Ila sekarang sedang Kritis, kita hanya mampu banyak berdo'a. Agar Ila mampu melewati masa ktitisnya." jelas Ktiss pada Abraham dan Selena.
1 Minggu sudah berlalu dan kondisi Ila masih terlihat sama. Tidak ada kemajiluan yang signifikan. Bahkan Kennan dan Kenndric bayi kembar nan tampan itu harus di beri susu bantu. Tentu saja daalam pengawasan ketat yang di berikan oleh Selena.
Di sisi lain Arka dan Raya resmi bercerai. Raya yang tidak terima di ceraikan menuntut harta gono-gini dan juga membawa Seno untuk ikut serta bersamanya.
Meskibsudah begitu Arka tetap pada pendiriannya, dia akan menceraikan Raya dan juga akan kembali memperjuangkan Ila.
Apalagi dia belum mendapat kabar apapun dari ayah mertuanya. Mengingat banyaknya biaya yang harus di keluarkan dan juga pembagian harta gono-gini Arka terpaksa harus menjual rumahnya. Dengan begitu dia sekaranh hanya tinggal di rumah sederhana sambil mengembangkan bisnis dan juga mengajar di kampus.
Meski sudah tidak sekaya dulu semangat Arka untuk mendapatkan kembali putri dari Tuan Abraham Osborn belum patah. Bahkan dari simpang siur berita yang dia ketahui, kalau mantan istrinya sekarang berda di Korea Selatan. Dan kabar baiknya Wanitanya sudah melahirkan.
__ADS_1