Cinta Tulus untuk Mas Arka

Cinta Tulus untuk Mas Arka
Bab. 64


__ADS_3

Arka berlalu keluar rumah dan memasuki mobil untuk segera ke rumah sakit. Ila tidak mampu lagi mengatakan apapun lagi. Dia berjalan cepat dan berakhir hanya mampu melihat sang suami pergi dengan mobil putihnya.


Ila hanya mampu menahan tangisnya dengan menengadahkan wajahnya. Lagi dan lagi kesalah pahaman menjadi masalah dia dan sang suami.


"Ya Allah apa selemah ini rasa yang ada di hati suamiku padaku? Hingga begitu mudah mempercayai fitnah yang menimpaku." Batin Ila berteriak.


Ila memutuskan ke kamarnya. Ila kembali berusaha menenangkan fikirannya. Hingga sebuah telepon menganggu kegelisahan hatinya.


Daddy calling....


"Halo Sayang," sapa Daddy Abraham dari seberang sana.


"Halo Daddy... Daddy apa kabar?"


"Daddy baik dan disini ngak cuma ada Daddy tapi ada Mommy juga. Apa kamu tidak sibuk sayang? Bisa kita video call?" Tanya Daddy Abraham.


"Aku sedang di rumah Dad, iya tentu bisa Daddy. Lagi pula aku juga sudah sangat merindukan Mommy Selena?"


Ila berusaha merapikan penampilannya sambil berbicara di saluran telepon dengan sang ayah. Bagaimanapun Ila berharap rumah tangganya dan suami bisa baik-baik saja.

__ADS_1


Ila merasa anak-anaknya lah yang akan jadi korban jika dia dengan egois mengadukan semua pada Daddynya. Terlebih dari ibu Tia, Ila juga tahu kalau Daddy Abraham menerima hubungan Ila dan Arka hanya untuk kebaikan hubungan anak dan ayah saja.


"Sayang kamu dalam keadaan baik-baik saja?"


"Are you okay honey?"


Abraham dan Selena bertanya bersamaan tentu saja hal itu di karenaka n Ila yang melamun dalam waktu yang cukup lama.


"Tidak Daddy, aku hanya tidak menyadari jika Daddy dan Mommy sudah mengaktifkan videonya."


Meski Ila menyembunyikan kesedihan melalui senyumannya tapi Selena tetap merasa ada yang tidak beres. Terlebih Ila memiliki lingkaran hitam di sekeliling matanya dan juga mata yang memerah seperti habis menangis.


"Daddy dan Mommy apakah masih di Thailand?"


"Iya sayang, Mom and Dad masih di Thailand, bahkan kita juga akan ada perjalanan bisnis ke Jepang dan Korea Selatan.


Dad and Mom ingin meminta maaf padamu sayang. Daddy khawatir jika saat kamu persalinan nanti. Baik Daddy ataupun Mommy tidaka da di samping mu.


Sebenarnya Daddy ataupun Mommy sangat ingin menemani masa-masa kehamilan mu sayang. Hanya saja beberapa cabang perusahaan Daddy mengalami masalah yang cukup besar.

__ADS_1


Bahkan Mommymu pun harus ikut ambil bagian dalam membenahi masalah ini. Karena Mommymu adalah sekretaris utama Daddy jadi terpaksa harus ikut juga."


Mendengar kabar ini Ila tidak tahu harus bahagia atau sedih. Jauh dalam hatinya yang paling dalam dia butuh kedua orang tuanya. Terutama Daddy dan Mommy. karena Ibu dan Bapak sedang pusing-pusingnya dengan masalah Mbak Ririn.


Mbak Ririn dengan gilanya melakukan hal-hal di luar nalar karena kecewa dengan sang suami yang menikah diam-diam dengan wanita lain.


Di samping itu ada keponakanya Ara yang juga sekarang dalam pengasuhan Ibu dan Bapak juga Theo.


Bahkan saat Mbak Ririn hanya di tinggal bersama sang anak. Mbak Ririn hampir membunuh Ara, karena saat melihat Ara Mbak Ririn seakan melihat sang suami di wajah sang anak.


Memang Ara sangat mirip dengan Mas Bayu. Masalah yang bertubi-tubi datang pada keluarganya. Tentu saja Ila tidak berminat menambah masalah dengan mengadukan ulah Arka pada ibu dan bapaknya di kampung.


Sedangkan pada Ibu Farida dan Pak Wiryo mereka sedang mengalami masa sulit di kalimantan.


Ibu dan Bapak mertuanya tak mungkin bisa Ila harapkan.


"Tidak apa Dad, Daddy dan Mommy tidak perlu khawatir. Ila dan Mas Arka baik-baik saja. Lagi pula nanti akan ada Ibu dan Bapak dari kampung yang akan menemani Ila lahiran Dad. Jadi Daddy dan Mommy jangan khawatir."


Setelah berbincang-bincang sejenak Ila mengakhiri sambungan telepon bersama orang tuanya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2